Cryotherapy untuk Pertumbuhan Rambut, Benarkah Bisa Bikin Rambut Lebih Tebal?

Perawatan rambut dengan suhu sangat dingin.

Tren perawatan rambut kini semakin beragam. Setelah berbagai treatment yang menggunakan panas dan alat styling, muncul pendekatan yang justru mengandalkan suhu sangat dingin atau cryotherapy.

Perawatan ini mulai dilirik karena diklaim dapat membuat rambut terasa lebih halus, tampak lebih berkilau, hingga memberikan kesan lebih sehat. Namun, muncul pertanyaan lain: apakah suhu dingin benar-benar bisa merangsang pertumbuhan rambut dan membuatnya lebih tebal?

Image: Harpers Bazaar

Apa Itu Cryotherapy untuk Rambut?

Cryotherapy merupakan penggunaan suhu dingin secara terkontrol untuk tujuan tertentu. Dalam dunia medis, terapi dingin telah digunakan untuk berbagai keperluan, termasuk dermatologi. Namun, penggunaannya untuk rambut memiliki konsep yang berbeda dengan cryotherapy medis.

Dalam perawatan rambut di salon, cryotherapy biasanya ditujukan untuk membantu memperbaiki tampilan batang rambut. Treatment ini dapat menggunakan suhu dingin untuk membantu memberikan efek rambut yang lebih halus, berkilau, dan tampak lebih sehat.

Namun, klaim bahwa cryotherapy dapat secara langsung merangsang pertumbuhan folikel rambut masih belum memiliki bukti kuat. Sejumlah ahli juga menekankan bahwa perawatan tersebut lebih berkaitan dengan kondisi dan tampilan batang rambut, bukan secara langsung menumbuhkan folikel baru.

Benarkah Suhu Dingin Bisa Menumbuhkan Rambut?

woman in white long-sleeved shirt standing in front of pink wall
Image: Element5 Digital/Unsplash

Ada penelitian mengenai cryotherapy dan pertumbuhan rambut, tetapi sebagian besar berfokus pada kondisi tertentu, terutama alopecia areata, yaitu kerontokan rambut yang berkaitan dengan sistem imun.

Sebuah studi pada pasien alopecia areata menemukan bahwa cryotherapy superfisial dapat meningkatkan jumlah rambut terminal pada area yang mendapatkan terapi. Namun, penelitian tersebut melibatkan jumlah pasien yang relatif kecil.

Tinjauan ilmiah dan pedoman dermatologi terbaru juga menunjukkan bahwa bukti mengenai cryotherapy untuk alopecia areata masih terbatas. Pedoman British Association of Dermatologists bahkan menyebut bukti yang tersedia belum cukup untuk merekomendasikan cryotherapy sebagai terapi rutin untuk kondisi tersebut.

Baca juga  Cara Menyisir Rambut dengan Tepat Sesuai Jenis Rambut

Artinya, hasil penelitian pada alopecia areata tidak bisa langsung disamakan dengan rambut menipis biasa akibat usia, genetik, hormon, atau faktor lainnya.

Cryotherapy Berbeda dengan Scalp Cooling

a close up of a woman's head with her hair in a pony tail
Image: Darya Ogurtsova/Unsplash

Ada satu penggunaan terapi dingin untuk rambut yang sudah memiliki bukti lebih jelas, yaitu scalp cooling pada pasien yang menjalani kemoterapi.

Scalp cooling menggunakan alat khusus untuk menurunkan suhu kulit kepala sebelum, selama, dan setelah pemberian kemoterapi. Tujuannya bukan menumbuhkan rambut, melainkan membantu mengurangi kerontokan akibat kemoterapi dengan mengurangi aliran darah ke kulit kepala sehingga lebih sedikit obat kemoterapi mencapai folikel rambut.

Penelitian juga menunjukkan manfaat scalp cooling dalam mengurangi kerontokan akibat kemoterapi. Dalam sebuah uji klinis acak, scalp cooling dikaitkan dengan risiko persistent chemotherapy-induced alopecia yang lebih rendah dibandingkan kelompok kontrol.

Jadi, scalp cooling untuk pasien kemoterapi tidak sama dengan cryotherapy rambut yang ditawarkan sebagai perawatan kecantikan.

Lalu, Apa Manfaat Cryotherapy untuk Rambut?

a woman getting her hair styled by another woman
Image; Lindsay Cash/Unsplash

Jika dilakukan sebagai perawatan kosmetik dengan metode yang tepat, cryotherapy mungkin lebih realistis dipandang sebagai treatment untuk membantu penampilan rambut, bukan sebagai obat penumbuh rambut.

Perawatan berbasis suhu dingin dapat membuat rambut terlihat lebih halus dan berkilau, sementara produk yang digunakan selama treatment dapat membantu memberikan efek conditioning pada batang rambut. Namun, efek tersebut berbeda dengan merangsang folikel agar menghasilkan rambut baru.

Karena itu, jangan mudah percaya pada klaim bahwa hanya dengan memberikan suhu dingin pada kulit kepala, rambut yang menipis otomatis akan kembali tumbuh lebih lebat.

Baca juga  Bagaimana Membersihkan dan Menyimpan Bulu Mata Palsu?

Jangan Sembarangan Menggunakan Suhu Ekstrem

Cryotherapy medis menggunakan suhu dan prosedur yang terkontrol. Paparan suhu ekstrem secara sembarangan pada kulit kepala justru dapat menyebabkan masalah, termasuk nyeri, lepuhan, hingga kerusakan jaringan.

Pedoman dermatologi Jepang yang membahas cryotherapy untuk alopecia areata juga menekankan bahwa terapi perlu dilakukan dengan intensitas yang tidak menyebabkan lepuhan atau nyeri berat.

Karena itu, sebaiknya jangan mencoba mengaplikasikan es atau alat pendingin ekstrem secara langsung ke kulit kepala dengan harapan rambut akan tumbuh lebih cepat.

Jadi, Apakah Cryotherapy Bisa Membuat Rambut Lebih Tebal?

Untuk saat ini, belum ada cukup bukti bahwa cryotherapy merupakan solusi umum untuk membuat rambut lebih tebal dan lebat.

Ada penelitian yang menunjukkan potensi cryotherapy pada kondisi tertentu seperti alopecia areata, tetapi bukti tersebut masih terbatas. Sementara untuk rambut menipis biasa, belum ada bukti kuat bahwa sekadar mendinginkan kulit kepala dapat secara mandiri mempercepat siklus pertumbuhan rambut.

Jika mengalami kerontokan atau penipisan rambut yang terus berlangsung, langkah yang lebih tepat adalah mencari tahu penyebabnya terlebih dahulu melalui dokter kulit atau dermatolog. Dengan mengetahui penyebabnya, perawatan dapat disesuaikan sehingga tidak hanya mengejar tampilan rambut yang lebih sehat, tetapi juga menangani masalah dari sumbernya.

Jadi, cryotherapy boleh menjadi bagian dari tren perawatan rambut, tetapi belum bisa disebut sebagai kunci utama untuk mendapatkan rambut yang lebih tebal dan lebat.

Translate »