Belakangan ini, pola makan clean eating semakin banyak diterapkan sebagai bagian dari gaya hidup sehat. Konsep ini menekankan konsumsi makanan yang minim proses, menggunakan bahan-bahan segar, dan mengurangi makanan kemasan yang mengandung banyak tambahan gula, garam, maupun bahan aditif.
Scarf Lover, di tengah maraknya konsumsi ultra-processed food seperti mi instan, minuman manis kemasan, camilan tinggi gula, hingga makanan siap saji, banyak ahli gizi menyarankan untuk kembali mengonsumsi makanan yang lebih alami. Menariknya, prinsip tersebut juga memiliki keselarasan dengan ajaran Islam mengenai pentingnya memilih makanan yang halalan thayyiban, yakni halal sekaligus baik bagi tubuh.
Apa Itu Ultra-Processed Food?
Ultra-processed food (UPF) adalah makanan yang telah melalui proses pengolahan industri secara intensif dan umumnya mengandung berbagai bahan tambahan, seperti pemanis buatan, pewarna, perisa, pengawet, hingga emulsifier. Contohnya meliputi minuman bersoda, sosis, nugget, keripik kemasan, permen, dan makanan siap saji.
Mengonsumsi makanan jenis ini sesekali tentu bukan masalah. Namun, jika menjadi bagian utama dari pola makan sehari-hari, berbagai penelitian menunjukkan bahwa konsumsi UPF secara berlebihan dapat meningkatkan risiko obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, hingga gangguan metabolisme.
Clean Eating, Kembali pada Makanan Alami
Clean eating bukanlah pola diet ketat, melainkan kebiasaan memilih makanan yang lebih dekat dengan bentuk aslinya. Sayuran, buah-buahan, biji-bijian utuh, ikan, telur, daging segar, kacang-kacangan, serta makanan rumahan menjadi pilihan utama dalam pola makan ini.
Melansir NU Online, clean eating pada dasarnya mengajak seseorang untuk kembali pada kesegaran bahan asli. Praktik ini dinilai selaras dengan prinsip halalan thayyiban, yaitu memilih makanan yang tidak hanya halal, tetapi juga baik, bergizi, dan memberikan manfaat bagi kesehatan tubuh.
Selaras dengan Sunnah Rasulullah
Meski istilah clean eating merupakan konsep modern, nilai-nilai yang terkandung di dalamnya memiliki kesamaan dengan berbagai ajaran Islam. Rasulullah ﷺ dikenal mengonsumsi makanan yang sederhana, segar, dan tidak berlebihan. Dalam kehidupan sehari-hari, beliau mengonsumsi kurma, gandum, susu, madu, buah-buahan, serta daging dalam jumlah yang tidak berlebihan sesuai kebutuhan.
Selain memperhatikan jenis makanan, Rasulullah ﷺ juga mengajarkan adab makan, termasuk tidak berlebihan sebagaimana firman Allah dalam Al-Qur’an:
“Makan dan minumlah, tetapi jangan berlebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan.” (QS. Al-A’raf: 31)
Prinsip ini menjadi pengingat bahwa menjaga kesehatan bukan hanya tentang apa yang dikonsumsi, tetapi juga bagaimana seseorang mengatur porsinya.
Langkah Sederhana Memulai Clean Eating
Memulai clean eating tidak harus dilakukan secara drastis. Anda bisa memulainya dengan memperbanyak konsumsi sayur dan buah segar, memilih lauk yang dimasak sendiri di rumah, mengganti minuman manis dengan air putih, serta mengurangi frekuensi mengonsumsi makanan ultra-proses.
Scarf Lover, menjaga pola makan merupakan salah satu bentuk ikhtiar untuk merawat amanah berupa tubuh yang telah Allah titipkan. Dengan memilih makanan yang lebih alami, bergizi, dan sesuai prinsip halalan thayyiban, kita tidak hanya menjaga kesehatan fisik, tetapi juga menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.








