Politikus sayap kanan Prancis Julien Odoul menuai kritik setelah membagikan foto seorang perempuan Muslim yang telah dimodifikasi menggunakan kecerdasan buatan atau AI. Dalam foto tersebut, hijab dan pakaian panjang perempuan itu secara digital diubah sehingga memperlihatkan rambut serta pakaian yang lebih terbuka.
Odoul, yang merupakan anggota parlemen sekaligus juru bicara partai sayap kanan National Rally (Rassemblement National/RN), membagikan gambar tersebut melalui akun X pada 5 September 2026. Ia menambahkan keterangan “LIBERTÉ FRANÇAISE!” atau “KEBEBASAN PRANCIS!” dalam unggahannya.
Foto Perempuan Diubah Menggunakan AI

Foto asli sebelumnya memperlihatkan seorang perempuan mengenakan hijab dan pakaian panjang berwarna merah muda ketika sedang berjalan di sebuah jalan. Foto tersebut awalnya dibagikan oleh anggota parlemen dari kelompok La France Insoumise (LFI), Aly Diouara, dengan keterangan “Liberté”.
Odoul kemudian mengunggah versi lain dari foto tersebut. Menggunakan AI, hijab perempuan tersebut dihilangkan dan rambutnya dibuat terlihat. Pakaian panjang yang dikenakannya juga diubah menjadi atasan tanpa lengan berwarna putih dan celana.
Penggunaan AI tersebut kemudian mendapat sorotan karena gambar yang dimodifikasi bukanlah foto orang fiktif, melainkan menggambarkan seorang perempuan nyata.
Bertepatan dengan Perdebatan soal Larangan Hijab
Unggahan Odoul muncul di tengah kembali menghangatnya perdebatan mengenai penggunaan hijab di ruang publik Prancis.
Sejumlah politisi dari National Rally diketahui mendorong pembatasan terhadap penggunaan hijab di ruang publik. Jean-Philippe Tanguy, misalnya, disebut mendukung gagasan pelarangan hijab dan kemungkinan pemberian denda bagi perempuan yang tetap mengenakannya apabila RN berkuasa. Sementara itu, pemimpin RN Jordan Bardella menyatakan bahwa persoalan tersebut dapat diputuskan melalui referendum.
Pada awal September, pengacara sekaligus anggota Ligue des droits de l’Homme, Arié Alimi, juga mengecam gagasan tersebut sebagai bentuk diskriminasi terhadap perempuan Muslim.
Bukan Pertama Kali Odoul Disorot karena Isu Hijab
Ini bukan pertama kalinya Julien Odoul menjadi sorotan karena pernyataannya mengenai hijab. Pada 2019, ia pernah meminta seorang pendamping kegiatan sekolah yang mengenakan hijab untuk melepasnya ketika berada dalam sidang dewan regional Bourgogne-Franche-Comté.
Dalam perkembangan terbaru, Odoul juga tercatat mengajukan pertanyaan resmi di parlemen mengenai penggunaan simbol Islam dalam olahraga. Pada Juli 2026, ia mempertanyakan kehadiran seorang anak perempuan berhijab dalam seremoni sebelum pertandingan Prancis di Piala Dunia 2026.
Kontroversi terbaru ini kembali memperlihatkan bagaimana isu hijab dan kebebasan beragama menjadi bagian dari perdebatan politik di Prancis. Di sisi lain, penggunaan AI untuk mengubah penampilan perempuan nyata tanpa persetujuan turut memunculkan pertanyaan lebih luas mengenai batas etika teknologi ketika digunakan terhadap identitas dan tubuh seseorang.








