Memasuki usia ke-50 tahun, Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat peran pengusaha nasional dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia. Komitmen tersebut menjadi salah satu fokus utama dalam penyelenggaraan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) III HIPPI sekaligus peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-50 organisasi pada 2026.
Lima dekade perjalanan HIPPI menjadi momentum penting untuk mengevaluasi kontribusi organisasi dalam membangun kemandirian ekonomi nasional. Lebih dari sekadar perayaan hari jadi, kegiatan ini menjadi wadah konsolidasi bagi para pengusaha untuk memperkuat daya saing, memperluas jaringan kemitraan, serta merumuskan langkah strategis dalam menghadapi perubahan dan tantangan ekonomi.

Ketua Umum DPP HIPPI, Erik Hidayat, dijadwalkan menyampaikan arahan mengenai arah organisasi ke depan. Penguatan kelembagaan, penyelarasan program kerja, serta peningkatan kontribusi pengusaha nasional menjadi bagian penting dalam upaya HIPPI menjawab kebutuhan dunia usaha yang terus berkembang.
Pemerintah dan Dunia Usaha Perkuat Sinergi

Rakernas III HIPPI 2026 dijadwalkan dibuka secara resmi oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, Airlangga Hartarto. Kehadiran pemerintah dalam agenda ini menjadi bagian dari upaya mempertemukan kebijakan ekonomi nasional dengan kebutuhan nyata para pelaku usaha.
Rangkaian peringatan HUT ke-50 juga mencakup pemotongan kue ulang tahun bersama jajaran pimpinan HIPPI dan para tokoh undangan. Prosesi tersebut menjadi simbol perjalanan panjang organisasi dalam memperjuangkan kemandirian ekonomi dan mendorong kemajuan pengusaha Indonesia.
Dari kalangan dunia usaha, Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Indonesia, Anindya Novyan Bakrie, serta Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, dijadwalkan turut memberikan pandangan.
Keterlibatan para tokoh tersebut diharapkan dapat memperkuat dialog mengenai pengembangan investasi, percepatan hilirisasi, dan peningkatan kapasitas usaha nasional. Bagi HIPPI, hubungan yang erat antara pemerintah, organisasi pengusaha, dan berbagai institusi terkait merupakan modal penting untuk membuka peluang bisnis yang lebih luas.
Melalui sinergi tersebut, pengusaha nasional diharapkan tidak hanya mampu bertahan menghadapi persaingan, tetapi juga memiliki kesempatan lebih besar untuk berkembang, berinovasi, dan mengambil peran dalam pembangunan ekonomi Indonesia.
Hilirisasi dan Energi Jadi Bagian dari Transformasi Ekonomi

Agenda Rakernas turut menghadirkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral sekaligus Menteri Koordinator Bidang Hilirisasi dan Transisi Energi, Bahlil Lahadalia, dalam sesi khusus. Pada kesempatan tersebut, Bahlil dijadwalkan menerima penghargaan Tokoh Inspiratif Pribumi dari HIPPI sebagai bentuk apresiasi atas perjalanan dan kiprahnya yang dinilai memberikan inspirasi bagi pengusaha nasional.
Pembahasan mengenai hilirisasi dan sektor energi menjadi relevan di tengah kebutuhan Indonesia untuk meningkatkan nilai tambah sumber daya alam, memperkuat industri dalam negeri, dan memperluas kesempatan usaha. Keterlibatan dunia usaha dinilai penting agar transformasi ekonomi dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi pelaku usaha di berbagai skala.

HIPPI memandang bahwa penguatan industri nasional perlu berjalan beriringan dengan peningkatan kemampuan pengusaha dalam membaca peluang, membangun kemitraan, serta menyesuaikan model bisnis dengan perkembangan ekonomi.
HIPPI Talks Bahas Ketahanan Pangan, Energi, dan UMKM

Untuk memperdalam pembahasan mengenai tantangan ekonomi, Rakernas III menghadirkan sesi HIPPI Talks yang mengangkat tiga isu utama, yakni industri pupuk dan ketahanan pangan, energi dan transformasi kelistrikan nasional, serta kebijakan UMKM, ekonomi kreatif, dan penguatan pengusaha nasional.
Diskusi tersebut dirancang menghadirkan Rahmad Pribadi, Direktur Utama PT Pupuk Indonesia (Persero); Darmawan Prasodjo, Direktur Utama PT PLN (Persero); serta Kawendra Lukistian, Anggota Komisi VI DPR RI sekaligus Ketua Umum Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs).
Sesi diskusi akan dimoderatori oleh Amin Shabana, Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia Pusat sekaligus Ketua Bidang Kemitraan dan Kelembagaan DPP HIPPI.
Ketiga tema tersebut mencerminkan keterkaitan berbagai sektor yang menjadi penopang perekonomian. Ketahanan pangan membutuhkan dukungan industri dan ketersediaan pupuk, sedangkan pertumbuhan industri dan aktivitas bisnis memerlukan pasokan energi yang andal. Di sisi lain, UMKM dan ekonomi kreatif membutuhkan kebijakan yang mendukung, akses terhadap peluang pasar, serta penguatan kapasitas pelaku usaha.
Melalui forum ini, HIPPI mendorong pertukaran gagasan dan pengalaman antara pemerintah, industri, serta pengusaha agar berbagai tantangan dapat direspons melalui solusi yang relevan dan berkelanjutan.
HIPPI Award 2026 Apresiasi Inovasi dan Kemitraan

