Hak Anak Yatim yang Sering Diabaikan, Tanpa Kita Sadari

Simak penjelasan soal hak anak yatim dalam Islam.

Menghardik anak yatim bukan hanya soal membentak atau berkata kasar. Kadang sikap acuh, sinis, atau memalingkan wajah pun bisa jadi bentuk penghardikan. Padahal, dalam Islam, anak yatim adalah golongan yang dijaga langsung oleh Allah. Bahkan, dalam Surah Ad-Dhuha, Allah dengan tegas melarang kita bersikap sewenang-wenang terhadap mereka.

Dilansir dari Dompet Dhuafa, sikap kasar terhadap anak yatim bukan hal ringan. Dikisahkan dulu, seorang pemuka Quraisy bernama Abu Sufyan pernah menolak permintaan seorang anak yatim yang datang meminta daging. Bukan dibantu, anak itu malah diusir dan dipukul. Peristiwa itu menjadi salah satu sebab turunnya ayat yang melarang perlakuan buruk terhadap anak yatim.

Anak yatim memang istimewa. Bukan karena mereka berbeda, tapi justru karena kondisi hidup mereka yang kehilangan perlindungan sejak dini. Mereka tidak tumbuh dengan figur seorang ayah, tidak tahu rasanya punya tempat bersandar saat kesulitan, atau sekadar merasa aman saat butuh pertolongan.

Itulah kenapa Allah memuliakan mereka. Nabi Muhammad pun menaruh perhatian besar pada anak yatim. Bahkan beliau menjanjikan kedekatan di surga bagi siapa saja yang menyantuni dan menyayangi mereka.

Baca juga  Wajib Tahu! Hukum Zakat pada Tabungan Emas Online

“Aku dan orang yang menanggung anak yatim di surga seperti ini…”
(Sambil merapatkan jari telunjuk dan jari tengah – HR. Bukhari)

Lalu, Apa Saja Hak-Hak Anak Yatim?

Karena anak yatim tidak lagi memiliki pelindung utama dalam hidupnya, Islam menekankan bahwa mereka tetap harus mendapatkan hak-hak dasarnya seperti anak lainnya. Beberapa di antaranya:

Image: Pinterest

1. Hak atas Perlindungan

Anak yatim berhak merasa aman. Baik secara fisik maupun batin. Dalam QS. Ad-Dhuha ayat 6, Allah mengingatkan bahwa sebagaimana Dia pernah melindungi Nabi Muhammad yang yatim, kita pun diminta ikut menjaga mereka.

2. Hak atas Perlakuan yang Baik

Bersikap lembut, penuh empati, dan tidak kasar adalah sikap yang harus kita jaga. Dalam QS. Ad-Dhuha ayat 9, larangan tegas disampaikan: “Maka terhadap anak yatim, janganlah engkau berlaku sewenang-wenang.”

3. Hak atas Kebutuhan Dasar

Makanan, pakaian, tempat tinggal semua kebutuhan pokok itu tetap menjadi hak mereka. Dalam hadis disebutkan, siapa yang memberi makan dan minum anak yatim, maka balasannya adalah surga, kecuali jika ia melakukan dosa besar yang tak terampuni.

Baca juga  Bolehkah Membagikan Daging Kurban dalam Bentuk Masakan?

4. Hak atas Pendidikan

Anak yatim tetap punya hak untuk belajar dan berkembang. Rasulullah bahkan menjanjikan surga bagi mereka yang membantu anak yatim dalam urusan pendidikan dan tumbuh kembangnya.

5. Hak atas Harta Peninggalan

Jika ada harta yang ditinggalkan oleh orang tua mereka, maka wajib dijaga dan tidak boleh disalahgunakan. Allah Swt mengingatkan dalam QS. An-Nisa ayat 10, siapa pun yang memakan harta anak yatim secara zalim sama saja menelan api dan akan masuk ke neraka.

Maka kalau tak bisa banyak membantu, jangan menyakiti, kalau belum bisa menyantuni, setidaknya jangan menutup mata. Masih banyak anak yatim yang membutuhkan bantuan nyata.
Mereka tidak meminta lebih hanya ingin hidup yang layak, aman, dan dihargai seperti anak-anak lainnya.

Yuk, ulurkan kebaikanmu melalui Dompet Dhuafa. Bantu mereka lewat sedekah terbaik yang Anda bisa. Tak perlu menunggu mampu, cukup mulai dari yang sederhana, asal dari hati yang tulus, karena siapa pun yang memuliakan anak yatim, tempatnya begitu dekat dengan Rasul di surga kelak.

Translate »