Erupsi Gunung Anak Krakatau (GAK) di Selat Sunda mulai terasa dampaknya hingga wilayah Jakarta dan sekitarnya. Berdasarkan pemantauan BMKG pada Minggu (6/9), sebaran abu vulkanik terdeteksi hingga Banten, DKI Jakarta, Jawa Barat, Lampung, dan Bengkulu.
Di Jakarta, abu vulkanik yang terbawa angin mulai mengganggu aktivitas warga. Abu dapat menempel di kendaraan, jalan, teras, hingga masuk ke dalam rumah. Warga yang tetap harus beraktivitas di luar ruangan juga perlu lebih waspada karena paparan abu dapat mengganggu pernapasan dan menyebabkan iritasi pada mata.
Dampaknya juga terasa di sejumlah wilayah lain di sekitar Jabodetabek. Bahkan, sebaran abu vulkanik ikut mengganggu aktivitas penerbangan. Bandara Soekarno-Hatta di Tangerang dan Bandara Halim Perdanakusuma di Jakarta termasuk sejumlah bandara yang terdampak.
Dengan kondisi abu yang masih bisa berubah mengikuti arah angin, masyarakat yang rumahnya mulai terkena abu sebaiknya tidak asal membersihkannya. Abu vulkanik bukan seperti debu rumah biasa. Kalau dibersihkan dengan cara yang salah, partikelnya justru bisa kembali beterbangan. Lantas, bagaimana cara membersihkan abu vulkanik di rumah?
1. Jangan Langsung Menyapu Abu yang Kering
Hal pertama yang perlu diperhatikan adalah jangan langsung menyapu abu dalam kondisi kering. Gerakan sapu bisa membuat partikel abu kembali beterbangan dan terhirup. Sebelum dibersihkan, basahi abu dengan sedikit air agar tidak mudah berhamburan.

Setelah itu, abu yang sudah lembap bisa dikumpulkan menggunakan sekop atau alat pembersih lainnya. Untuk permukaan dalam rumah, gunakan pel atau kain lembap.
Yang perlu diperhatikan, jangan menyiram abu dengan air secara berlebihan, terutama jika jumlahnya banyak. Abu yang bercampur air bisa menjadi berat dan berpotensi menyumbat saluran pembuangan.
2. Gunakan Masker dan Kacamata Pelindung
Sebelum mulai bersih-bersih, jangan lupa lindungi diri. Gunakan respirator yang mampu menyaring partikel halus, terutama ketika membersihkan area yang cukup banyak abunya. Kacamata pelindung juga bisa digunakan untuk mengurangi risiko abu masuk ke mata.
Kalau ada anak-anak atau anggota keluarga yang sensitif terhadap debu, sebaiknya tidak ikut dalam proses pembersihan.
3. Tutup Jendela dan Matikan AC Sementara
Kalau abu masih berjatuhan di luar, tutup pintu dan jendela rumah terlebih dahulu. AC dan kipas angin juga sebaiknya dimatikan sementara agar abu dari luar tidak semakin tersebar ke dalam ruangan. Setelah kondisi lebih aman, periksa filter AC dan bersihkan jika terdapat abu.


4. Bersihkan Furnitur dengan Kain Lembap
Abu yang masuk rumah biasanya tidak hanya berhenti di lantai. Meja, rak, kusen, jendela, dan berbagai permukaan lainnya juga bisa ikut tertutup abu. Gunakan kain mikrofiber atau kain lembap untuk membersihkannya. Hindari kemoceng atau kain kering karena bisa membuat abu kembali beterbangan. Bersihkan perlahan dari bagian atas ke bawah supaya permukaan yang sudah dibersihkan tidak kembali terkena abu.
5. Kalau Abu di Luar Rumah Cukup Tebal, Gunakan Sekop
Untuk abu yang menumpuk di halaman, teras, atau area luar rumah, gunakan sekop setelah abu dibuat sedikit lembap. Jika lapisannya cukup tebal, jangan berusaha menggesernya dengan air dalam jumlah besar. Kumpulkan abu sedikit demi sedikit dan masukkan ke kantong atau wadah yang kuat. Jangan membuang tumpukan abu ke selokan atau saluran air, karena bisa menyebabkan penyumbatan.
6. Hati-Hati Menggunakan Vacuum Cleaner
Vacuum cleaner memang terlihat seperti cara paling praktis untuk membersihkan abu, tetapi tidak semua jenis bisa digunakan. Kalau memiliki vacuum cleaner dengan filter HEPA, alat tersebut bisa digunakan untuk membantu membersihkan partikel halus. Namun, hindari menggunakan vacuum biasa yang tidak dirancang untuk menangani abu vulkanik karena partikel halusnya dapat kembali tersebar ke udara.

7. Jangan Lupa Bersihkan Kendaraan
Kalau kendaraan ikut terkena abu, jangan langsung mengelapnya dalam keadaan kering.
Partikel abu vulkanik dapat bersifat abrasif sehingga menggosok permukaan kendaraan saat masih kering berisiko membuat cat tergores. Basahi terlebih dahulu dengan air, kemudian cuci menggunakan air dan sabun.
Sebaran abu vulkanik bisa berubah tergantung arah dan kecepatan angin. Karena itu, meskipun kondisi di sekitar rumah sudah terlihat lebih bersih, abu masih bisa kembali turun. Masyarakat di wilayah terdampak sebaiknya tetap mengikuti informasi dari BMKG, Badan Geologi/PVMBG, BNPB, BPBD, dan pemerintah daerah.
Untuk sementara, jika abu masih terlihat di udara atau turun di sekitar rumah, kurangi aktivitas di luar ruangan dan gunakan masker saat harus keluar. Yang paling penting, jangan panik dan jangan asal membersihkan. Basahi abu terlebih dahulu, lindungi pernapasan, dan bersihkan secara perlahan supaya abu tidak kembali beterbangan dan mengganggu kesehatan.








