Tak Melulu Dada Ayam, 8 Makanan Ini Juga Kaya Protein

Scarflovers, saatnya memperluas pilihan sumber protein dengan makanan yang mudah ditemukan dan diolah.

Bicara soal makanan tinggi protein, dada ayam memang sering menjadi pilihan utama, terutama bagi Anda yang sedang menjaga pola makan atau rutin berolahraga. Padahal, sumber protein sebenarnya cukup beragam dan tidak harus selalu berasal dari menu yang sama.

Protein sendiri punya peran penting bagi tubuh, mulai dari membantu memperbaiki jaringan, mendukung pembentukan antibodi, hingga membuat Anda merasa kenyang lebih lama. Jadi, Scarflovers yang mulai bosan dengan menu dada ayam setiap hari, masih banyak pilihan lain yang bisa dicoba.

Pilihan Makanan Tinggi Protein yang Bisa Jadi Alternatif

Mulai dari ikan hingga produk olahan kedelai, berikut beberapa makanan yang bisa Anda masukkan ke dalam menu sehari-hari agar asupan protein tetap terpenuhi tanpa harus makan dada ayam terus-menerus.

Telur

Mudah ditemukan dan praktis diolah, telur bisa menjadi salah satu pilihan protein yang paling simpel untuk dikonsumsi sehari-hari. Telur mengandung seluruh asam amino esensial yang dibutuhkan tubuh sehingga termasuk dalam kategori sumber protein lengkap.

Image: Pinterest

Selain protein, telur juga memiliki kandungan vitamin, mineral, lemak sehat, dan antioksidan. Anda bisa menikmatinya saat sarapan, sebagai lauk, atau dijadikan tambahan dalam berbagai menu.

Ikan

Kalau ingin pilihan yang lebih beragam, coba masukkan ikan ke dalam menu Anda, Scarflovers. Salmon, tuna, dan mackerel termasuk beberapa jenis ikan yang mengandung protein sekaligus omega-3.

Kandungan omega-3 pada ikan juga dikenal baik untuk mendukung kesehatan jantung. Untuk pilihan makanan laut dengan kadar merkuri yang lebih rendah, salmon, ikan teri, dan trout dapat menjadi beberapa alternatif.

Baca juga  Cara Agar Membuat Tubuh dan Pikiran Menjadi Lebih Rileks

Tahu dan Tempe

Tidak perlu jauh-jauh mencari protein nabati karena tahu dan tempe sudah menjadi bagian dari banyak hidangan sehari-hari. Keduanya berbahan dasar kedelai dan bisa menjadi pilihan ketika Anda ingin mengurangi konsumsi daging.

Tempe dan tahu juga cukup fleksibel untuk diolah menjadi berbagai menu. Sebagai gambaran, sekitar tiga perempat cangkir tahu mengandung kurang lebih 10 gram protein, sedangkan 3 ons tempe menyediakan sekitar 18 gram protein.

Daging Sapi Tanpa Lemak

Selain ayam, daging sapi tanpa lemak juga bisa menjadi sumber protein yang menarik untuk dimasukkan ke dalam menu. Kandungan zat besi dan vitamin B12 di dalamnya turut membantu mendukung produksi sel darah merah dan menjaga energi tubuh.

Agar lebih sesuai untuk pola makan yang ingin membatasi asupan lemak, pilih bagian daging yang lebih lean seperti sirloin atau tenderloin. Untuk daging sapi giling, Anda dapat memilih jenis dengan sekitar 90% kandungan daging tanpa lemak.

Greek Yogurt

Untuk Scarflovers yang suka sarapan praktis atau mencari camilan mengenyangkan, Greek yogurt bisa masuk dalam daftar pilihan. Dibandingkan yogurt biasa, jenis yogurt ini umumnya memiliki kandungan protein lebih tinggi karena melalui proses penyaringan yang mengurangi cairan berlebih.

Sebaiknya pilih plain Greek yogurt tanpa tambahan pemanis untuk menghindari asupan gula yang terlalu tinggi. Anda bisa membuatnya lebih menarik dengan menambahkan berries, kacang-kacangan, atau biji-bijian sebagai topping.

Baca juga  Gene Solutions Hadirkan Inovasi Kesehatan Berupa NIPT dan SPOT-MAS

Kedelai

Kedelai juga bisa menjadi sumber protein nabati yang patut dipertimbangkan. Selain protein, makanan ini mengandung serat serta sejumlah nutrisi seperti zat besi, magnesium, dan vitamin B.

Kedelai dapat diolah menjadi berbagai hidangan, misalnya ditambahkan ke dalam sup atau makanan berkuah. Jadi, Anda tetap bisa mendapatkan protein dari sumber nabati dengan menu yang tidak monoton.

Kacang-Kacangan dan Biji-Bijian

Almond, hazelnut, kenari, kacang tanah, chia seed, pumpkin seed, sunflower seed, hingga selai kacang bisa menjadi tambahan untuk meningkatkan asupan protein.

Tak hanya protein, makanan tersebut juga mengandung lemak sehat, vitamin, dan mineral. Namun, Scarflovers perlu tetap memperhatikan porsinya karena kacang dan biji-bijian relatif tinggi kalori serta lemak.

Keju Cottage

Keju cottage mungkin belum sepopuler Greek yogurt, tetapi kandungan proteinnya cukup menarik untuk dijadikan pilihan. Sekitar setengah cangkir keju cottage rendah lemak mengandung hampir sebanyak protein yang terdapat dalam dua butir telur dengan kalori yang relatif rendah.

Sebagian besar protein dalam keju cottage berasal dari kasein, yaitu protein susu yang dicerna lebih lambat. Kandungan ini membuat keju cottage dapat membantu memberikan rasa kenyang lebih lama dan cocok dijadikan menu sarapan atau camilan.

Jadi, kalau selama ini Scarflovers mengandalkan dada ayam untuk memenuhi kebutuhan protein, tidak ada salahnya mulai mencoba pilihan lainnya. Dengan mengombinasikan protein hewani dan nabati, menu sehari-hari bisa terasa lebih bervariasi sekaligus tetap bernutrisi.

Translate »