Masker LED Jadi Beauty Device Favorit, Tapi Apakah Aman untuk Semua Orang?

Popularitas LED mask terus meningkat berkat manfaatnya untuk kesehatan kulit. Namun, memahami kondisi kulit sebelum menggunakannya menjadi langkah penting untuk menghindari risiko hiperpigmentasi.

Scarflovers, jika Anda aktif mengikuti perkembangan dunia kecantikan, pasti sudah tidak asing lagi dengan LED mask. Beauty device berbentuk masker dengan cahaya merah, biru, hingga inframerah ini semakin sering muncul di media sosial dan menjadi bagian dari rutinitas skincare para beauty enthusiast.

Popularitasnya pun terus meningkat berkat berbagai manfaat yang ditawarkan. LED mask dipercaya dapat membantu mengurangi jerawat dan kemerahan, merangsang produksi kolagen, hingga menyamarkan garis halus sehingga kulit tampak lebih sehat dan bercahaya.

Namun, di tengah tren yang terus berkembang, muncul satu pertanyaan yang mulai banyak diperbincangkan. Apakah masker LED benar-benar aman untuk semua orang?

Belakangan ini sejumlah ahli kulit mengungkapkan bahwa penggunaan LED mask pada kondisi tertentu berpotensi memicu atau memperburuk melasma, yaitu gangguan pigmentasi yang ditandai dengan munculnya bercak kecokelatan pada wajah akibat produksi melanin yang berlebihan.

Meski terdengar mengkhawatirkan, hal ini bukan berarti seluruh masker LED berbahaya. Risiko tersebut umumnya berkaitan dengan panas yang dihasilkan oleh beberapa perangkat saat digunakan. Paparan panas yang berulang diketahui dapat merangsang aktivitas melanosit, yaitu sel yang memproduksi melanin.

Baca juga  Highlighter Lokal Ini Bisa Bikin Makeup Anda Jadi Glowing

Akibatnya, kulit yang memang rentan mengalami hiperpigmentasi dapat lebih mudah mengalami munculnya bercak gelap atau membuat melasma yang sudah ada menjadi semakin terlihat.

Image: Pinterest

Lalu, siapa saja yang perlu lebih berhati-hati?

Orang yang pernah mengalami melasma, memiliki riwayat hiperpigmentasi akibat paparan sinar matahari, sedang menjalani terapi hormonal, atau memiliki warna kulit medium hingga gelap umumnya memiliki risiko yang lebih tinggi.

Bukan berarti Anda harus langsung menghindari LED mask. Jika kulit Anda tidak memiliki faktor risiko tersebut, perangkat ini tetap dapat menjadi pelengkap rutinitas skincare. Yang terpenting adalah mengikuti petunjuk penggunaan, tidak menggunakannya secara berlebihan, dan menghentikan pemakaian apabila mulai muncul perubahan warna kulit yang tidak biasa.

Baca juga  Rekomendasi Body Wash untuk Punggung Berjerawat

Apabila setelah menggunakan LED mask Anda melihat munculnya bercak gelap yang semakin jelas, sebaiknya hentikan penggunaan sementara dan konsultasikan dengan dokter spesialis kulit. Penanganan sejak dini dapat membantu mencegah hiperpigmentasi berkembang lebih lanjut.

Selain itu, penggunaan skincare yang mengandung tranexamic acidniacinamideazelaic acid, atau cysteamine dapat membantu menyamarkan hiperpigmentasi secara bertahap. Jangan lupa untuk selalu menggunakan sunscreen setiap hari. Bagi kulit yang rentan mengalami melasma, tinted sunscreen juga dapat menjadi pilihan karena membantu melindungi kulit dari paparan cahaya tampak (visible light) yang diketahui turut berperan dalam pembentukan pigmentasi.

Pada akhirnya, tidak semua tren skincare akan memberikan hasil yang sama pada setiap orang. Sebelum mencoba beauty device yang sedang populer, pastikan Anda memahami kebutuhan dan kondisi kulit sendiri. Dengan begitu, Anda bisa memperoleh manfaatnya secara maksimal tanpa mengabaikan kesehatan kulit dalam jangka panjang.

Translate »