Kabar bahagia datang dari keluarga pengusaha Garibaldi Thohir. Gamma Abdurrahman Thohir resmi menikah dengan Keelie Gunawan Susilo pada Minggu, 26 Juli 2026. Pernikahan keduanya menjadi salah satu perayaan yang mencuri perhatian, terutama melalui konsep acara yang memadukan kemewahan dengan kekayaan budaya Nusantara.

Rangkaian pernikahan Gamma dan Keelie digelar dengan menghadirkan nuansa tradisional yang kuat. Tak hanya melalui busana pengantin, dekorasi dan berbagai elemen visual dalam perayaan tersebut turut membawa sentuhan budaya Indonesia yang dikemas secara modern.
Resepsi Megah di Kawasan GWK

Salah satu momen yang paling mencuri perhatian adalah resepsi pernikahan yang digelar di kawasan Garuda Wisnu Kencana (GWK), Bali. Perayaan tersebut tampil megah dengan atmosfer yang tetap mempertahankan karakter budaya Bali.
Dekorasi menjadi salah satu elemen yang menonjol. Nuansa tradisional Bali berpadu dengan penggunaan material anyaman serta instalasi berbentuk naga yang hadir sebagai bagian dari dekorasi. Perpaduan tersebut menciptakan suasana yang monumental sekaligus sarat makna.
Pilihan elemen dekorasi ini juga memperlihatkan bagaimana unsur tradisional dapat diterjemahkan ke dalam konsep pernikahan modern tanpa kehilangan identitas budaya.
Keelie Tampil Anggun dalam Balutan Toni Maticevski

Sebagai pengantin wanita, Keelie tampil elegan dengan gaun rancangan desainer Australia, Toni Maticevski. Siluet gaun yang sophisticated memberikan kesan modern sekaligus feminin pada penampilannya.
Penampilan tersebut kemudian dilengkapi dengan headpiece keemasan karya desainer aksesori ternama Indonesia, Rinaldy A. Yunardi. Detail berwarna emas memberikan statement tersendiri sekaligus memperkuat kesan regal pada keseluruhan bridal look Keelie.
Perpaduan karya desainer internasional dengan sentuhan kreatif Indonesia menjadikan penampilan Keelie semakin personal dan distinctive.
Akad dengan Interpretasi Budaya Lampung

Sebelum resepsi di Bali, rangkaian pernikahan Gamma dan Keelie juga menghadirkan prosesi akad yang tidak kalah menarik. Konsepnya menginterpretasikan budaya Lampung dengan pendekatan kontemporer.
Elemen tradisional dipadukan dengan craftsmanship khas Nusantara dan modern architecture sehingga menciptakan atmosfer yang lebih refined. Pendekatan ini menunjukkan bagaimana identitas budaya dapat diterjemahkan melalui bahasa desain yang lebih modern tanpa menghilangkan akar tradisinya.
Gaun Resepsi dari Sapto Djojokartiko

Untuk resepsi, Keelie kembali menghadirkan fashion moment melalui gaun rancangan Sapto Djojokartiko. Desainer Indonesia tersebut dikenal dengan pendekatan desain yang memadukan detail, struktur, dan karakter feminin dalam berbagai karyanya.
Pemilihan rancangan Sapto Djojokartiko menjadi salah satu highlight fashion dalam perayaan tersebut. Gaun pengantin tidak hanya menjadi bagian dari penampilan, tetapi juga memperlihatkan bagaimana karya desainer Tanah Air dapat hadir dalam sebuah perayaan berskala besar dan penuh kemewahan.
Pernikahan Gamma dan Keelie memperlihatkan bahwa kemewahan tidak selalu harus hadir melalui estetika yang serba modern. Justru, unsur budaya dapat menjadi bagian penting yang membuat sebuah perayaan terasa lebih personal dan memiliki karakter.








