15 Tahun Berkarya, Ayu Dyah Andari Hadirkan Koleksi “Puspa” yang Terinspirasi dari Keindahan Bunga Nusantara

Perpaduan Elegan Modernitas dan Tradisi

Dunia modest fashion Indonesia kembali menghadirkan karya penuh rasa melalui persembahan terbaru dari Ayu Dyah Andari. Memasuki 15 tahun perjalanan kreatifnya di industri mode, desainer yang dikenal lewat label Ayu Dyah Andari (ADA) ini mempersembahkan sebuah art installation dan private collection bertajuk Puspa, yang digelar pada 7–8 Mei 2026 di Le Nusa.

Bagi Scarflover pencinta modest fashion, nama Ayu Dyah Andari tentu sudah tidak asing lagi. Selama lebih dari satu dekade, ADA dikenal lewat karakter desain yang elegan, feminin, dan kaya detail dengan sentuhan craftsmanship yang kuat. Meski terus berevolusi mengikuti perkembangan mode, DNA desainnya tetap terasa konsisten mewah, lembut, dan memiliki kesan timeless.

“Selama 15 tahun berkarya, saya percaya modest fashion bukan hanya tentang mengikuti tren, tetapi tentang bagaimana tradisi dan modernitas dapat berjalan berdampingan dalam satu karya yang tetap memiliki jiwa dan identitas perempuan Indonesia,” jelas Ayu Dyah Andari selaku Pegiat Wastra Indonesia.

Puspa, Koleksi yang Terinspirasi dari Keindahan Bunga Nusantara

Lewat koleksi Puspa, Ayu Dyah Andari menghadirkan interpretasi artistik dari tiga bunga khas Indonesia, seperti Rafflesia, Melati, dan Anggrek. Ketiganya dipilih bukan sekadar karena keindahannya, tetapi juga karena makna yang melekat di balik karakter masing-masing bunga.

Rafflesia diterjemahkan melalui garis desain yang tegas dan berkarisma, melati hadir dalam siluet lembut dan ringan, sementara anggrek diwujudkan dalam rancangan yang anggun dengan nuansa aristokratik.

Baca juga  Koleksi yang Akan Dihadirkan oleh 7 Jenama Lokal Indonesia di New York Fashion Week 2023/2024

Keindahan bunga-bunga tersebut kemudian dituangkan melalui detail bordir, payet, hingga aplikasi bunga yang menjadi ciri khas karya ADA selama ini. Sentuhan mawar khas ADA juga tetap dipertahankan sebagai identitas desain yang melekat kuat dalam setiap koleksinya.

Menariknya lagi, pada koleksi couture pelanggan dapat memilih ingin menggunakan tambahan detail batu swarovski atau batu kecubung asli Indonesia. Tentunya hal ini memadukan modernitas dengan tradisional. Pemilihan batu ini juga sebagai langkah keberlanjutan industri fashion.

Sentuhan Tradisional yang Dipadukan dengan Modernitas

Tak hanya menghadirkan keindahan visual, koleksi ini juga memperlihatkan kekayaan budaya Indonesia melalui berbagai elemen tradisional. Siluet kebaya, kain panjang, beskap, hingga detail ukiran Jepara diolah kembali dalam pendekatan modern yang tetap relevan untuk perempuan masa kini.

Permainan warna dalam koleksi ini juga terasa lembut namun berkelas, mulai dari butter cream, dusty pink, teal blue, hingga warna-warna yang lebih bold seperti maroon dan deep brown.

Dalam perhelatan ini, ADA turut menampilkan 27 rancangan yang terdiri dari 13 koleksi couture dan 14 ready-to-wear, memperlihatkan keberagaman karakter perempuan yang ingin diwakili melalui Puspa.

Peluncuran Tas Premium Buatan Anak Negeri

Image: Scarf Media

Menariknya, perayaan 15 tahun ADA juga dibarengi dengan peluncuran lini tas terbaru yang dirancang sebagai pelengkap koleksi Puspa. Tas berbahan kulit sapi ini diproduksi langsung oleh tangan-tangan artisan lokal dengan kualitas craftsmanship premium berbahan kulit sapi dari Garut.

Baca juga  Kelana Wastra Fashion Fest 2024 Bentuk Pelestarian Wastra Indonesia

Hadir dalam lima pilihan warna yang terinspirasi dari elemen alam dan bunga Nusantara. Koleksi tas ini refleksi dari bunga Rafflesia, Melati, dan Anggrek. Warna yang dipilih ada lima yanitu, marun, putih, hijau, coklat, dan hitam. Tentunya dengan detail yang elegan, menjadi simbol bahwa produk lokal juga mampu tampil eksklusif dan bersaing secara kualitas.

Sosok Cynthia Ganesha selaku istri dari Wakil Menteri Kebudayaan RI turut dipercaya menjadi muse dalam proses penciptaan koleksi tas terbaru ADA. “Aku memang punya impian terhadap kolaborasi tas. Alhamdulillah, Ayu Dyah Andari mengajak kolaborasi membuat suatu karya. Akhirnya digodok selama 10 bulan lahirlah koleksi kolaborasi tas dengan tiga desian tas yang terinspirasi dari bunga namanya Puspa yaitu bunga-bunga yang ada di Indonesia,” jelasnya.

Perjalanan yang Dibangun dengan Konsistensi

Selama 15 tahun berkarya, Ayu Dyah Andari berhasil mempertahankan eksistensinya di tengah industri mode yang terus berubah. Konsistensinya dalam menghadirkan koleksi dengan detail kuat dan identitas yang khas menjadi alasan mengapa karya-karyanya tetap dicintai hingga kini.

Melalui Puspa, ADA bukan hanya menampilkan busana, tetapi juga menghadirkan refleksi tentang perempuan Indonesia lembut namun kuat, anggun namun penuh keberanian dalam mengejar aspirasi hidupnya.

Bagi Scarflover, koleksi ini menjadi pengingat bahwa fashion bukan sekadar tentang penampilan, tetapi juga tentang cerita, karakter, dan warisan budaya yang terus hidup dalam setiap detailnya.

Translate »