Keinginan untuk menambah momongan menjadi harapan banyak pasangan, termasuk Citra Kirana dan Rezky Aditya. Setelah hadirnya putra pertama mereka, Athar, keduanya kembali berusaha untuk mendapatkan anak kedua. Salah satu langkah yang mereka tempuh adalah menjalani program bayi tabung atau IVF (in vitro fertilization).
Citra secara terbuka membagikan perjalanan tersebut melalui media sosial. Ia menceritakan bahwa proses IVF sudah dimulai sejak awal tahun, mulai dari persiapan medis, pengambilan sel telur, hingga tahap transfer embrio yang menjadi salah satu momen paling dinantikan.
Menjalani Proses dengan Harapan Besar
Seluruh tahapan dijalani dengan serius dan penuh harapan. Setelah proses transfer embrio dilakukan, Citra memilih untuk fokus menjaga kondisi tubuh dengan beristirahat total selama beberapa waktu. Ia berusaha memberikan kesempatan terbaik agar proses tersebut berjalan lancar.
Bagi Citra, ini bukan hanya soal prosedur medis, tetapi juga bentuk ikhtiar besar untuk menghadirkan adik bagi sang putra. Keinginan Athar untuk memiliki adik juga menjadi salah satu alasan yang membuatnya semakin kuat menjalani proses ini.
Hasil yang Belum Sesuai Harapan
Namun, hasil yang ditunggu ternyata belum sesuai harapan. Setelah melakukan pemeriksaan, hasil menunjukkan bahwa program IVF tersebut belum berhasil. Tentu saja hal ini menjadi pukulan emosional yang tidak mudah.
Citra mengaku merasa sedih dan kecewa, karena harapan besar yang sudah dibangun harus kembali tertunda. Meski begitu, ia berusaha menerima semuanya dengan lapang dada. Di tengah kesedihan itu, dukungan dari keluarga, terutama anaknya, menjadi kekuatan tersendiri.
Memilih Ikhlas dan Berserah
Meski harus menerima hasil yang tidak diinginkan, Citra memilih untuk tetap bersyukur dan ikhlas. Ia percaya bahwa manusia hanya bisa berusaha sebaik mungkin, sementara hasil akhirnya tetap menjadi ketentuan Allah.
Baginya, program IVF adalah bentuk ikhtiar, bukan jaminan hasil. Setelah semua proses dijalani, yang bisa dilakukan adalah berserah dan percaya bahwa setiap takdir pasti memiliki hikmah terbaik.
Sikap ini menunjukkan bahwa dalam perjalanan panjang seperti ini, ketenangan hati sering kali datang dari penerimaan, bukan dari hasil yang selalu sesuai keinginan.
Belajar tentang Sabar dan Tawakal
Kisah Citra Kirana menjadi pengingat bahwa tidak semua doa langsung dijawab sesuai harapan. Ada kalanya seseorang diminta untuk menunggu lebih lama, belajar lebih sabar, dan memahami arti tawakal yang sesungguhnya.
Menjalani IVF bukan hanya soal fisik, tetapi juga soal mental dan emosi. Karena itu, memilih tetap tenang dan tidak kehilangan rasa syukur adalah bentuk kekuatan yang tidak semua orang mampu jalani.
Program IVF yang belum berhasil tentu bukan pengalaman yang mudah. Namun, Citra Kirana menunjukkan bahwa kesedihan tidak harus membuat seseorang kehilangan harapan.
Dengan tetap ikhlas, bersyukur, dan menyerahkan semuanya kepada Allah, ia membuktikan bahwa setiap proses hidup memiliki pelajarannya sendiri. Kadang, yang sedang diuji bukan hanya kesabaran menunggu, tetapi juga kemampuan untuk tetap percaya pada rencana terbaik dari-Nya.








