Melansir dari Vogue, Jepang kerap menjadi rujukan ketika membahas pola hidup sehat dan umur panjang. Tak hanya dikenal sebagai rumah bagi salah satu Blue Zone di dunia, yakni Okinawa, negara ini juga secara konsisten menempati peringkat teratas dalam angka harapan hidup. Salah satu faktor yang diyakini berperan besar adalah pola makan masyarakatnya yang kaya nutrisi dan minim makanan olahan.
Di berbagai wilayah Jepang, terutama bagian timur, terdapat satu menu sarapan tradisional yang sudah lama menjadi favorit masyarakat setempat, yaitu natto. Meski memiliki aroma yang cukup tajam dan tekstur yang unik, makanan berbahan dasar kedelai fermentasi ini dikenal menyimpan banyak manfaat bagi kesehatan tubuh.
Apa Itu Natto?
Natto merupakan makanan tradisional Jepang yang dibuat dari kedelai yang difermentasi menggunakan bakteri Bacillus subtilis. Menurut cerita yang berkembang di Jepang, natto ditemukan secara tidak sengaja pada masa samurai ketika kedelai rebus disimpan di dalam jerami dan mengalami proses fermentasi alami.
Sekilas, natto mungkin terlihat tidak biasa. Teksturnya lengket dan berserat, dengan rasa gurih yang cukup kuat serta aroma khas yang cukup menyengat. Namun di balik tampilannya tersebut, natto menyimpan kandungan gizi yang sangat melimpah.
Dalam 100 gram natto terkandung protein dalam jumlah tinggi, serat, lemak sehat, kalium, serta kalsium yang penting untuk mendukung berbagai fungsi tubuh. Karena itulah makanan ini sering dianggap sebagai salah satu superfood tradisional Jepang.

Baik untuk Kesehatan Usus dan Sistem Imun
Salah satu keunggulan utama natto terletak pada kandungan probiotiknya. Probiotik merupakan mikroorganisme baik yang membantu menjaga keseimbangan bakteri di dalam usus. Ketika kesehatan usus terjaga, proses pencernaan pun dapat berjalan lebih optimal.
Tak hanya itu, kondisi mikrobioma usus yang sehat juga berkaitan erat dengan sistem kekebalan tubuh. Mengingat sebagian besar sel imun berada di saluran pencernaan, konsumsi makanan kaya probiotik seperti natto dinilai dapat membantu tubuh lebih siap melawan berbagai gangguan kesehatan.
Mendukung Kesehatan Tulang
Natto juga dikenal sebagai sumber vitamin K yang sangat baik. Nutrisi ini berperan penting dalam menjaga kepadatan tulang sekaligus membantu proses pembekuan darah yang normal.
Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Nutrition pada tahun 2020 menunjukkan bahwa konsumsi natto secara rutin berpotensi berkaitan dengan risiko patah tulang akibat osteoporosis yang lebih rendah pada perempuan pascamenopause di Jepang. Kandungan vitamin K yang tinggi disebut menjadi salah satu faktor pendukung manfaat tersebut.
Membantu Menjaga Kesehatan Jantung
Selain kaya protein dan probiotik, natto juga mengandung lemak tak jenuh ganda atau polyunsaturated fats yang dikenal lebih ramah bagi kesehatan jantung. Berdasarkan tinjauan ilmiah yang dipublikasikan pada tahun 2022, jenis lemak ini dapat membantu menurunkan kadar kolesterol sekaligus mengurangi risiko penyakit jantung dan stroke.
Kombinasi antara serat, protein nabati, serta lemak sehat menjadikan natto sebagai pilihan makanan yang baik untuk mendukung kesehatan kardiovaskular dalam jangka panjang.
Bagaimana Cara Menikmati Natto?
Karena memiliki rasa yang cukup kuat, natto biasanya disajikan bersama nasi hangat dan berbagai pelengkap lain untuk menyeimbangkan cita rasanya. Beberapa orang menikmatinya dengan tambahan kimchi, daun bawang, minyak wijen, rumput laut, mustard Jepang, hingga alpukat.
Selain disantap sebagai menu sarapan, natto juga bisa dicampurkan ke dalam sushi, aneka grain seperti quinoa dan barley, sup miso, maupun hidangan mi khas Jepang seperti udon.
Meski mungkin membutuhkan waktu untuk beradaptasi dengan aroma dan teksturnya, natto tetap menjadi salah satu makanan tradisional Jepang yang menarik untuk dicoba, terutama bagi mereka yang ingin menerapkan pola makan sehat ala negeri sakura.








