NumoFest Sukses Digelar di Bekasi dan Surabaya, Ajak UMKM Go Digital lewat QRIS TAP

Gelaran megah Nusantara Modest Fashion Festival (NumoFest) 2026 resmi mencapai puncaknya dengan penyelenggaraan penutup di dua kota, yakni Bekasi dan Surabaya. Dua lokasi terakhir yang menjadi tuan rumah festival ini adalah Summarecon Mall Bekasi dan Ciputra World Surabaya, menandai berakhirnya perjalanan NumoFest yang sebelumnya telah berkeliling ke berbagai kota di Indonesia.

Image: numofest/Instagram

Festival ini berlangsung selama lebih dari dua pekan, tepatnya sejak 16 Januari hingga 1 Februari 2026, dan hadir di sembilan kota besar: Makassar, Bandung, Tangerang, Jakarta, Solo, Palembang, Banjarmasin, Bekasi, dan Surabaya. Mengusung semangat kreativitas serta inovasi di industri modest fashion, NumoFest melibatkan lebih dari 300 pelaku UMKM sekaligus memperkenalkan penggunaan QRIS TAP sebagai sistem pembayaran non-tunai utama selama acara berlangsung.

Image: numofest/Instagram

Di Bekasi, rangkaian kegiatan digelar di Main Atrium Summarecon Mall pada 30 Januari hingga 1 Februari 2026. Beragam aktivitas meramaikan festival ini, mulai dari talkshow interaktif bersama Hijabersmom Community, Nusantara Modest Fashion Show, hingga sesi nonton bareng film layar lebar Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? yang dilengkapi dengan meet and greet bersama para pemerannya. Acara penutupan di kota ini turut dihadiri oleh Wali Kota Bekasi, Tri Adhianto Tjahyono.

Image: numofest/Instagram

Dalam sambutannya, Tri Adhianto menyampaikan bahwa festival ini menjadi ruang bagi kreativitas anak bangsa dalam mengolah kekayaan budaya Nusantara menjadi karya modest fashion yang modern dan kompetitif. Ia juga mengapresiasi para desainer serta pelaku UMKM yang terus berinovasi, sehingga industri fashion tidak hanya menjadi medium ekspresi budaya, tetapi juga motor penggerak ekonomi kreatif. Pemerintah Kota Bekasi, menurutnya, berkomitmen untuk terus mendukung pertumbuhan industri kreatif agar mampu membuka lapangan kerja dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Image: numofest/Instagram

Momentum NumoFest di Bekasi juga ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara Pemerintah Kota Bekasi dan Netzme Kreasi Indonesia. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat ekosistem pembayaran digital, sekaligus mendorong transformasi ekonomi berbasis teknologi bagi pelaku UMKM, khususnya di sektor fashion dan industri kreatif.

Baca juga  Tren Modest Wear Bermotif Bunga Mekar di JFW 2023

CEO PT Netzme Kreasi Indonesia, Vicky Ganda Saputra, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya NumoFest di sembilan kota sejak pertengahan Januari lalu. Ia berharap festival ini dapat terus berlanjut di masa mendatang dan menjadi sarana edukasi yang efektif bagi para pelaku usaha untuk semakin terbiasa dengan transaksi non-tunai sebagai bagian dari sistem pembayaran yang modern dan efisien.

Sementara itu, penyelenggaraan NumoFest di Surabaya dibuka pada 30 Januari 2026 oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Timur yang dihadiri Ketua Dekranasda Jawa Timur Arumi Bachsin. Turut hadir pula Deputy Kepala Perwakilan Bank Indonesia Jawa Timur Ridzky Prihadi Tjahyanto, Head of Business & Partnership Netzme Hafid Nur Cahyo, serta Head of Product & Technology ASPI Tata Martadinata. Rangkaian acara di kota ini juga mencakup talkshow interaktif, fashion show dari brand UMKM lokal Surabaya, serta sesi nonton bareng film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku? yang diikuti dengan meet and greet bersama para pemainnya.

Dalam talkshow bertema “Menata Usaha Dengan Amanah: Perempuan dan Transaksi Digital”, Arumi Bachsin menyoroti pentingnya integritas dalam menjalankan bisnis di era digital. Menurutnya, di tengah pesatnya perkembangan teknologi pembayaran, nilai amanah tetap menjadi fondasi utama dalam membangun kepercayaan pasar. Ia juga menilai transformasi digital yang dilakukan UMKM perempuan di Jawa Timur menunjukkan perkembangan yang sangat positif, terutama dalam pemanfaatan sistem pembayaran digital yang aman dan transparan.

Arumi menambahkan bahwa penyelenggaraan NumoFest di Surabaya bukan hanya sekadar menghadirkan festival, tetapi juga menjadi simbol bagaimana potensi produk lokal dapat berkembang menjadi kekuatan ekonomi yang mampu bersaing di pasar global.

Baca juga  Desainer Wignyo Perkenalkan Batik Ramah Lingkungan di Ajang MUFFEST+ 2022

Selain menghadirkan pameran modest fashion, kuliner halal, serta berbagai aksesoris muslimah yang mendukung transaksi melalui QRIS TAP, NumoFest juga menggelar sejumlah program edukatif. Beberapa di antaranya meliputi fashion show koleksi UMKM dan desainer muda, talkshow literasi keuangan untuk pelaku usaha, diskusi mengenai keamanan transaksi melalui QRIS Soundbox Syariah, perlindungan konsumen, hingga digitalisasi usaha melalui sistem POS.

Festival ini juga menjadi bagian dari rangkaian roadshow promosi film Tuhan, Benarkah Kau Mendengarku?, yang dibintangi oleh Revalina S. Temat, Gunawan Sudrajat, Megan Domani, dan Annisa Kaila. Film ini merupakan kolaborasi antara Netzme, Paragon Pictures, serta Ideosource Entertainment.

Image: numofest/Instagram

Dalam kesempatan tersebut, Netzme juga memperkenalkan inovasi perangkat pembayaran digital berupa QRIS Soundbox Syariah bernama Bilal yang dikembangkan bersama Hijra Bank. Perangkat ini dirancang untuk membantu pelaku UMKM mengelola transaksi berbasis QRIS dan QRIS TAP dengan lebih mudah melalui notifikasi suara real-time yang memastikan setiap pembayaran tercatat secara jelas dan aman.

Selama pameran berlangsung, para merchant UMKM dilengkapi dengan perangkat QRIS Soundbox Syariah serta aplikasi Luna POS untuk mendukung proses transaksi yang lebih praktis dan efisien.

Penyelenggaraan NumoFest turut mendapat dukungan dari berbagai pihak, termasuk Kantor Perwakilan Bank Indonesia di sejumlah wilayah seperti DKI Jakarta, Sulawesi Selatan, Jawa Barat, Kalimantan Selatan, Jawa Timur, Solo, dan Sumatera Selatan. Festival ini juga didukung oleh pemerintah daerah di sembilan kota penyelenggara serta sejumlah mitra strategis seperti Jalin Pembayaran Nusantara, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia, dan Badan Standar Nasional Wilayah Sumatera Selatan.

Translate »