Setiap orang pernah merasakan hati yang gelisah. Ada kalanya kegelisahan muncul karena pekerjaan yang menumpuk, masalah keluarga, kekhawatiran tentang masa depan, atau ujian hidup yang datang silih berganti. Dalam Islam, perasaan tersebut adalah hal yang manusiawi. Namun, seorang Muslim diajarkan untuk kembali mengingat Allah SWT sebagai tempat memohon pertolongan dan ketenangan.
Salah satu doa yang dianjurkan Rasulullah SAW ketika dilanda kegelisahan diriwayatkan oleh Ahmad ibn Hanbal, yaitu:
اللَّهُمَّ إِنِّي عَبْدُكَ، وَابْنُ عَبْدِكَ، وَابْنُ أَمَتِكَ، نَاصِيَتِي بِيَدِكَ، مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ، عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ، أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ…
Artinya, “Ya Allah, sesungguhnya aku adalah hamba-Mu, anak dari hamba-Mu, anak dari hamba perempuan-Mu. Ubun-ubunku berada di tangan-Mu. Berlaku atasku ketetapan-Mu dan adil keputusan-Mu. Aku memohon kepada-Mu dengan setiap nama yang menjadi milik-Mu…” hingga akhir doa yang memohon agar Al-Qur’an menjadi penyejuk hati, cahaya dada, penghilang kesedihan, dan pelepas kegelisahan.
Mengingat Allah Membuat Hati Menjadi Tenang
Selain membaca doa, Al-Qur’an juga mengingatkan bahwa ketenangan sejati datang ketika seorang hamba senantiasa mengingat Allah SWT. Allah berfirman:
“Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram.” (QS. Ar-Ra’d: 28)
Ayat ini menjadi pengingat bahwa di tengah berbagai persoalan hidup, memperbanyak zikir, membaca Al-Qur’an, dan berdoa dapat menjadi cara untuk menenangkan hati. Ketenangan bukan berarti semua masalah langsung selesai, tetapi Allah memberikan kekuatan agar kita mampu melewatinya dengan lebih sabar.
Jangan Berputus Asa dari Rahmat Allah
Saat kegelisahan terasa begitu berat, jangan biarkan hati dikuasai rasa putus asa. Allah SWT berfirman:
“Janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sungguh, Dialah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Az-Zumar: 53)
Ayat ini mengajarkan bahwa sebesar apa pun ujian yang dihadapi, pintu rahmat Allah selalu terbuka bagi hamba yang kembali kepada-Nya dengan penuh harap.
Perbanyak Doa dan Ikhtiar
Scarf Lover, ketika hati mulai terasa sempit, luangkan waktu sejenak untuk berwudu, melaksanakan salat sunnah jika memungkinkan, membaca doa-doa yang diajarkan Rasulullah SAW, dan memperbanyak zikir. Jangan lupa untuk tetap berikhtiar mencari solusi atas masalah yang dihadapi, karena tawakal bukan berarti berhenti berusaha.
Semoga dengan membiasakan diri mendekat kepada Allah SWT, hati menjadi lebih tenang, langkah terasa lebih ringan, dan setiap ujian dapat dihadapi dengan penuh keyakinan bahwa pertolongan-Nya selalu dekat bagi hamba yang berserah diri.








