Dampak Invasi Rusia, Merek Fashion Terkemuka Dunia Sepakat Hentikan Penjualan

Apa saja dampaknya?

85

Konflik di Ukraina akibat invasi Rusia telah membuat sejumlah negara geram hingga menjatuhkan sanksi besar-besaran kepada Rusia.

Tidak ketinggalan, sejumlah label fashion ternama pun ikut serta menyatakan sikap ketegasannya dengan menutup segala kegiatan bisnis di Rusia untuk sementara waktu.

Dilansir Reuters, adapun label fashion terkemuka di dunia itu antara lain, Hermes, LVMH, Kering, Richemont, dan Chanel.

Label fashion mewah, LVMH yang menaungi merek kenamaan seperti Christian Dior, Givenchy, Kenzo, TAG Heuer, dan Bulgari akan menutup 124 butik miliknya di Rusia. LVMH pun menjamin pembayaran gaji 3.500 karyawannya.

Label ternama Kering, yang memiliki sejumlah merek populer seperti Gucci, Saint Laurent, Bottega Veneta, dan Boucheron pun berencana akan membayar gaji 180 pegawainya.

Bersamaan dengan itu, Richemont yang meliputi merek Dunhill, Montblanc, Piaget, Jaeger-LeCoultre, dan Van Cleef & Arpels tengah menangguhkan kegiatan komersial di Rusia pada 3 Maret lalu. Sebelum itu, pihaknya telah menghentikan kegiatan operasional pada 24 Februari lalu, tepat saat Rusia melancarkan invasi ke Ukraina.

Berbeda dengan Hermes, yang mempunyai tiga butik di Moskow, berniat akan membuka gerai di St. Petersbug akhir tahun ini.

Image : reuters.com

Berbagai keputusan untuk menghentikan segala kegiatan bisnis label fashion mewah tersebut, dinilai tidak terlalu berdampak signifikan.

Bank investasi Jefferies melaporkan bahwa total penjualan barang mewah tahunan di Rusia mencapai 9 miliar USD per tahun, yang hanya 6 persen dari total di China, dan 14 persen pengeluaran dari AS, kedua negara disebut sebagai pasar barang mewah terbesar.

Dalam rangka mendukung penghentian segala bentuk invasi Rusia ke Ukraina, sejumlah desainer dan rumah mode lantang menyuarakan aspirasi dan dukungan kepada Ukraina. Balenciaga tidak hanya memberikan donasi, melainkan juga menjadikan media sosial miliknya sebagai medium untuk melaporkan kabar tekini terkait situasi di Ukraina.

Richemont, LVMH, dan Kering pun telah mengumpulkan dan menyumbangkan dana untuk membantu pengungsi di Ukraina.