Momen perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia turut diramaikan oleh industri modest fashion Tanah Air. Sejumlah brand menghadirkan koleksi dan kegiatan spesial yang tidak hanya menawarkan busana dengan sentuhan khas Indonesia, tetapi juga mengajak perempuan memaknai kemerdekaan melalui gaya, kreativitas, dan ekspresi diri.

Dua di antaranya datang dari Buttonscarves bersama Sarinah melalui Songket Collection serta Nada Puspita lewat Puspa Collection. Keduanya membawa pendekatan berbeda dalam menerjemahkan kekayaan budaya dan semangat kemerdekaan ke dalam karya modest fashion yang relevan dengan perempuan masa kini.
Buttonscarves dan Sarinah Angkat Keindahan Songket

Dalam rangka memperingati HUT ke-81 RI sekaligus 64 tahun perjalanan Sarinah, Buttonscarves berkolaborasi dengan Sarinah menghadirkan Songket Collection. Koleksi ini terinspirasi dari keindahan songket dan mengolah karakter khas wastra Indonesia menjadi rangkaian busana serta scarf yang lebih modern.
Kolaborasi tersebut menjadi upaya untuk menjaga warisan budaya agar tetap dekat dengan generasi masa kini. Detail khas songket diterjemahkan ke dalam desain yang dapat dikenakan untuk berbagai gaya dan kesempatan.

Songket Collection menghadirkan dua motif utama, yaitu Nona Manis dan Pegunungan. Motif Nona Manis menggambarkan kehangatan serta kebersamaan melalui susunan geometris yang ritmis. Sementara itu, motif Pegunungan merepresentasikan ketangguhan, perlindungan, dan harapan.
Kedua motif kemudian dipadukan dengan monogram “B” yang menjadi identitas Buttonscarves. Perpaduan tersebut menciptakan tampilan yang mempertemukan karakter tradisional wastra dengan estetika modern khas brand.
“Perayaan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia yang bertepatan dengan 64 tahun perjalanan Sarinah menjadi momen yang begitu bermakna untuk memperkenalkan Songket Collection,” ujar Mifthahul Jannah, Creative Director Buttonscarves.

Hadirkan Private Trunk Show di Sarinah

Songket Collection resmi diluncurkan pada 13 Agustus 2026 dalam rangkaian produk scarf dan apparel. Peluncuran koleksi kemudian dilanjutkan dengan private trunk show yang digelar pada Minggu, 16 Agustus 2026.
Acara tersebut mempertemukan sejumlah tokoh perempuan inspiratif, komunitas Buttonscarves, serta pelanggan setia Sarinah. Momen ini menjadi ruang untuk merayakan keindahan wastra Indonesia sekaligus mengenal cerita budaya yang terkandung di dalamnya.
Selain trunk show, Buttonscarves dan Sarinah menghadirkan instalasi khusus di Sarinah. Pengunjung dapat melihat koleksi secara lebih dekat sekaligus menikmati detail rancangan dan cerita budaya yang menjadi inspirasi Songket Collection.
Koleksi ini tersedia melalui website, aplikasi, dan seluruh gerai Buttonscarves serta Sarinah Department Store. Beberapa pilihan apparel dan dua warna scarf eksklusif juga hanya tersedia di Sarinah Department Store.
Nada Puspita Rayakan Kemerdekaan lewat Ekspresi Perempuan

Sementara itu, Nada Puspita memilih pendekatan yang lebih personal dalam merayakan kemerdekaan melalui Puspa: Her Freedom, Her Expression. Intimate gathering tersebut berlangsung di Urban Forest Cipete, Jakarta Selatan, pada 14 Agustus 2026.
Bersama 30 NPWoman, acara ini mengajak perempuan memaknai kemerdekaan sebagai kebebasan untuk menjadi diri sendiri, menentukan pilihan, menjalani perjalanan sesuai keinginan, sekaligus mengekspresikan karakter melalui kreativitas.

Kegiatan tersebut turut diisi dengan sesi melukis bersama Bartega Studio. Para peserta mendapatkan kanvas dengan ilustrasi yang belum selesai dan diberi kebebasan untuk mengembangkannya sesuai interpretasi masing-masing.
Suasana semakin interaktif melalui permainan dan reflection time. Para NPWoman juga mendapat kesempatan untuk berbagi cerita mengenai makna di balik karya yang mereka hasilkan.
Puspa Collection Terinspirasi Anggrek Bulan

Perayaan tersebut sekaligus menjadi bagian dari peluncuran Puspa Collection, koleksi spesial Nada Puspita untuk menyambut Hari Kemerdekaan Indonesia.
Koleksi ini mengambil inspirasi dari keindahan Anggrek Bulan dan karakter ekspresif Pesisir Batik. Unsur tersebut kemudian diterjemahkan melalui permainan warna, motif, dan siluet yang memiliki karakter kuat.

Puspa Collection terdiri dari scarf dan ready-to-wear, mulai dari shirts, blouses, hingga dresses. Rangkaian tersebut dirancang sebagai statement pieces yang dapat mendukung berbagai bentuk ekspresi gaya perempuan.
Melalui dua koleksi tersebut, Buttonscarves dan Nada Puspita sama-sama menghadirkan cara berbeda untuk merayakan HUT ke-81 RI. Jika Buttonscarves bersama Sarinah menyoroti keberlanjutan warisan songket sebagai bagian dari identitas Indonesia, Nada Puspita membawa semangat kemerdekaan ke dalam gagasan mengenai kebebasan perempuan untuk berkarya dan mengekspresikan diri.








