Sifat-Sifat Teladan Ibnu Abbas RA yang Layak Ditiru di Era Modern

Di tengah kehidupan modern yang serba cepat, kisah para sahabat Nabi tetap menjadi sumber teladan yang tak lekang oleh waktu. Salah satunya adalah Ibnu Abbas, sahabat Nabi Muhammad ﷺ yang dikenal luas karena keluasan ilmunya dan kedalaman pemahamannya terhadap Al-Qur’an. Lebih dari sekadar tokoh sejarah, Ibnu Abbas menghadirkan nilai-nilai hidup yang masih sangat relevan untuk diterapkan di era modern.

1. Cinta Ilmu dan Semangat Belajar Sepanjang Hayat

Ibnu Abbas dikenal memiliki kecintaan yang luar biasa terhadap ilmu. Sejak usia muda, ia tidak pernah merasa cukup dengan pengetahuan yang dimilikinya. Ia rela mendatangi para sahabat Nabi yang lebih senior untuk bertanya dan belajar, bahkan menunggu berjam-jam demi mendapatkan satu penjelasan. Di era modern, sifat ini relevan dengan semangat lifelong learning, di mana keterbukaan untuk terus belajar menjadi kunci menghadapi perubahan zaman.

2. Rendah Hati Meski Berilmu Tinggi

Meski diakui sebagai ulama besar dan rujukan tafsir, Ibnu Abbas tetap menunjukkan kerendahan hati. Ia tidak menjadikan ilmunya sebagai alat untuk meninggikan diri, melainkan sebagai sarana memberi manfaat. Sikap ini menjadi pengingat penting di tengah budaya pencitraan dan pengakuan sosial saat ini, bahwa ilmu sejatinya hadir untuk memberi dampak positif, bukan sekadar pengakuan.

Baca juga  Menemukan Tenang di Tengah Ujian Bersama Ustadz Irfan Rizki Haas

3. Menghargai Proses dan Adab

Ibnu Abbas sangat menjunjung tinggi adab dalam menuntut ilmu. Ia menghormati guru dan tidak segan belajar dari siapa pun yang memiliki pengetahuan. Dalam konteks modern, sifat ini mengajarkan pentingnya etika, sikap terbuka, dan rasa hormat—baik dalam dunia pendidikan, pekerjaan, maupun kehidupan sosial.

4. Kemampuan Berpikir Kritis dan Kontekstual

Keistimewaan Ibnu Abbas terletak pada kemampuannya memahami Al-Qur’an secara mendalam dan kontekstual. Ia tidak hanya melihat teks, tetapi juga latar belakang dan hikmah di baliknya. Di era modern yang dipenuhi informasi cepat, kemampuan berpikir kritis dan tidak menerima sesuatu secara mentah menjadi nilai yang sangat penting untuk dimiliki.

5. Tanggung Jawab dalam Menyampaikan Ilmu

Ibnu Abbas dikenal sangat berhati-hati dalam menyampaikan pendapat dan ilmu yang dimilikinya. Ia menyadari bahwa setiap pengetahuan membawa tanggung jawab. Nilai ini relevan di tengah maraknya penyebaran informasi di media digital, di mana kejujuran, kehati-hatian, dan akurasi menjadi hal yang sangat dibutuhkan.

Baca juga  Hukum Menggunakan Perhiasan dalam Islam

6. Menjadikan Ilmu sebagai Sarana Kebaikan

Bagi Ibnu Abbas, ilmu bukan tujuan akhir, melainkan sarana untuk mendekatkan diri kepada Allah dan memberi manfaat bagi umat. Ia menggunakan pengetahuannya untuk membimbing, menjelaskan, dan menenangkan umat. Di era modern, sifat ini mengingatkan bahwa keahlian dan kemampuan apa pun seharusnya diarahkan untuk kebaikan bersama.

Meneladani Ibnu Abbas bukan berarti kembali ke masa lalu, melainkan membawa nilai-nilai luhur ke dalam konteks kehidupan sekarang. Cinta ilmu, kerendahan hati, adab, dan tanggung jawab adalah fondasi yang tetap relevan di tengah tantangan era modern. Melalui teladan Ibnu Abbas, kita diajak untuk menjadi pribadi yang tidak hanya cerdas, tetapi juga bijak dan berakhlak.

Translate »