Respons “Minum Air Hangat”, Laurier Dorong Empati Nyata Lewat Comfort Made Together

Maudy Ayunda menekankan pentingnya komunikasi empatik dalam mendukung perempuan saat menstruasi

Di tengah meningkatnya kesadaran akan pentingnya pemberdayaan perempuan, masih ada satu pengalaman biologis yang sering kali belum mendapatkan perhatian yang memadai, yaitu menstruasi. Padahal, fase ini tidak hanya membawa perubahan secara fisik, tetapi juga emosional. Sayangnya, banyak perempuan masih menghadapi respons yang cenderung normatif ketika mengungkapkan keluhannya.

Kalimat seperti “coba istirahat dulu” atau “minum air hangat nanti juga reda” kerap menjadi jawaban spontan yang diberikan oleh orang di sekitar. Meskipun terdengar penuh perhatian, respons tersebut sering kali tidak benar-benar menjawab kebutuhan yang dirasakan. Bahkan, dalam beberapa kasus, hal ini justru membuat perempuan merasa tidak dipahami.

Fenomena tersebut diangkat dalam acara Laurier Comfort Made Together yang mengusung tema Building a Supportive World Around Her. Diselenggarakan bertepatan dengan peringatan Hari Kartini di Jakarta, acara ini menjadi wadah diskusi yang menyoroti pentingnya membangun lingkungan yang lebih suportif bagi perempuan, khususnya saat mereka sedang mengalami menstruasi.

mage: Laurier

Dalam sesi bincang-bincang, penyanyi dan aktris Maudy Ayunda yang hadir sebagai Brand Ambassador Laurier menegaskan bahwa bentuk dukungan yang dibutuhkan perempuan tidak selalu berupa solusi atau nasihat.

“Kadang kita merasa sedang membantu dengan memberi solusi atau nasihat. Padahal yang dibutuhkan justru pertanyaan sederhana seperti ‘kamu butuh apa?’ atau ‘rasanya bagaimana?’,” ujarnya.

Baca juga  Koleksi Uniqlo Lifewear Spring/Summer 2024, Gaya Pakaian Fungsional di Aktivitas yang Padat

Pernyataan tersebut menyoroti pentingnya mengubah pola komunikasi yang selama ini cenderung satu arah menjadi lebih terbuka dan empatik. Menurut Maudy, perempuan sering kali tetap menjalani aktivitas sehari-hari dengan tuntutan untuk tetap produktif, meskipun sedang berada dalam kondisi yang tidak nyaman, baik secara fisik maupun emosional.

Image: Laurier

Dalam situasi tersebut, kehadiran lingkungan yang suportif menjadi sangat penting. Dukungan tidak selalu harus berbentuk tindakan besar, tetapi bisa dimulai dari hal sederhana, seperti mendengarkan tanpa menghakimi.

“Bentuknya bisa sesederhana bertanya. Itu membuat kita merasa didengar dan dianggap penting,” tambahnya.

Selain itu, Maudy juga menekankan pentingnya komunikasi terbuka, terutama dalam hubungan dengan pasangan. Dengan adanya pemahaman mengenai siklus menstruasi, termasuk fase pramenstruasi, diharapkan tercipta hubungan yang lebih sehat dan saling mendukung.

Image: Laurier

Pandangan ini sejalan dengan yang disampaikan oleh Susilowati, Vice President Marketing Kao Indonesia. Ia menjelaskan bahwa kebiasaan memberikan respons “template” sering kali muncul karena keinginan untuk membantu secara cepat, namun tidak selalu tepat sasaran.

“Banyak orang sebenarnya ingin membantu, tetapi tidak selalu memahami bagaimana cara memberikan dukungan yang tepat,” ungkapnya.

Melalui kampanye Comfort, Made Together, Laurier berupaya mengajak masyarakat untuk mengubah kebiasaan tersebut. Kampanye ini tidak hanya menjadi bagian dari rebranding, tetapi juga membawa pesan yang lebih luas tentang pentingnya empati dalam kehidupan sehari-hari.

Baca juga  E-commerce Menjadi Gaya Hidup Berbelanja Baru di Tengah Pandemi
Image: Laurier

Pendekatan yang ditawarkan pun relatif sederhana dan dapat langsung diterapkan. Mulai dari mendengarkan tanpa terburu-buru memberi solusi, hadir tanpa asumsi, hingga memberikan respons yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan individu. Hal ini menunjukkan bahwa dukungan yang bermakna tidak selalu kompleks, tetapi berakar pada ketulusan.

Lebih jauh lagi, kampanye ini juga berkontribusi dalam mendorong perubahan cara pandang masyarakat terhadap menstruasi. Isu yang sebelumnya dianggap tabu atau kurang penting kini mulai dibicarakan secara lebih terbuka. Hal ini menjadi langkah awal untuk menciptakan ruang yang lebih aman dan inklusif bagi perempuan.

Dengan membiasakan diri untuk lebih peka dan responsif, masyarakat dapat membantu mengurangi beban emosional yang kerap dirasakan perempuan selama menstruasi. Kehadiran yang tulus, disertai dengan kemauan untuk mendengarkan, dapat memberikan dampak yang jauh lebih besar dibanding sekadar nasihat singkat.

Pada akhirnya, Laurier Comfort Made Together mengingatkan bahwa dukungan yang nyata tidak terletak pada seberapa cepat kita memberi solusi, tetapi pada seberapa dalam kita mampu memahami. Ketika empati menjadi kebiasaan, maka lingkungan yang lebih suportif bagi perempuan bukan lagi sekadar harapan, melainkan sesuatu yang dapat diwujudkan bersama.

Translate »