
5 Potret Tampilan Modest Fashion dengan Balutan Teknik Batik yang Modern
Indonesia Internasional Modest Fashion Festival kembali diselenggarakan mulai dari 25-29 Oktober 2023, di Jakarta Convention Center. Pada hari pertama pagelaran dibuka dengan parade show yang mengusung keindahan batik dalam balutan modest fashion. Yuk intip beberapa karya desainer ini dalam merancang batik untuk modest fashion.
1. Hannie Hananto
Terinspirasi dari Romansa Kolonial ,ide inspirasi dari bangunan kolonial dan gaya berpakaian sinyo noni Belanda. Kolaborasi dengan BATIK HUZA Pekalongan, menghadirkan aneka motif Batik, meliputi Batik Parang, Batik Slobok, dan Batik garis. Melalui koleksi ini, menampilkan motif batik klasik yang mengalami modernisasi
2. BT Trusmi
BT Batik Trusmi tampil dengan koleksi terbaru yang mengusung tema “The Odyssey of Blossoming Dreams“. Koleksi ini adalah manifestasi dari impian seorang gadis yang berani meraih rasa percaya diri melalui pakaian. Siluet dalam koleksi ini terinspirasi oleh kebaya tradisional yang disajikan dalam tampilan modern,menciptakan paduan unik antara tradisi dan gaya kontemporer. Motif mega mendung khas Cirebon dengan warna-warna cerah ini akan menciptakan produk fashion yang tak hanya memancarkan kecantikan tapi juga kekuatan dalam penampilan.
3. URA by Aura Alfia
Koleksi kali ini dengan nama LIFEYRE yang diambil dari bahasa yang memiliki arti Warm and
beautiful. Lifeyre ini yang menjadi inspirasi saya. Menghadirkan sebuah kesan hangat namun
berani di industri fashion batik untuk anak muda. Koleksi ini menggunakan motif batik seragen, memadukan design dengan penempatan detail fashion dan cutting sesuai dengan tren terkini, melalui design ini saya akan membawakan sentuhan baru terhadap makna batik dan anak muda. Warna yang dipilih didominasi dengan warna-warna tegas nan anggun yaitu warna coklat, biru, dan cream. Desain yang saya buat dalam koleksi ready to wear namun tetap eksklusif. Terdapat 8 Koleksi. Koleksi ini dalam bentuk atasan, bawahan, dan dress.
4. Arinz by Arinda Nurma
Koleksi ini menggunakan batik tulis warna alam dari kabupaten Trenggalek. Seri tadabur alam dari ARINZ by Arinda Nurma, modest fashion brand dengan sentuhan wastra dari daerah Jawa Timur. Hyompora sendiri merupakan perasaan damai yang muncul saat mendengarkan suara air/ ombak. Sebuah persembahan pada perempuan-perempuan yang tetap tenang dan mencoba menemukan kedamaian di tengah kerasnya hidup yang dijalani
Warna yang diambil adalah dari warna ombak lautan di waktu senja yaitu biru navy, ash grey, crème, warm brown, olive green dan juga coral. Ada 8 looks busana wanita dengan style perpaduan classic elegan dan exotic dramatic.
5. Zelmira
Zelmira sebagai brand dari SMK NU Banat Kudus menghadirkan koleksi busana yang menonjolkan style feminine elegant bertemakan “BULUSAN” yang berarti mengangkat tradisi yang ada dikota Kudus yakni, tradisi tahunan kirab bulusan yang memberikan bulus makan ketupat, serta dipadukan dengan gaya modern tradisional. Koleksi ini menampilkan pesona dari kain modern dan corak parijoto sebagai symbol peninggalan dari Mbah Sunan Muria yang dikombinasikan dengan perpaduan motif brokat prada yang menggambarkan sisi feminime dari wanita. Pada koleksi ini, Zelmira menampilkan 8 looks dengan detail smock dan menggunakan pilihan warna mustard, hitam dan broken white yang mencerminkan kesucian, berani dan tenang.