Lebih dari Sekadar Tempat Ngopi, Kafe di China Ini Menyatu dengan Tebing Pegunungan

Mengusung konsep weak design, Yandangshan Cliff Cafe berhasil menciptakan ruang yang selaras dengan alam sekaligus meraih penghargaan interior bergengsi.

Menikmati secangkir kopi sambil memandangi pegunungan mungkin sudah biasa. Tapi bagaimana jika tempat ngopinya berada di atas tebing setinggi sekitar 100 meter? Pengalaman itulah yang ditawarkan Yandangshan Cliff Cafe.

Sebuah kafe unik yang berada di kawasan wisata Pegunungan Yandang, Zhejiang, China. Berkat desainnya yang menyatu dengan lanskap alam, kafe ini berhasil meraih penghargaan Interior Project of the Year sekaligus Bar & Cafe Interior of the Year 2025.

Image: slow coral design

Dirancang oleh studio arsitektur Slow Coral, Yandangshan Cliff Cafe mengusung konsep weak design, yaitu pendekatan desain yang mengedepankan kesederhanaan agar bangunan tidak mengambil perhatian dari alam di sekitarnya.

Material seperti dek kayu dan dinding kaca dipilih untuk memberikan sudut pandang terbaik ke arah pegunungan, sekaligus meminimalkan dampak terhadap lingkungan. Hasilnya, bangunan ini terlihat seolah menjadi bagian dari tebing, bukan berdiri di atasnya.

Baca juga  5 Danau Bak Negeri Dongeng

Dari area duduk yang berada tepat di sisi tebing, pengunjung dapat menikmati kopi yang baru diseduh sambil memandangi deretan pegunungan hijau, lembah, hingga desa-desa yang terlihat dari kejauhan. Suasana semakin terasa menenangkan berkat suara air terjun yang mengalir dari lereng Pegunungan Yandang.

Bagi yang ingin mencari pengalaman lebih menantang, tersedia pula jalur pejalan kaki yang menggantung di sisi tebing, sehingga pengunjung bisa menikmati panorama dari sudut yang berbeda. Tak heran jika kafe ini juga menjadi salah satu spot favorit untuk diabadikan menggunakan drone karena tampilannya terlihat begitu dramatis dari udara.

Slow Coral Design

Dari Bekas Tambang Menjadi Destinasi Wisata

Siapa sangka, kawasan yang kini dipenuhi wisatawan ini dulunya merupakan area tambang batu kapur. Pada era 1970-an, aktivitas pertambangan sempat menyebabkan kerusakan pegunungan serta pencemaran udara dan sungai. Hingga akhirnya pada tahun 2003, aktivitas tambang dihentikan dan kawasan tersebut mulai menjalani proses restorasi ekologis.

Baca juga  Tibet: Negeri Atap Dunia

Kini, bekas area tambang itu telah bertransformasi menjadi ruang rekreasi yang memadukan keindahan alam dengan desain modern tanpa menghilangkan karakter aslinya. Kehadiran Yandangshan Cliff Cafe menjadi bukti bahwa sebuah bangunan tak harus mencolok untuk meninggalkan kesan.

Justru dengan menghormati alam dan membiarkan lanskap menjadi tokoh utamanya, kafe ini berhasil menghadirkan pengalaman ngopi yang tak hanya indah dipandang, tetapi juga sulit dilupakan.

Translate »