Anak Mudah Menyerah? Kenalkan Konsep Growth Mindset Sejak Dini

Melihat anak langsung menyerah ketika menghadapi sesuatu yang sulit tentu bisa membuat orang tua khawatir. Mulai dari tidak berhasil menyusun puzzle, kesulitan mengerjakan tugas, hingga gagal melakukan aktivitas yang baru dicoba, anak mungkin memilih berhenti karena merasa dirinya tidak mampu.

Padahal, kegagalan dan kesulitan merupakan bagian penting dari proses belajar. Di sinilah orang tua dapat mengenalkan growth mindset, yaitu pola pikir yang membantu anak memahami bahwa kemampuan dapat berkembang melalui usaha, latihan, dan kemauan untuk terus belajar.

four boys laughing and sitting on grass during daytime
Image: Robert Collins/Unsplash

Ajarkan Bahwa Kemampuan Bisa Berkembang

Anak perlu memahami bahwa tidak bisa melakukan sesuatu hari ini bukan berarti selamanya tidak mampu. Ketika anak berkata, “Aku memang nggak bisa,” orang tua dapat mengubahnya menjadi, “Aku belum bisa, tapi aku bisa belajar.”

Penggunaan kata “belum” sederhana, tetapi dapat membantu anak melihat kesulitan sebagai proses, bukan batas kemampuan dirinya.

Baca juga  6 Tips Menurunkan Berat Badan Setelah Melahirkan

Hargai Proses, Bukan Hanya Hasil

Ketika anak berhasil mendapatkan nilai bagus atau menyelesaikan sesuatu, jangan hanya memuji hasil akhirnya. Berikan apresiasi terhadap usaha yang sudah dilakukan.

Kalimat seperti, “Kamu tadi terus mencoba meskipun sempat kesulitan,” dapat membuat anak memahami bahwa ketekunan juga merupakan sesuatu yang patut dihargai.

selective photo of a girl holding bubbles
Image: Leo Rivas/Unsplash

Berikan Ruang untuk Mencoba dan Salah

Orang tua terkadang refleks membantu ketika melihat anak mengalami kesulitan. Namun, terlalu cepat mengambil alih justru dapat membuat anak kehilangan kesempatan untuk belajar menyelesaikan masalah sendiri.

Berikan waktu kepada anak untuk mencoba beberapa cara. Jika belum berhasil, orang tua dapat memberikan petunjuk kecil tanpa langsung memberikan jawabannya.

Jangan Takut dengan Kesalahan

Kesalahan sebaiknya tidak selalu dianggap sebagai sesuatu yang harus dihindari. Justru dari kesalahan, anak dapat mengetahui bagian mana yang perlu diperbaiki.

Baca juga  5 Prinsip Pengasuhan Anak Menurut Natasha Rizky dan Najeela Shihab

Saat anak gagal, hindari respons yang membuatnya merasa malu atau tidak mampu. Ajak anak melihat kembali apa yang terjadi dan tanyakan, “Menurut kamu, apa yang bisa dicoba dengan cara berbeda?”

Jadilah Contoh di Rumah

Growth mindset akan lebih mudah dipahami anak ketika melihat orang tua menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Orang tua bisa menunjukkan bahwa mereka juga dapat melakukan kesalahan, belajar dari pengalaman, dan mencoba kembali.

Pada akhirnya, mengajarkan growth mindset bukan berarti membuat anak harus selalu kuat atau pantang menyerah dalam setiap keadaan. Anak tetap boleh merasa kecewa, lelah, atau membutuhkan jeda. Yang terpenting, mereka belajar bahwa satu kegagalan tidak menentukan kemampuan dirinya untuk berkembang.

Translate »