Perjalanan Oniatta Effendi, Desainer Asal Singapura yang Temukan Passionnya Lewat Batik

147

Batik adalah salah satu motif yang paling dikenal oleh banyak orang di dunia.  Dimana UNESCO menyatakan bahwa batik juga menjadi salah satu sumbangan warisan dunia. Bahkan para pesohor dunia beberapa kali menggunakan batik untuk gaya busana mereka, sebut saja Obama, Nelson Mandela, Jessica Alba, Paris Hilton, Adele dan sederet nama tokoh dunia lainnya.

Proses membatik bisa dikatakan cukup sulit, tapi itu yang membuatnya istimewa. Melihat proses yang rumit, tak heran jika banyak orang yang ingin mempelajari Batik lagi lebih dalam. Salah satunya adalah desainer asal Singapura, Oniatta Effendi.

Dirinya cukup dikenal sebagai seorang desainer Baju by Oniatta dan pemilik Galeri Tokokita. Satu hal yang menarik adalah, koleksinya menggunakan batik yang terkenal di seluruh kota di Indonesia.

Lewat interview secara virtual bersama dengan Scarf Media, perempuan yang memiliki darah keturunan Indonesia bagaimana awalnya ia menjadi seorang desainer. Semua berawal dari dirinya yang masih menjadi dosen seni di Singapura.

“Jadi waktu itu, Baju itu cuma weekend hustle, dan saya sepertinya ada pop up on weekend, and kerja yang sebenarnya itu dosen. Namun dalam beberapa tahun itu, Baju mendapat a lot of attention dari media, dari teman, and it has since grown dari tahun 2019, dimana saya telah membuat cadangan untuk meneruskan perjuangan ini secara full time,” tuturnya.

Awalnya Oniatta Effendi merasa untuk beralih profesi untuk menjadi seorang desainer baju batik adalah hal yang cukup sulit. Namun secara perlahan dirinya merasa ada ketertarikan lebih pada batik, terutama saat dirinya sering ke Indonesia untuk membeli batik.

Tak hanya kepada motifnya, namun juga pada orang-orang di baliknya. Oniatta yakin bahwa setiap motif batik memiliki makna yang berbeda. Dirinya selalu senang mempelajari fakta-fakta tersebut dari siapapun, terutama dari beberapa temannya yang ahli akan batik.

image: instagram.com/oniattaeffendi/“I love to look at pengrajin doing process of membatik itu. Sangat intrik prosesnya. Dan dengan kita duduk bersama mereka dan observing ini, kita dapat realize how beautiful the art is. This is a life story for them,”

Oniatta Effendi mengagumi batik karena prosesnya yang tak mudah. Ia melihat bahwa hal tersebut sudah pasti dilakukan secara turun temurun. Hal tersebut yang membuat tak hanya sekali dua kali dirinya ikut terjun langsung berkeliling ke seluruh Kota di Indonesia untuk mempelajari batik dari para pengrajin.

image: instagram.com/bajubyoniatta/

Oniatta sadar bahwa kini trend Batik kian memudar dikalangan anak muda, tidak begitu banyak anak muda yang menggiati dan memahami makna akan Batik yang beragam. Maka dari itu, Oniatta berusaha untuk menghidupkan kembali motif batik dalam karyanya.

Tidak hanya itu, di balik nama Galeri Tokokita pun Oniatta Effendi punya makna tersendiri mengapa tidak menamainya dengan brand yang sama, Baju by Oniatta.

image: instagram.com/bajubyoniatta/

Karena menurutnya, ragam batik yang diluncurkan, telah dihasilkan oleh beragam orang, bukan hanya dirinya saja. Ia ingin agar penjual, pembeli dan pengrajin bisa saling terhubung tidak hanya saat sedang transaksi.

Salah satunya dengan menciptakan motif batik yang inovatif dan juga permainan warna yang lebih ceria. Tak jarang juga dirinya memadukan ornamen-ornamen dari berbagai negara di Asia yang menjadikannya begitu istimewa.

image: instagram.com/bajubyoniatta/

Menurutnya, style fashion diibaratkan seperti lingkaran. Dimana style yang dikatakan jaman dulu, bisa menjadi tren di masa sekarang. Dan bicara soal lingkaran, koleksi terbaru dari Baju by Oniatta untuk tahun ini juga membahas hal yang sama, yakni Lingkaran: Coming Full Circle. Koleksi tersebut memiliki motif yang modern, seperti polkadot, batik tulis, dan batik nitik.

Bicara soal koleksi, adapun koleksi dari Baju by Oniatta sendiri datangnya dari pengalaman pribadi, seperti halnya koleksi Lingkaran. Tahun lalu, terdapat koleksi yang bertajuk Kasih + Sayang. Koleksi ini dikatakan istimewa karena memaparkan 10 motif batik Jawa, diantaranya seperti Parang, Kawung, Cuwiri, Sekar Jagad, Truntum, dan lain sebagainya. Dimana lewat motif-motif tersebut, tentu terdapat hubungan dari konsep koleksi Kasih + Sayang.

“When I sell my Baju Batik product, saya juga dapat ceritakan simbolisme di balik cerita itu,” ceritanya.

Tidak hanya itu, cerita pengalamannya yang dituangkan dalam koleksi-koleksi terbaiknya juga masih banyak yang lainnya, misalnya sebelum koleksi Kasih + Sayang, ada pula koleksi Nostalgia dan Biru, yang ceritanya selalu menarik untuk diulik.

Di masa depan, Oniatta Effendi ingin melihat brandnya terus berkembang. “I think more than anything else, I’d like more people to see this brand and follow me on my journey,” ujarnya.

Sungguh menakjubkan cerita perjalanan Oniatta Effendi dengan passionnya untuk eksplor lebih banyak tentang batik. Hingga saat ini, dirinya pun tak pernah berhenti belajar untuk menemukan hal-hal yang baru. Terlihat pada koleksi yang diluncurkan selalu menawan dan penuh makna dari Baju by Oniatta dan Galeri Tokokita.

Oniatta Effendi juga akan turut memeriahkan event Muslimah Creative Stream Fest di tanggal 24 April 2021. Bagi Scarf Lover yang ingin melihat pesonanya secara virtual, jangan sampai ketinggalan ya!

#passionmadepossible #singaporeimagine