Nama Manal Rostom mungkin belum sepopuler atlet lari kelas dunia lainnya. Namun, bagi komunitas pelari dan muslimah global, sosok asal Mesir ini dikenal sebagai salah satu figur yang berhasil membuka jalan bagi perempuan berhijab untuk lebih aktif di dunia olahraga.
Tidak hanya dikenal sebagai pelari maraton, Manal Rostom juga merupakan instruktur kebugaran, pembicara publik, dan aktivis yang mendorong representasi perempuan Muslim dalam industri olahraga internasional.
Perjalanan Manal Rostom Menjadi Pelari Dunia
Manal Rostom mulai mengenal dunia lari sejak usia 13 tahun saat bersekolah di Kuwait. Ia aktif mengikuti kegiatan atletik dan menjadi kapten tim olahraga di sekolahnya.
Kecintaannya terhadap olahraga terus berlanjut saat menempuh pendidikan di Mesir. Meski sempat berkarier sebagai apoteker, Manal akhirnya memilih menekuni dunia kebugaran dan menjadikan olahraga sebagai bagian dari kehidupannya.
Menghadapi Tantangan sebagai Pelari Berhijab
Perjalanan Manal sebagai pelari tidak selalu mudah. Pada era 1990-an, masih jarang melihat perempuan berlari di ruang publik di Mesir, terlebih perempuan yang mengenakan hijab.
Saat mulai berhijab pada usia 21 tahun, Manal menghadapi berbagai tantangan dan stereotip. Namun, ia memilih untuk tetap berlari dan membuktikan bahwa hijab bukanlah penghalang untuk menjalani gaya hidup aktif.
Mendirikan Komunitas Surviving Hijab
Pada 2014, Manal mendirikan komunitas perempuan bernama Surviving Hijab. Awalnya komunitas ini dibuat sebagai ruang berbagi pengalaman bagi perempuan berhijab yang menghadapi tantangan serupa.
Seiring waktu, komunitas tersebut berkembang menjadi wadah inspirasi bagi ratusan ribu perempuan dari berbagai negara yang ingin tetap percaya diri menjalani aktivitas sehari-hari sambil mempertahankan identitas mereka.
Menjadi Wajah Nike Pro Hijab
Kiprah Manal Rostom semakin dikenal dunia setelah menjadi perempuan berhijab pertama yang tampil dalam kampanye lari Nike di Timur Tengah pada 2015.
Namanya kembali menjadi sorotan saat menjadi wajah kampanye peluncuran Nike Pro Hijab pada 2017. Kehadirannya membantu mendorong representasi muslimah dalam industri olahraga global sekaligus memperlihatkan bahwa kebutuhan atlet berhijab juga layak mendapat perhatian.
Menorehkan Prestasi di Ajang Maraton Dunia

Selain aktif menginspirasi perempuan melalui berbagai kampanye, Manal juga memiliki rekam jejak yang mengesankan sebagai pelari. Ia telah menyelesaikan lebih dari 12 maraton dan satu ultramaraton.
Manal juga menjalani tantangan Abbott World Marathon Majors, yang mencakup enam maraton paling bergengsi di dunia, yaitu New York, Berlin, Chicago, Boston, London, dan Tokyo. Pencapaian tersebut menjadikannya salah satu pelari perempuan Arab yang paling berpengaruh di dunia lari.
Inspirasi Modesty in Sport
Bagi banyak muslimah, Manal Rostom adalah bukti bahwa identitas dan prestasi dapat berjalan beriringan. Melalui perjalanan dan pencapaiannya, ia menunjukkan bahwa perempuan berhijab dapat berlari, berkompetisi, dan meraih mimpi di panggung internasional tanpa harus mengorbankan nilai yang mereka yakini.
Kisah Manal Rostom menjadi inspirasi bahwa setiap langkah kecil dapat membuka jalan bagi perubahan yang lebih besar bagi generasi perempuan berikutnya.








