Amalan Doa dan Zikir yang Dianjurkan di Hari Jumat

Lima bacaan yang dapat diamalkan setelah menunaikan salat Jumat, lengkap dengan bacaan dan artinya.

Hari Jumat menjadi salah satu hari yang memiliki banyak keutamaan bagi umat Islam. Selain menjadi waktu pelaksanaan salat Jumat bagi laki-laki Muslim, Jumat juga menjadi momentum yang baik untuk memperbanyak ibadah, zikir, serta memanjatkan doa kepada Allah SWT.

Ada sejumlah doa dan zikir yang dapat diamalkan pada hari Jumat, termasuk setelah menunaikan salat Jumat. Bacaan-bacaan tersebut dapat menjadi ikhtiar untuk memohon ampunan, perlindungan, ketenangan, hingga keberkahan dalam kehidupan.

Berikut beberapa doa dan zikir yang bisa diamalkan.

1. Mengamalkan Sayyidul Istighfar

Salah satu doa yang dapat diamalkan adalah Sayyidul Istighfar. Doa ini berisi pengakuan seorang hamba atas nikmat Allah SWT sekaligus permohonan ampun atas dosa dan kesalahan yang telah diperbuat.

Berikut bacaannya:

اَللَّهُمَّ أَنْتَ رَبِّيْ لاَ إِلَـهَ إِلاَّ أَنْتَ، خَلَقْتَنِيْ وَأَنَا عَبْدُكَ، وَأَنَا عَلَى عَهْدِكَ وَوَعْدِكَ مَا اسْتَطَعْتُ، أَعُوْذُ بِكَ مِنْ شَرِّ مَا صَنَعْتُ، أَبُوْءُ لَكَ بِنِعْمَتِكَ عَلَيَّ، وَأَبُوْءُ بِذَنْبِيْ فَاغْفِرْ لِيْ فَإِنَّهُ لاَ يَغْفِرُ الذُّنُوْبَ إِلاَّ أَنْتَ

Allahumma anta rabbii laa ilaaha illaa anta khalaqtanii wa anna ‘abduka wa anaa ‘alaa ‘ahdika wa wa’dika. Mastatha’tu a’uudzu bika min syarri maa shana’tu abuu u laka bini’ matika ‘alayya wa abuu-u bidzanbii faghfir lii fa innahu laa yagfirudz dzunuuba illa anta.

Artinya: “Ya Allah, Engkau adalah Tuhanku, tidak ada Tuhan yang berhak diibadahi selain Engkau. Engkau telah menciptakanku dan aku adalah hamba-Mu. Aku menetapi perjanjian-Mu dan janji-Mu sesuai dengan kemampuanku. Aku berlindung kepada-Mu dari keburukan perbuatanku, aku mengakui dosaku kepada-Mu dan aku akui nikmat-Mu kepadaku, maka ampunilah aku. Sebab tidak ada yang dapat mengampuni dosa selain-Mu.” (HR Bukhari)

2. Doa Memohon Keberkahan

Hari Jumat juga dapat diisi dengan doa untuk memohon keberkahan dan kebaikan. Salah satu bacaan yang dianjurkan dalam sumber yang dirujuk adalah:

أدام الله لكم بركة الجمعة دهوراً، وألبسكم من تقواه نوراً، جمعة مباركة

Adamallahu lakum barakatal Jumat duhuran, wa albasakum min taqwahu nuran, jumatan mubarakah

Artinya : “Semoga Allah SWT memberikan berkah kepada kalimat pada hari Jumat ini, serta Allah mengenakan cahaya dari kesalehan hari ini, Jumat yang diberkahi.”

Baca juga  Baca Doa Ini Ketika Melihat Bulan Penuh Terang

3. Membaca Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas

Selain berdoa, umat Islam juga dapat memperbanyak bacaan Al-Qur’an dan zikir pada hari Jumat. Salah satunya adalah membaca surah Al-Ikhlas, Al-Falaq, dan An-Nas.

Dalam kitab Al-Adzkar karya Imam Nawawi, terdapat riwayat dari Ibnu Sunni melalui Aisyah RA mengenai anjuran membaca ketiga surah tersebut sebanyak tujuh kali setelah salat Jumat. Disebutkan bahwa amalan tersebut menjadi sebab perlindungan dari keburukan hingga Jumat berikutnya.

Namun, riwayat tersebut dinilai dhaif. Karena itu, bacaan ini dapat diamalkan sebagai bagian dari zikir, dengan tetap memperhatikan adanya zikir lain yang memiliki dasar dari hadis yang lebih kuat.

