Scarf Media Gelar Content Creator & Creativepreneur Southeast Asia Gathering 2026 Bersama Pinterest Indonesia

Ruang Inspirasi Industri Kreatif Asia Tenggara

Industri kreatif digital terus berkembang dengan cepat, termasuk di kawasan Asia Tenggara yang kini dipenuhi creator, entrepreneur, hingga komunitas kreatif dengan ide-ide inovatif. Melihat perkembangan tersebut, Scarf Media kembali menghadirkan acara inspiratif bertajuk Scarf Media Content Creator & Creativepreneur Southeast Asia Gathering 2026 presented by Pinterest Indonesia yang diselenggarakan pada 26 Mei 2026 melalui webinar Zoom.

Image: Scarf Media

Acara ini menjadi ruang diskusi sekaligus networking bagi para content creator, creativepreneur, dan pelaku industri kreatif dari Indonesia, Malaysia, hingga Singapura untuk berbagi insight mengenai tren konten, perkembangan platform digital, dan arah industri kreatif di masa depan.

Membahas Tren Industri Kreatif Asia Tenggara

Webinar ini menghadirkan berbagai pembahasan menarik mengenai bagaimana creator masa kini dapat terus berkembang di tengah perubahan tren digital yang sangat cepat.

Tidak hanya membahas soal konten, acara ini juga menyoroti bagaimana platform visual kini semakin memengaruhi keputusan audiens, mulai dari inspirasi lifestyle, fashion, beauty, hingga shopping behavior.

Scarflover, fenomena ini menunjukkan bahwa dunia kreatif saat ini tidak lagi hanya tentang membuat konten viral, tetapi juga bagaimana creator mampu membangun konten yang memiliki nilai jangka panjang dan relevan bagi audiens.

Pinterest Kini Jadi Platform Inspirasi Visual Global

Dalam sesi webinar, Marfanisha Arsyad selaku Lead Strategic Partner of Pinterest Indonesia menjelaskan bahwa Pinterest kini berkembang menjadi global community platform dengan audiens yang memiliki high intent.

Menurutnya, Pinterest bukan hanya media sosial biasa, tetapi sudah menjadi AI-powered visual search platform yang membantu pengguna menemukan inspirasi sekaligus mengambil keputusan.

“Pinterest is the primary destination for home inspiration and shopping,” jelas Marfanisha dalam sesi presentasinya.

Hal ini menunjukkan bagaimana perilaku pengguna digital kini semakin mengarah pada pencarian visual yang lebih personal dan terkurasi.

Baca juga  Teduh Festival Vol.2 Digelar Aksi Nyata Tingkatkan Kesadaran Keberlanjutan

Modest Fashion Jadi Salah Satu Top Search di Indonesia

Menariknya, beberapa kategori pencarian terbesar di Indonesia di Pinterest saat ini meliputi women’s fashion, home decor, food & drinks, electronics, hingga beauty.

Marfanisha juga menjelaskan bahwa modest fashion kini menjadi bagian penting dari kategori women’s fashion yang terus berkembang di platform Pinterest.

Scarflover, kondisi ini memperlihatkan bahwa industri modest fashion Indonesia masih memiliki potensi besar secara digital, terutama karena masyarakat kini semakin aktif mencari inspirasi outfit, styling, hingga lifestyle Muslimah melalui platform visual.

Konten Kini Harus Lebih “Future Content”

Salah satu insight menarik yang dibahas dalam webinar adalah bagaimana creator masa kini perlu mulai membuat konten yang lebih tahan lama dan tidak hanya mengikuti tren sesaat.

Pinterest memperkenalkan fitur seperti “saved for later” yang membantu audiens menyimpan inspirasi untuk digunakan kembali di masa depan. Karena itu, konten yang bersifat evergreen dan informatif kini dinilai lebih memiliki nilai jangka panjang.

Tidak hanya itu, beberapa strategi repurpose content juga dibahas dalam webinar, seperti:

  • mengorganisasi board dengan lebih rapi,
  • menambahkan produk pada konten,
  • melengkapi informasi relevan,
  • hingga melakukan tag product dengan link yang sesuai.

Strategi ini dinilai penting agar creator tidak hanya fokus pada engagement sesaat, tetapi juga membangun konten yang searchable dan sustainable.

Hadirkan Creator dari Berbagai Negara Asia Tenggara

Webinar ini juga dihadiri oleh berbagai creator dan peserta dari Asia Tenggara seperti Zakeerah, Dya Liedya, hingga Putri Dwiandari.

Kehadiran peserta lintas negara membuat diskusi terasa lebih luas karena setiap negara memiliki tren audiens dan pendekatan kreatif yang berbeda.

Pinterest Predict 2026 Fokus pada Personal Wellbeing

Dalam kesempatan tersebut, Pinterest juga membagikan Pinterest Predict 2026 yang mengangkat cultural scenario mengenai personal wellbeing.

Baca juga  Campaign.com dan Xendit Dukung UMKM Halal dengan Menggelar Webinar Edukatif!

Topik ini dibagi menjadi tiga fokus utama, yaitu:

  • emotional comfort & belonging,
  • curating and not copying,
  • dan grounded optimism.

Insight tersebut menunjukkan bahwa audiens digital kini mulai mencari konten yang terasa lebih authentic, relatable, dan memberikan kenyamanan emosional dibanding sekadar mengikuti tren yang cepat berganti.

Data Pinterest juga menyebutkan bahwa sebanyak 26% Gen Z secara global merasa semakin tertekan dengan tren yang terus berubah di media sosial.

Karena itu, platform visual seperti Pinterest dinilai berkembang lebih cepat karena menawarkan pengalaman yang lebih personal dan tidak terlalu kompetitif dibanding platform lain.

Pinterest Tumbuh Lebih Cepat dalam Beberapa Tahun Terakhir

Dalam webinar juga dijelaskan bahwa Pinterest mengalami pertumbuhan hingga 4,4 kali lebih cepat sejak 2018 hingga 2023.

Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh perubahan perilaku digital masyarakat yang kini lebih suka mencari inspirasi visual untuk kebutuhan lifestyle, self-expression, hingga keputusan belanja.

Scarflover, kondisi ini memperlihatkan bahwa masa depan industri kreatif kemungkinan akan semakin fokus pada meaningful content, visual discovery, dan komunitas yang lebih niche namun loyal.

Industri Kreatif Kini Bergerak ke Arah yang Lebih Personal

Melalui webinar ini, Scarf Media dan Pinterest Indonesia menunjukkan bahwa industri kreatif Asia Tenggara sedang bergerak menuju era baru yang lebih personal, intentional, dan berbasis komunitas.

Creator kini tidak hanya dituntut untuk cepat mengikuti tren, tetapi juga mampu membangun identitas, nilai, dan koneksi emosional dengan audiens mereka.

Karena pada akhirnya, konten yang paling bertahan bukan hanya yang viral sesaat, tetapi yang mampu memberi inspirasi dan relevansi dalam kehidupan sehari-hari audiensnya.

Translate »