Ibadah yang Dapat dilakukan Perempuan Ketika Haid

19

Setiap perempuan tentu ingin memaksimalkan ibada puasa pada bulan Ramadan. Tapi apa daya, seorang perempuan tentu akan mengalami menstrusi pada masanya.

Menstruasi bagi kaum perempuan adalah sesuatu yang wajar saat memasuki masa baligh. Menstruasi terjadi ketika lapisan dinding rahim yang disebut endometrium menebal kemudian luruh karena tidak adanya pembuahan sel telur. 

Saat inilah para perempuan yang sedang menstruasi dilarang untuk menjalankan ibadah puasa, solat  dan Tawaf saat berada di Masjidil Haram. Untuk itulah, para perempuan disarankan mencatat berapa hari tidak berpuasa untuk di qodho pada hari lain.

Namun apa pengganti ibadah puasa saat sedang menstruasi agar para kaum perempuan tetap memiliki nilai ibadah dimata Allah SWT? 

Mengutip dari berbagai sumber, berikut ibadah yang bisa dilakukan kaum perempuan saat menstruasi.

Pertama, perbanyak Istighfar. Basahi mulut dengan memperbanyak istighfar “Astaghfirullah”. Karena manusia tidak luput dari kesalahan, dosa yang tidak disengaja maupun sebaliknya.

Foto oleh Gabby K dari Pexels

Kedua, perbanyak Dzikir. Selain mengucap Istighfar setiap saat, Scarf Lover yang sedang mestruasi juga diperbolehkan untuk berDzikir. Bacaan dzikir ini tidak hanya ibadah yang bersifat lisaniyah, namun juga qalbiyah atau dalam hati. Bacaan dzikir yaitu “subhanallah walhamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu akbar”.

Dari Abu Hurairah, dia berkata, “Rasulullah saw bersabda, ‘Sesungguhnya membaca subhanallah walhamdulillah wa laa ilaha illallah wallahu adalah lebih aku cintai daripada segala sesuatu yang terkena sinar matahari.” (HR. Muslim).    

Ketiga, Mendengarkan lantunan al-Quran. Bila memegang al-qur’an merupakan sesuatu yang tidak diperbolehkan saat sedang menstruasi, Anda tetap bisa mendengarkan lantunan ayat-ayat suci al-quran agar hati terus merasa tenang dan dekat kepada-Nya.

Foto oleh Jimmy Chan dari Pexels

Keempat, Memberi makan orang yang sedang berpuasa. Meskipun perempuan tidak diperbolehkan berpuasa ketika mestruasi atau haid. Namun ia tetap bisa mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa lho, Scarf Lover. Seperti hadist berikut:

“Siapa yang memberi makan berbuka kepada orang yang sedang berpuasa, maka dia akan mendapatkan pahala orang tersebut tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa tersebut sedikitpun juga.” (Dishahihkan oleh Al-Albany dalam Shahih Tirmizi)

Foto oleh cottonbro dari Pexels

Terakhir Membaca buku atau menuntut ilmu. Meskipun sedang mentruasi, tentu belajar itu bukanlah halangan. Dari yang masih muda hingga lanjut usia, karena menuntut ilmu adalah sebuah kewajiban. Seperti dalam sebuah hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh Syaikh Albani dalam Shahih wa Dha’if Sunan Ibnu Majah no. 224.

“Menuntut ilmu adalah kewajiban bagi setiap individu muslim.”

(TS)