4. Doa Memohon Ampunan dan Keselamatan

Memohon keselamatan serta perlindungan juga menjadi salah satu doa yang baik untuk diamalkan. Doa berikut mencakup permohonan ampunan, kesehatan, perlindungan untuk keluarga dan harta, serta penjagaan dari berbagai marabahaya.

اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي الدُّنْيَا وَاْلآخِرَةِ، اَللَّهُمَّ إِنِّيْ أَسْأَلُكَ الْعَفْوَ وَالْعَافِيَةَ فِي دِيْنِيْ وَدُنْيَايَ وَأَهْلِيْ وَمَالِيْ اللَّهُمَّ اسْتُرْ عَوْرَاتِى وَآمِنْ رَوْعَاتِى. اَللَّهُمَّ احْفَظْنِيْ مِنْ بَيْنِ يَدَيَّ، وَمِنْ خَلْفِيْ، وَعَنْ يَمِيْنِيْ، وَعَنْ شِمَالِيْ، وَمِنْ فَوْقِيْ، وَأَعُوْذُ بِعَظَمَتِكَ أَنْ أُغْتَالَ مِنْ تَحْتِيْ

Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fid dunyaa wal aakhirah. Allahumma innii as-alukal ‘afwa wal ‘aafiyah fii diinii wa dun-yaya wa ahlii wa maalii. Allahumas-tur ‘awraatii wa aamin raw’aatii. Allahummahfazh-nii mim bayni yadayya wa min khalfii wa ‘an yamiinii wa ‘an syimaalii wa min fawqii wa a’udzu bi ‘azhamatik an ughtala min tahtii

Artinya: “Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan di dunia dan akhirat. Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kebajikan dan keselamatan dalam agama, dunia, keluarga dan hartaku. Ya Allah, tutupilah auratku (aib dan sesuatu yang tidak layak dilihat orang) dan tenteramkanlah aku dari rasa takut. Ya Allah, peliharalah aku dari muka, belakang, kanan, kiri dan atasku. Aku berlindung dengan kebesaran-Mu, agar aku tidak disambar dari bawahku (oleh ular atau tenggelam dalam bumi dan lain-lain yang membuat aku jatuh).”

Baca juga  Doa Setelah Membaca Surat Al Waqiah

Doa ini merujuk pada hadis riwayat Abu Daud dan Ibnu Majah.

5. Membaca Doa Ya Ghaniyyu

Bagi yang ingin memohon kecukupan rezeki dan berharap dapat senantiasa mendapatkan sesuatu yang halal, terdapat doa Ya Ghaniyyu yang disebutkan dalam kitab Tuhfatul Habib ‘ala Syarhil Khatib karya Sulaiman al-Bujairimi.

Bacaan ini dianjurkan untuk dibaca sebanyak empat kali.

يَا غَنِيُّ يَا حَمِيدُ يَا مُبْدِىءُ يَا مُعِيدُ يَا رَحِيمُ يَا وَدُودُ ، أَغْنِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَبِطَاعَتِكَ عَنْ مَعْصِيَتِكَ وَبِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ

Ya ghaniyyu ya hamid, ya mubdi`u ya mu’id, ya rahimu ya wadudu, aghnini bi halalika ‘an haramika wa bi tha’athika ‘an ma’shiyatika wa bi fadhlika ‘amman siwaka

Artinya: “Ya Tuhanku yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji, yang Maha Memulai lagi Maha Kuasa Mengembalikan, yang Maha Penyayang lagi Maha Kasih, cukupkan aku oleh pemberian-Mu yang halal, bukan yang haram. Dan puaskan aku oleh kemurahan-Mu, bukan selain-Mu.”

Selain memperbanyak zikir dan doa, terdapat waktu yang dikenal memiliki keutamaan untuk memanjatkan doa pada hari Jumat. Dalam kitab Zadul Ma’ad karya Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah, terdapat dua pendapat yang dianggap paling kuat mengenai waktu tersebut berdasarkan sejumlah hadis.

Pertama, waktu antara imam duduk di mimbar hingga salat Jumat selesai. Waktu ini mencakup khutbah Jumat, termasuk saat khatib duduk di antara dua khutbah, hingga pelaksanaan salat Jumat berakhir. Pendapat ini merujuk pada hadis riwayat Muslim.

Kedua, waktu setelah salat Ashar hingga matahari terbenam. Waktu menjelang Magrib pada hari Jumat disebut sebagai salah satu waktu yang diharapkan menjadi saat terkabulnya doa. Pendapat ini berdasarkan hadis riwayat Abu Dawud dan An-Nasa’i.

Karena itu, Jumat dapat menjadi momentum untuk memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada Allah SWT, baik melalui salat, membaca Al-Qur’an, zikir, maupun doa.

Translate »