Salt Stomping: Ritual Malam Baru yang Diklaim Bantu Tidur Lebih Nyenyak

Ritual kecantikan jaga kualitas tidur lebih baik

Tren wellness di media sosial kembali menghadirkan ritual yang terdengar tidak biasa. Setelah berbagai metode relaksasi sebelum tidur, kini muncul salt stomping, yaitu kebiasaan berdiri tanpa alas kaki di atas wadah berisi garam kasar selama sekitar 10 menit.

Tren ini mulai mendapatkan perhatian di TikTok karena sejumlah pengguna mengklaim aktivitas tersebut dapat membantu mengurangi stres, membuat tubuh terasa lebih rileks, hingga mendukung tidur yang lebih nyenyak. Menariknya, salt stomping kerap dilakukan sebagai bagian dari rutinitas malam bersama skincare, musik yang menenangkan, atau aktivitas self-care lainnya.

brown and black stones in close up photography
Image: Jane Gonzalez/Unsplash

Seperti Apa Ritual Salt Stomping?

Sesuai namanya, salt stomping dilakukan dengan menginjak atau berdiri di atas garam kasar yang ditempatkan di dalam sebuah wadah atau nampan. Praktiknya biasanya dilakukan selama beberapa menit, terutama menjelang waktu tidur.

Bagi orang yang mengikutinya, sensasi garam kasar pada telapak kaki dianggap memberikan pengalaman sensorik yang berbeda. Ritual tersebut kemudian dipadukan dengan suasana yang tenang untuk membantu tubuh beralih dari aktivitas sepanjang hari menuju waktu istirahat.

Karena dilakukan sebelum tidur, salt stomping pun mulai diposisikan sebagai salah satu bentuk sleep ritual atau rutinitas yang dilakukan untuk mempersiapkan tubuh dan pikiran sebelum beristirahat.

brown and white beans in white ceramic bowl
Image: Christina Rumpf/Unsplash

Sering Dipadukan dengan Evening Skincare

Yang membuat tren ini semakin menarik dari perspektif beauty adalah bagaimana salt stomping tidak berdiri sendiri. Beberapa pengguna menggabungkannya dengan rutinitas skincare malam, mulai dari membersihkan wajah, menggunakan serum, hingga memakai masker wajah.

Baca juga  Buat Bulu Mata Lebih Lentik Dengan Penjepit Bulu Mata Ini

Ada pula yang menambahkan lilin aromaterapi atau musik dengan tempo lambat untuk menciptakan suasana lebih rileks. Dengan begitu, fokus utamanya bukan sekadar menginjak garam, tetapi menciptakan momen khusus untuk memperlambat aktivitas sebelum tidur.

Konsep tersebut sebenarnya sejalan dengan kebiasaan wind-down routine, ketika seseorang sengaja mengurangi aktivitas dan menciptakan rutinitas yang konsisten untuk membantu mempersiapkan diri menuju waktu tidur.

a person pouring a liquid into a bottle
Image: Dear Scrub/Unsplash

Benarkah Garam Bisa Membantu Tidur?

Di balik popularitasnya, klaim bahwa salt stomping dapat membuat tidur lebih nyenyak perlu disikapi dengan hati-hati. Hingga saat ini, belum terdapat bukti ilmiah yang cukup untuk menyimpulkan bahwa menginjak garam secara langsung dapat meningkatkan kualitas tidur atau menenangkan sistem saraf.

Efek relaksasi yang dirasakan sebagian orang kemungkinan lebih berkaitan dengan ritual dan suasana yang menyertainya, bukan karena garam memiliki efek khusus terhadap tidur.

Melakukan aktivitas yang tenang selama beberapa menit, menjauh dari layar, mendengarkan musik santai, dan memiliki rutinitas sebelum tidur memang dapat membantu seseorang merasa lebih siap untuk beristirahat. Namun, hal tersebut berbeda dengan menyatakan bahwa garam itu sendiri memiliki manfaat khusus untuk mengatasi gangguan tidur.

Baca juga  4 Bahan Masker Wajah Alami dan Cara Membuatnya, Bikin Kulit Glowing! (Bagian 1)
a person making a dough
Image: Anita Austvika/Unsplash

Tetap Perhatikan Kondisi Kulit

Meski terlihat sederhana, salt stomping juga tidak sepenuhnya bebas risiko. Garam kasar memiliki tekstur yang dapat membuat kulit terasa tidak nyaman, terutama jika telapak kaki sensitif, kering, atau memiliki luka kecil.

Gesekan antara butiran garam dan kulit juga berpotensi menyebabkan iritasi. Karena itu, sebaiknya jangan melakukan ritual ini jika terdapat luka, lecet, atau kondisi kulit yang sedang bermasalah pada kaki.

Jika tetap ingin mencobanya sebagai bagian dari self-care, pastikan garam yang digunakan bersih dan hentikan praktik apabila muncul rasa sakit atau iritasi.

Hands preparing a purple cosmetic mask with a brush
Image:Ernesto Samaniego/Unsplash

Bukan Garamnya, tetapi Ritualnya

Popularitas salt stomping menunjukkan bagaimana rutinitas sederhana dapat dikemas menjadi pengalaman wellness yang menarik. Meski belum ada bukti bahwa garam secara khusus dapat membuat tidur lebih nyenyak, ritual tersebut dapat menjadi pengingat untuk memberikan waktu bagi tubuh dan pikiran untuk beristirahat.

Pada akhirnya, sleep ritual tidak harus mengikuti tren tertentu. Membaca buku, melakukan peregangan ringan, mengurangi penggunaan gawai, mandi air hangat, atau menjalani skincare malam dengan tenang juga bisa menjadi cara untuk menciptakan transisi yang nyaman menuju waktu tidur.

Jadi, jika tertarik mencoba salt stomping, anggaplah sebagai ritual relaksasi, bukan sebagai metode yang terbukti secara medis untuk meningkatkan kualitas tidur.

Translate »