Keindahan Bulan Ramadan

11

Muslimah Creative Stream Fest 2021 selain berisi talk show dari berbagai influencer. Turut pula menghadirkan kajian Ramadan di Shopee Live Scarf Media Official oleh Ustaz Erick Yusuf. Kali ini ia memberikan tema dakwah edisi Ramadan yang membahas betapa menakjubkannya bulan Ramadan.

Ramadan merupakan bulan kesembilan menurut kalender Hijriah atau kalender Islam. Sehingga umat Muslim merayakan momentum ini sebagai bulan suci dengan menuaikan ibadah puasa untuk menjalankan kewajiban rukun Islam keempat. 

Di samping itu juga, seluruh umat Muslim di dunia memperingati bulan ini sebagai bulan spesial karena bulan diturunkannya kitab suci Al-Qur’an, sebagaimana Allah Subhanahu Wa Ta’ala berfirman:

شَهْرُ رَمَضَا نَ الَّذِيْۤ اُنْزِلَ فِيْهِ الْقُرْاٰ نُ هُدًى لِّلنَّا سِ وَ بَيِّنٰتٍ مِّنَ الْهُدٰى وَا لْفُرْقَا نِ ۚ فَمَنْ شَهِدَ مِنْكُمُ الشَّهْرَ فَلْيَـصُمْهُ ۗ وَمَنْ کَانَ مَرِيْضًا اَوْ عَلٰى سَفَرٍ فَعِدَّةٌ مِّنْ اَيَّا مٍ اُخَرَ ۗ يُرِيْدُ اللّٰهُ بِکُمُ الْيُسْرَ وَلَا يُرِيْدُ بِکُمُ الْعُسْرَ ۖ وَلِتُکْمِلُوا الْعِدَّةَ وَلِتُکَبِّرُوا اللّٰهَ 

عَلٰى مَا هَدٰٮكُمْ وَلَعَلَّکُمْ تَشْكُرُوْنَ

syahru romadhoonallaziii ungzila fiihil-qur-aanu hudal lin-naasi wa bayyinaatim minal-hudaa wal-furqoon, fa mang syahida mingkumusy-syahro falyashum-h, wa mang kaana mariidhon au ‘alaa safaring fa ‘iddatum min ayyaamin ukhor, yuriidullohu bikumul-yusro wa laa yuriidu bikumul-‘usro wa litukmilul-‘iddata wa litukabbirulloha ‘alaa maa hadaakum wa la’allakum tasykuruun

“Bulan Ramadan adalah (bulan) yang di dalamnya diturunkan Al-Qur’an, sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai petunjuk itu dan pembeda (antara yang benar dan yang batil). Karena itu, barang siapa di antara kamu ada di bulan itu, maka berpuasalah. Dan barang siapa sakit atau dalam perjalanan (dia tidak berpuasa), maka (wajib menggantinya), sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan mengagungkan Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, agar kamu bersyukur.”

(QS. Al-Baqarah 2: Ayat 185)

Banyak keberkahan yang diperoleh dari bulan Ramadan, salah satu juga ada Malam Lailatul Qadar atau Lailat Al-Qadar dalam bahasa Arab لَيْلَةِ الْقَدْرِ, malam ketetapan. Malam Lailatul Qadar adalah malam ketika Al-Qur’an diturunkan. Dalam QS. Al-Qadr 97: Ayat 1-5 dikatakan bahwa, 

“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam qadar. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan Roh (Jibril) dengan izin Tuhannya untuk mengatur semua urusan. Sejahteralah (malam itu) sampai terbit fajar.”

Diriwayatkan dari HR Bukhari 4/225 dan Muslim 1169, Lailatul Qadar itu pada sepuluh malam terakhir bulan Ramadan, hal ini berdasarkan hadis dari Aisyah yang mengatakan: ” Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beriktikaf di sepuluh hari terakhir bulan Ramadan dan dia bersabda, yang artinya: “Carilah malam Lailatulqadar di (malam ganjil) pada 10 hari terakhir bulan Ramadan.”

Image: Unsplash by Faseeh Fawaz

Hadirnya Lailatul Qadar adalah rahasia kuasa Allah. Namun, kita bisa menjalankan berbagai amalan shaleh untuk mendapatkan malam Lailatul Qadar atas izin Allah dengan tanda-tanda yang diberikan oleh-Nya. Misalnya, memaksimalkan kegiatan di bulan Ramadan sebagai bulan pengampunan dosa. Dengan cara berpuasa menahan makan dan minum dari shubuh ke magrib, menjaga nafsu, shalat lima waktu lebih awal, bersedekah, zakat, dzikir, menghatamkan al-Qur’an, tarawih, memohon ampunan sebanyak-banyaknya dan menjalankan sunnah sebagaimana yang diajarkan Rasulullah.

Image: Shopee Live Scarf Media Official

Ustaz Erick Yusuf mengatakan bahwa Allah Maha Pemaaf dan Allah Maha Pengampun maka, kita yang masih diberi kesempatan pada bulan Ramadan. Marilah bersama saling memperbanyak panjatkan doa setulus hati, memohon ampunan dan amalan sebagaimana bulan ini, In shaa Allah pahala akan dilipatgandakan. Jadi kita kembali menuju ke jalan Allah yang benar dengan memperbaiki diri dan lebih dekat kepada-Nya.

“Semoga kita bisa menjadi orang yang terkendali, berubah, berhijrah, sebagaimana puasa ulet, jangan jadi puasa ular. Kenapa? Beda, puasa ulet itu adalah puasa yang dari kita lihat ulet itu menjijikan kemudian menjadi kepompong. Tetapi kemudian berubah setelah berpuasa menjadi kupu-kupu yang indah. Tapi kalau ular berpuasa memang, tapi hanya ganti kulit saja. Jadi tetap saja seperti itu ya,” ujarnya.  

Maksud perumpamaan dari Ustaz Erick adalah berpuasalah dengan fokus dan teguhkanlah hati di bulan penuh ampunan dan berkah ini. Seperti pada ulat yang berubah menjadi suatu kupu-kupu yang indah di tengah metaformosis kupu-kupu. Lain hal dengan ular yang hanya berganti kulit saja. Semoga kita bersama dapat saling mengubah pribadi yang lebih baik dan istiqomah ya Scarf Lover! Aamiin ya rabbal alamin. 

(BR)