Cara Mengatasi Cinta dalam Diam Agar Tidak Terjerumus Zina

24

Apakah Scarf Lover pernah merasa kagum dengan seseorang sampai ingin memiliki hati dan menjadi bagian dalam hidupnya? Hal itu mungkin sering terjadi pada remaja usia 20an. 

Namun, jika hanya mengagumi saja tentu orang yang disuka tidak akan pernah tahu isi perasaan Anda.  Biasanya ada faktor lain yang membuat Anda tidak berani untuk mengungkapkannya. Seperti Anda merasa tidak pantas,  khawatir hubungan menjadi canggung tidak seperti biasa atau bahkan malah membuat seseorang yang Anda kagumi menjadi membenci Anda.  Hal ini merupakan hal yang sering terjadi.

Tentu mencintai dalam diam bukanlah hal yang mudah untuk dilakukan sebagian orang.  Karena ada pengorbanan rindu yang tiba-tiba datang menghantui untuk dilawan. Namun disisi lain cinta dalam diam juga memiliki kenikmatan yang luar biasa saat mengadu pada Allah yang maha membolak-balikan hati.

Sedangkan dalam islam, dijelaskan dalam surat al-Isra’ ayat 32:

Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan jalan yang buruk“.

Mengingat surah yang disebutkan diatas, mendekatinya saja dilarang apalagi untuk memiliki sebelum waktunya. Untuk itu, Ustadzah Oki Setiana Dewi menyarankan untuk menikah. Namun apabila belum waktunya menikah, Scarf Lover bisa berpuasa untuk menahan hawa nafsu tersebut.

Dalam kisah romantis Siti Fatimah Az-Zahra seorang putri dari Nabi Muhammad SAW dan Khadijah binti Khuwalid ketika dilamar oleh 3 orang laki-laki yaitu, Ali bin Abi Thablib, Umar bin Khatab dan Ali bin Abi Thalib.

Ketika Siti Fatimah dengan Ali bin Abi Thalib sudah beranjak dewasa, Siti Fatimah dilamar oleh Abu Bakar Ash-Siddiq. Dan Ali bin Abi Thalib berfikir bahwa lamaran Abu Bakar pasti diterima. Karena Abu Bakar adalah kalangan laki-laki yang paling di cintai oleh Rasulullah. Tapi ternyata ditolak.

Kemudian datang Umar bin khatab untuk melamar Siti Fatimah. Dan Ali bin Abi Thalib berfikiran hal yang sama seperti sebelumnya. Bahwa lamaran Umar pasti diterima. Karena Umar adalah sahabat rasul yang paling mulia dan sangat tegas. Pengorbanannya untuk islam sangat luar biasa. Tapi nyatanya, di tolak.

Kemudian Ali bin Abi Thalib yang menganggap dirinya tidak sehebat Abu Bakar Ash Sidiq dan Umar bin Khatab mencoba untuk melamar Siti Fatimah. Dan dia lah yang di terima.

Ketika Siti Fatimah dan Ali bin Abi Thalib sudah menikah, siti fatimah berkata pada suaminya “Wahai suamiku, sebelum aku bertemu denganmu sebenarnya aku sudah mencintai seseorang”. Kemudian Ali bin Abi Thalib “Kamu mencintai seseorang tapi kenapa menikahnya dengan Saya?” dan Siti Fatimah menjawab “ Karena orang yang aku cintai dari dulu adalah orang yang kini menjadi suamiku”.

Dari kisah cinta romantis Siti Fatimah dan Ali bin Abi Thalib, kita belajar bahwa ungkapan cinta yang diucapkan setelah menikah itu sangat terasa nikmat apabila diungkapkan pada orang yang tepat.

Scarf Lover tidak perlu khawatir, cinta yang tepat akan datang diwaktu yang tepat.  Untuk itu, disarankan agar saling memantaskan diri dengan kesibukkan yang positif. Semoga segera dipertemukkan dengan orang yang setia ya!

(TS)