Bagaimana jadinya ketika sebuah brand global mencoba membaca dan menginterpretasikan budaya Indonesia? Onitsuka Tiger menjawabnya lewat koleksi terbarunya sebuah pendekatan yang tidak hanya estetis, tetapi juga membawa nilai apresiasi terhadap warisan lokal.
Dikenal dengan DNA desain yang kuat dan klasik, kali ini Onitsuka Tiger tampil lebih eksploratif. Mereka meramu elemen-elemen khas Indonesia ke dalam koleksi kasual seperti kaus dan sneakers, dengan cara yang terasa ringan, modern, dan mudah diterima oleh pasar global. Bukan sekadar mengadaptasi visual, tetapi juga menghadirkan cerita di balik setiap desainnya.
Interpretasi Budaya Lewat Desain Kaus

Pada lini kaus, pendekatan visual yang digunakan terasa fun namun tetap thoughtful. Salah satu desain yang mencuri perhatian adalah kaus berwarna putih yang terinspirasi dari kuliner khas Indonesia, yakni Nasi Padang. Ilustrasi harimau ikonis Onitsuka Tiger digambarkan sedang membawa tumpukan piring sebuah visual yang langsung mengingatkan pada cara penyajian khas rumah makan Padang.

Pendekatan ini terasa unik karena mengangkat budaya sehari-hari menjadi sesuatu yang visual dan komunikatif. Tanpa terasa berat, elemen lokal dihadirkan dalam bentuk yang playful, sehingga mudah dipahami oleh siapa pun, bahkan bagi mereka yang belum familiar dengan budaya Indonesia.
Eksplorasi ini tidak berhenti pada kuliner. Pada desain lainnya, Onitsuka Tiger membawa kita ke suasana yang lebih santai lewat ilustrasi lanskap pantai. Dalam visual ini, sang harimau tampil dengan nuansa hijau, menikmati waktu di tepi laut. Representasi ini seolah ingin menunjukkan sisi lain Indonesia bukan hanya tradisi, tetapi juga keindahan alam yang menjadi bagian dari identitasnya.
Motif Tradisional dalam Sentuhan Sneakers
Berbeda dengan lini kaus yang bermain dengan ilustrasi, pendekatan pada koleksi sepatu terasa lebih subtil namun tetap kuat secara makna. Kali ini, Onitsuka Tiger mengangkat salah satu motif tradisional Indonesia, yaitu Batik Kawung.
Motif klasik ini diaplikasikan pada siluet ikonis Mexico 66™ Paraty, menciptakan perpaduan antara heritage dan gaya kontemporer. Hadir dalam pilihan warna biru dan pink dengan sentuhan palet pastel yang lembut, sneakers ini memancarkan kesan kasual sekaligus feminin.

Penggunaan batik dalam desain ini menjadi langkah menarik. Tidak hanya sekadar estetika, tetapi juga sebagai bentuk pengenalan budaya Indonesia ke ranah yang lebih luas. Dengan cara yang modern, motif tradisional ini tetap terasa relevan tanpa kehilangan identitas aslinya.
Koleksi ini menunjukkan bahwa fashion bisa menjadi medium untuk memperkenalkan budaya. Onitsuka Tiger tidak hanya menciptakan produk, tetapi juga membangun narasi bahwa warisan lokal memiliki tempat dalam lanskap global.

Di tengah industri fashion yang terus bergerak cepat, langkah seperti ini menjadi pengingat bahwa eksplorasi budaya bisa dilakukan dengan cara yang segar dan tetap menghargai asal-usulnya. Bahwa elemen lokal tidak harus selalu tampil tradisional, tetapi bisa diolah menjadi sesuatu yang modern, wearable, dan dekat dengan generasi saat ini.
Koleksi ini pun telah tersedia di berbagai gerai Onitsuka Tiger serta situs resminya. Sebuah representasi bahwa budaya Indonesia tidak hanya untuk dirayakan di dalam negeri, tetapi juga layak untuk tampil di panggung dunia dengan cara yang lebih kontemporer dan penuh gaya.