Sebagai bagian dari peringatan setengah abad organisasi, HIPPI juga menggelar HIPPI Award 2026 untuk memberikan apresiasi kepada institusi dan mitra yang dinilai berkontribusi terhadap pengembangan ekosistem usaha nasional.
Bank Indonesia dijadwalkan menerima penghargaan Digital Transformation Champion atas transformasi sistem pembayaran digital melalui QRIS. Kehadiran sistem pembayaran tersebut dinilai mendukung kemudahan transaksi sekaligus membantu pelaku usaha, termasuk UMKM, dalam mengadopsi teknologi digital.
Selain itu, HIPPI memberikan penghargaan kepada Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) dan MOST 105.8 FM sebagai bentuk apresiasi atas dukungan dan kolaborasi yang terjalin bersama organisasi.
Penghargaan ini mencerminkan pentingnya kerja sama berbagai pihak dalam membangun lingkungan usaha yang lebih kuat. Digitalisasi, kemudahan akses pembiayaan, dan penyebaran informasi menjadi elemen yang saling melengkapi dalam membantu pengusaha memperluas pasar dan meningkatkan daya saing.
Perluas Kerja Sama dengan Institusi Pendidikan dan Ketenagakerjaan

Upaya memperkuat ekosistem usaha juga diwujudkan melalui penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dengan Institut Ilmu Sosial dan Manajemen STIAMI serta BPJS Ketenagakerjaan.
Kerja sama tersebut melibatkan Prof. Dr. Sylviana Murni selaku Rektor Institut STIAMI dan Dr. Agung Nugroho selaku Direktur Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan.
Kolaborasi lintas sektor ini menjadi langkah untuk memperluas jejaring kelembagaan, meningkatkan kapasitas sumber daya manusia, serta memperkuat dukungan terhadap pengusaha dan tenaga kerja. Hubungan antara dunia pendidikan, organisasi pengusaha, dan institusi ketenagakerjaan diharapkan dapat menciptakan manfaat yang lebih konkret bagi perkembangan dunia usaha.
Penguatan sumber daya manusia menjadi salah satu faktor penting dalam menghadapi persaingan ekonomi yang semakin kompetitif. Karena itu, kemitraan kelembagaan diharapkan mampu membuka ruang bagi pengembangan kompetensi, pertukaran pengetahuan, dan perluasan akses terhadap berbagai layanan pendukung usaha.
Beri Penghormatan kepada Tokoh yang Berkontribusi bagi HIPPI

Dalam perayaan 50 tahun, HIPPI turut memberikan penghargaan kehormatan kepada para mantan Ketua Umum, yaitu Harsono Badai Samudra, Suryo Bambang Sulisto, dan Dr. Suryani Sidik Motik.
Sementara itu, penghargaan Lifetime Achievement Award diberikan kepada Dr. (H.C.) Drs. H. Muhammad Jusuf Kalla sebagai bentuk penghormatan atas perjalanan panjang, dedikasi, serta kontribusinya terhadap dunia usaha dan kewirausahaan nasional.
Pemberian penghargaan tersebut menjadi pengingat bahwa perkembangan organisasi selama lima dekade tidak terlepas dari peran para pemimpin, tokoh, dan pemangku kepentingan yang telah memberikan sumbangsihnya.
Pengalaman dan kontribusi para tokoh tersebut juga menjadi bagian penting dari perjalanan HIPPI dalam membangun jaringan pengusaha serta mendorong tumbuhnya semangat kewirausahaan di Indonesia.
Melalui Rakernas III dan peringatan HUT ke-50, HIPPI menegaskan tekad untuk terus mendorong kemandirian ekonomi, memperluas kolaborasi, dan meningkatkan daya saing pengusaha Indonesia.
Lima puluh tahun perjalanan menjadi fondasi untuk melangkah ke tahap berikutnya. Dengan semangat inovasi, kebersamaan, dan kemitraan strategis, HIPPI diharapkan dapat terus berkontribusi dalam membangun dunia usaha yang tangguh, memperkuat ekonomi nasional, dan mendukung terwujudnya Indonesia yang semakin maju.








