Sayyidah Nafisah Sosok Ulama Perempuan yang Bersahaja

Guru dari Imam Syafi'I

Salah satu ulama perempuan yang cukup mahsyur dalam sejarah islam adalah Nafisah binti al-Hasan al-Anwar bin Zaid al-Ablaj bin al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib. Sayyidah Nafisah merupakan cicit dari Nabi Muhammad Saw. yang lahir dari pasangan Al-Hasan dan Ummu Walad di Mekkah pada pertengahan tahun 145 Hijriah atau 762 M.

Ayahnya adalah seorang ulama terkemuka pada masa Dinasti Abbasiyah dan sempat menjabat sebagai Gubernur Madinah pada masa Khalifah Ja’far al-Manshur. Ayahnya dikenal alim dan cakap dalam urusan agama dan politik.

Sejak kecil, Sayyidah Nafisah sudah hafal Al-Qur’an. Kesaharian Nafisah disibukkan dengan aktivitas belajar, terutama mendalami ilmu-ilmu al-Quran, hadis, fikih, dan cabang keilmuan Islam lainnya. Nafisah dikenal memiliki gaya hidup zuhud, bersahaja, dan tidak mudah silau dengan kemewahan harta atau kekuasaan.

Baca juga  Jejak Karier Kesuksesan Ria Ricis, Hingga Akhirnya Dipinang

Oleh karena keahlian dan intelektualnya yang tinggi, Sayyidah Nafisah dijuluki Ummul ‘Ulum. Gelar lain yang disematkan kepadanya adalah Nafisat al-Ilm wal Ma’rifat, Nafisat Thahira, Nafisat al-Abidah, Nafisat al-Darayn, Sayyidat al-Karamat, Sayyidat Ahlul Fatwa, dan Umm al-Awaajiz. Pada saat yang sama, ia dijuluki juga sebagai ‘Abidah Zahidah, yaitu ahli ibadah yang tekun menjalani ritual dan berperilaku hidup asketis.

Setiap tahunnya selama kurang lebih tiga puluh tahun, Nafisah berkunjung ke Makkah untuk menunaikan ibadah haji. Perjalanannya ditempuh dengan susah payah, sembari rutin berpuasa pada siang hari dan menunaikan tahajud pada malam hari.

Ketika beliau berusia 44 tahun, tiba di Kairo pada 26 Ramadhan 193 H. Kabar kedatangannya disambut luar biasa oleh penduduk Kairo untuk mendengar nasihat dan ilmu darinya. Tidak hanya itu, para ulama terkemuka juga menyambut kehadiran Sayyidah Nafisah dengan antusias untuk mendengar pengajian dan ceramah beliau. Salah satunya, Imam Syafi’I yang sampai meminta waktu khusus bertemu beliau. Dalam pertemuannya terjadi relasi guru-murid di antara dua tokoh ini.

Baca juga  5 Potret Pengajian Aurel Hermansyah, Hikmat dan Haru!

Dilansir dari laman NU Online, beberapa nasihat dari Sayyidah Nafisah diantaranya:

1. Jika kalian ingin berkecukupan, tidak menjadi miskin, bacalah QS. al-Waqi’ah [56].  

2. Jika kalian ingin tetap dalam keimanan Islam, bacalah QS. al-Mulk [67].  

3. Jika kalian ingin tidak kehausan pada hari dikumpulkan di akhirat, bacalah QS. al-Fatihah [1].  

4. Jika kalian ingin minum air telaga Nabi di akhirat, maka bacalah QS. al-Kautsar [108].

Sayyidah Nafisah adalah fakta sejarah bahwa perempuan bisa menjadi seorang ulama bersahaja dan tauladan yang patut kita contoh.

Translate »