Brand Lokal Mulai “Kabur” dari Marketplace, Ada Apa Sebenarnya?

Harga naik dan fee mencekik, ini yang dilakukan brand lokal

Fenomena menarik tengah terjadi di industri brand lokal Indonesia. Sejumlah nama seperti Thenblank, Cotton Island, MSBB (My Skin But Better), Mreensister, Somethinc, hingga SHI by Shireen Sungkar mulai menyuarakan keresahan mereka terhadap sistem marketplace yang dinilai semakin membebani operasional bisnis.

Beberapa brand bahkan mulai mengarahkan konsumennya untuk berbelanja langsung melalui platform milik mereka sendiri, website resmi, hingga WhatsApp order. Langkah ini dinilai bukan sekadar strategi bisnis, tetapi juga bentuk upaya brand lokal untuk lebih mandiri dan memiliki kontrol penuh atas usahanya sendiri.

Cotton Island Soroti Biaya Marketplace yang Membebani

Image: cotton.island/Instagram

Salah satu brand yang ikut menyoroti persoalan ini adalah Cotton Island. Melalui pernyataannya, brand tersebut mengungkapkan bahwa biaya admin, biaya layanan, ongkir, hingga berbagai potongan lain dinilai semakin memberatkan operasional brand lokal.

Di tengah kenaikan biaya produksi dan persaingan bisnis yang ketat, kondisi tersebut membuat margin keuntungan semakin menipis. Situasi ini kemudian mendorong brand untuk mulai memperkuat penjualan melalui channel sendiri agar bisnis dapat berjalan lebih sehat dan berkelanjutan.

Thenblank Soroti Perbedaan Harga di Marketplace

Image: thenblank/Instagram

Sementara itu, Thenblank menyoroti persoalan perbedaan harga yang dinilai semakin jauh dibandingkan harga di channel resmi brand mereka sendiri.

Kondisi ini membuat positioning brand menjadi lebih sulit dijaga karena konsumen terbiasa melihat perang harga di marketplace. Dalam jangka panjang, fenomena tersebut dinilai dapat memengaruhi value dan identitas brand lokal itu sendiri.

Karena itu, banyak brand kini mulai mengajak pelanggan untuk berbelanja langsung melalui website resmi agar pengalaman belanja dan kualitas layanan dapat lebih terkontrol.

Baca juga  Bagaimana Cara Tenaga Kesehatan Menjaga Kesehatan Diri?

MSBB (My Skin But Better) Mulai Bangun Platform Sendiri

Image: msbb.id/Instagram

Hal serupa juga dirasakan oleh MSBB (My Skin But Better). Brand beauty lokal tersebut mengungkapkan adanya kenaikan fee admin serta kebijakan baru marketplace yang dianggap semakin membebani seller.

Sebagai langkah adaptasi, MSBB mulai mengalihkan fokus penjualan ke platform internal mereka sendiri. Menariknya, berbagai benefit seperti voucher, gratis ongkir, hingga insentif khusus tetap dihadirkan langsung kepada pelanggan melalui channel resmi brand.

Langkah ini dinilai menjadi cara agar brand dapat tetap memberikan keuntungan kepada konsumen tanpa harus terbebani berbagai potongan tambahan.

Mreensister Sebut Biaya Admin Kian “Mencekik”

Image: mreensister/Instagram

Sementara itu, Mreensister juga menyampaikan keresahan terkait biaya admin marketplace yang disebut semakin “mencekik”, terutama di tengah kenaikan harga bahan baku dan biaya produksi.

Karena kondisi tersebut, brand ini mengungkapkan akan ada beberapa penyesuaian harga pada produk yang dijual di marketplace. Sebagai alternatif, mereka mulai menawarkan benefit lebih bagi pelanggan yang bertransaksi langsung melalui WhatsApp, seperti harga spesial dan subsidi gratis ongkir.

Somethinc Soroti Kenaikan Biaya Produksi dan Fee Admin

Image: somethincofficial/Instagram

Brand kecantikan lokal Somethinc juga ikut menyoroti tantangan yang kini dihadapi pelaku usaha lokal. Kenaikan harga bahan baku serta biaya admin marketplace disebut semakin memengaruhi biaya operasional brand.

Situasi ini membuat banyak brand harus memutar strategi agar tetap bisa menjaga kualitas produk sekaligus mempertahankan harga yang kompetitif di pasar. Kondisi tersebut juga menjadi alasan mengapa sejumlah brand mulai memperkuat channel penjualan mandiri agar margin bisnis tetap sehat.

Baca juga  Ramai Fitur 'Add Yours' di Instagram, Hati-hati Pencurian Data Pribadi!

SHI by Shireen Sungkar Nilai Kenaikan Komisi Membuat Brand Sulit Bergerak

Image: shibyshireen/Instagram

Hal serupa juga disampaikan oleh SHI by Shireen Sungkar. Brand modest fashion tersebut menilai kenaikan komisi marketplace membuat ruang gerak brand lokal menjadi semakin terbatas.

Di tengah persaingan industri fashion yang terus berkembang, tingginya potongan komisi membuat brand harus bekerja lebih keras untuk menjaga kestabilan bisnis, mulai dari produksi, distribusi, hingga strategi promosi.

Karena itu, banyak brand kini mulai fokus membangun hubungan langsung dengan pelanggan melalui website resmi, media sosial, hingga komunitas internal mereka sendiri.

Langkah Baru Menuju Kemandirian Brand Lokal

Fenomena ini kini mulai dipandang sebagai bentuk pergeseran strategi brand lokal Indonesia menuju sistem bisnis yang lebih mandiri. Banyak brand mulai menyadari pentingnya membangun ekosistem sendiri tanpa terlalu bergantung pada platform pihak ketiga.

Selain memberikan kontrol lebih besar terhadap bisnis, langkah ini juga memungkinkan brand membangun hubungan yang lebih dekat dengan pelanggan, mulai dari pelayanan, loyalitas komunitas, hingga pengalaman belanja yang lebih personal.

Di tengah dominasi marketplace global, gerakan ini juga dinilai sebagai upaya agar brand lokal dapat berkembang lebih kuat dari hulu hingga hilir melalui hasil kerja dan ekosistem yang dibangun sendiri.

Bagi Scarflover dan pencinta produk lokal, fenomena ini menjadi pengingat bahwa mendukung brand lokal bukan hanya soal membeli produk, tetapi juga membantu keberlangsungan bisnis kreatif Indonesia agar terus tumbuh secara mandiri dan berkelanjutan.

Translate »