Pencarian terhadap rombongan yang hilang kontak saat melakukan peliputan aktivitas Gunung Anak Krakatau sejak Senin, 7 September 2026, di perairan Selat Sunda terus dilakukan oleh Tim SAR Gabungan. Memasuki hari keenam pencarian, sejumlah barang ditemukan di sekitar perairan Selat Sunda sebelah timur Pulau Rakata.

Barang yang ditemukan tersebut berupa satu helm plastik berwarna merah, satu jeriken plastik biru dengan tutup hitam, serta dua life jacket atau jaket pelampung berwarna oranye. Temuan ini kemudian diperiksa untuk memastikan apakah memiliki kaitan dengan rombongan yang hingga kini masih dalam pencarian.
Diperiksa, Barang Bukan Milik Kapal
Polda Banten melakukan pemeriksaan dan konfirmasi kepada pemilik kapal KM Arupadhatu 1 terkait barang-barang yang ditemukan. Dari hasil pemeriksaan, dua life jacket berwarna oranye dengan tulisan “Milles.II” dipastikan bukan perlengkapan milik kapal tersebut.
Pasalnya, life jacket yang tersedia di KM Arupadhatu 1 berwarna merah, kuning, dan ungu serta tidak memiliki tulisan “Milles.II”.
Jeriken yang ditemukan juga memiliki perbedaan dengan jeriken yang digunakan oleh kapal. Jeriken milik KM Arupadhatu 1 berwarna biru pudar, berkapasitas 30 liter, berbentuk pendek, memiliki tutup putih, serta tidak memiliki penanda.
Sementara itu, jeriken yang ditemukan berwarna biru tua, berkapasitas 35 liter, berbentuk lebih panjang, memiliki tutup hitam, dan terdapat tulisan pada bagian badan jeriken. Polisi juga menemukan bahwa jeriken tersebut mengeluarkan aroma minyak sayur, sedangkan KM Arupadhatu 1 menggunakan bahan bakar Pertamax.
Adapun helm plastik merah yang ditemukan juga dipastikan bukan perlengkapan kapal. KM Arupadhatu 1 diketahui tidak memiliki maupun menyediakan helm dengan jenis tersebut.
Pencarian Masih Terus Dilakukan
Melansir dari laman Viva.co.id, sehari sebelumnya, Minggu (13/9/2026), Tim SAR Gabungan juga menemukan sejumlah barang lain dalam operasi pencarian, di antaranya sebuah galon, dua buah terpal, dan tiga life jacket.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Banten, Al Amrad, mengatakan belum ada kepastian apakah barang-barang tersebut berkaitan dengan rombongan yang hilang kontak.
Hingga Senin (14/9/2026), delapan orang masih dalam pencarian. Mereka terdiri dari Warta (55), kapten kapal; Surakman (60), ABK; Heriyanto (49), guide; M. Bagus Khoirunnas (28), jurnalis Antara; Ari Basuki (52), jurnalis Merdeka; Yudhis (43), jurnalis iNews; Daus (42), jurnalis Anadolu; serta Donal (51), pekerja lepas.
Operasi SAR Gabungan masih terus dioptimalkan untuk menemukan seluruh penumpang yang hilang kontak di perairan Selat Sunda. Sejumlah temuan di lokasi pencarian pun masih diperiksa lebih lanjut untuk mengetahui kemungkinan keterkaitannya dengan rombongan tersebut.
Kita doakan agar pencarian segera menemukan kabar baik dan titik terang. Aamiin Yaa Rabbal’alamin








