Scarf Media Kupas Strategi Brand Lokal Menembus Pasar Global

Scarf Media Kupas Strategi Brand Lokal Menembus Pasar Global

Scarf Media kembali menggelar business gathering yang mempertemukan para pelaku industri modest fashion dalam sebuah sesi diskusi inspiratif. Acara yang berlangsung di Modest Luxe, Mall Sarinah pada 10 Maret 2025 ini menghadirkan CEO Scarf Media, Temi Sumarlin, serta CPO Napocut, Nada Zada, sebagai narasumber.

Kegiatan ini juga dihadiri oleh sejumlah brand owner yang memanfaatkan momen tersebut untuk saling belajar dan berbagi pengalaman mengenai perkembangan industri sekaligus peluang ekspansi ke pasar global.

Dalam sesi sharing tersebut, Nada Zada membagikan pengalaman Napocut dalam membangun brand hingga memiliki potensi untuk menembus pasar internasional. Ia menekankan bahwa langkah menuju global market harus dimulai dari pemahaman yang kuat terhadap identitas brand.

“Brand harus percaya diri dengan potensi yang dimiliki. Kita perlu tahu apa kekuatan brand kita dan bagaimana value itu bisa diterima oleh market global,” ujar Nada Zada.

Napocut sendiri telah berada di industri modest fashion selama lebih dari 20 tahun dengan mempertahankan brand heritage yang konsisten. Identitas brand yang kuat, termasuk inspirasi desain yang identik dengan sentuhan Parisian style, menjadi salah satu karakter yang membuat Napocut mudah dikenali oleh konsumen.

Baca juga  Talasi Ciptakan Produk Premium, yang Berdampak Bagi Masyarakat Lokal

Selain itu, kesiapan infrastruktur juga menjadi salah satu faktor penting dalam menjangkau pasar internasional. Menurut Nada, brand perlu memikirkan ekosistem penjualan yang memudahkan konsumen dari negara lain untuk mengakses produk.

“Infrastruktur itu penting, mulai dari website yang memungkinkan pembelian dari luar negeri sampai sistem pengiriman yang sudah diatur agar lebih mudah menjangkau market global,” jelasnya.

Di sisi lain, Napocut juga memperkuat fondasi di pasar domestik sebelum melakukan ekspansi lebih luas. Saat ini Napocut telah memiliki 22 store yang tersebar di berbagai kota besar di Indonesia, yang menjadi salah satu indikator kuatnya posisi brand di pasar lokal.

“Kalau ingin global, fondasi di domestik harus kuat dulu. Kita harus tahu apakah brand kita sudah siap untuk berkembang lebih luas atau belum,” tambah Nada.

Potensi pasar modest fashion global sendiri terus menunjukkan perkembangan. Pertumbuhan populasi muslim, tren gaya hidup modest, hingga ekspansi e-commerce membuka peluang besar bagi brand lokal untuk menjangkau konsumen internasional. Beberapa negara di Eropa seperti Prancis dan Belanda bahkan menjadi klaster pasar yang menarik karena memiliki komunitas muslim yang cukup besar.

Baca juga  Titi Kamal dan Tasya Farasya Berkolaborasi Mengeluarkan Lipstik Kamalia Beauty Double Treasure

Napocut juga telah mendapatkan validasi awal dari pasar internasional. Penjualan melalui website resmi sudah menjangkau konsumen di Malaysia dan Brunei. Sementara itu, lini activewear EasyOn bahkan sempat diuji dalam Berlin Marathon yang dikenakan oleh Soraya Larasati, membuktikan bahwa produknya mampu bersaing dengan standar kualitas global.

Melalui sesi sharing ini, para brand owner yang hadir tidak hanya mendapatkan insight mengenai strategi ekspansi global, tetapi juga memahami pentingnya membangun identitas brand yang kuat serta mempersiapkan fondasi bisnis sebelum melangkah lebih jauh.
Business gathering ini pun menjadi ruang diskusi yang membuka peluang kolaborasi sekaligus mendorong brand modest fashion Indonesia untuk semakin siap bersaing di pasar internasional.

Translate »