Di usia yang masih sangat muda, nama Lamine Yamal telah menjelma menjadi salah satu bintang paling bersinar di sepak bola Spanyol. Pemain yang memperkuat Barcelona itu tak hanya mencuri perhatian berkat kemampuan olah bolanya, tetapi juga karena sikap rendah hati dan keterbukaannya dalam menjalankan keyakinan sebagai seorang Muslim.
Lamine Yamal lahir di Esplugues de Llobregat, Spanyol, dari ayah berdarah Maroko dan ibu berdarah Guinea Ekuatorial. Ia tumbuh dalam keluarga yang menjunjung nilai-nilai Islam, yang kemudian membentuk karakter, kedisiplinan, serta cara pandangnya dalam menjalani kehidupan, baik di dalam maupun di luar lapangan.
Menjadikan Al-Fatihah sebagai Ikhtiar Sebelum Bertanding
Melansir dari media sosial Infavibe, Lamine Yamal mengungkapkan bahwa ia memiliki kebiasaan membaca Surah Al-Fatihah sebelum menjalani pertandingan. Kebiasaan tersebut bukan datang begitu saja, melainkan merupakan nasihat yang diwariskan oleh sang nenek sejak dirinya masih kecil.
Yamal mengatakan,
“Aku membaca Al-Fatihah dan juga mengucapkan beberapa doa yang nenekku ajarkan kepadaku. Beliau selalu menasihatiku untuk membacanya sebelum setiap pertandingan agar Tuhan memberkatiku.”
Bagi Yamal, membaca Al-Fatihah menjadi salah satu bentuk ikhtiar dan doa sebelum berusaha memberikan penampilan terbaik di lapangan. Kebiasaan sederhana itu terus ia pertahankan meski kini tampil di level tertinggi sepak bola dunia.
Terbuka Menjalankan Ajaran Islam
Lamine Yamal juga dikenal sebagai sosok yang terbuka mengenai identitasnya sebagai seorang Muslim. Dalam salah satu kesempatan, ia pernah menegaskan keyakinannya melalui media sosial dengan mengatakan, “I am Muslim, alhamdulillah.” Pernyataan tersebut disampaikan sebagai respons terhadap nyanyian bernada tidak menghormati agama saat laga Spanyol melawan Mesir.
Selain itu, Yamal juga beberapa kali terlihat melakukan sujud syukur setelah mencetak gol. Di tengah jadwal kompetisi yang padat, ia tetap berusaha menjalankan ibadah salat dan berpuasa saat Ramadan sebagai bagian dari komitmennya terhadap ajaran Islam.
Mengajarkan Pentingnya Ikhtiar dan Tawakal
Kisah Lamine Yamal menunjukkan bahwa kesuksesan tidak hanya dibangun melalui kerja keras dan bakat, tetapi juga diiringi dengan doa serta keyakinan kepada Allah SWT. Kebiasaan membaca Al-Fatihah sebelum bertanding menjadi pengingat bahwa setiap usaha dapat diawali dengan memohon keberkahan dan pertolongan-Nya.
Di tengah sorotan dunia terhadap prestasinya, Yamal tetap menjaga nilai-nilai yang diajarkan keluarganya. Warisan sederhana dari sang nenek itu kini menjadi bagian dari perjalanan seorang pemain muda yang terus menorehkan prestasi di panggung sepak bola internasional sekaligus menginspirasi banyak orang untuk tidak melupakan doa dalam setiap langkah kehidupan.








