Croco atau Ostrich? Mengenal Dua Jenis Exotic Leather yang Punya Karakter Berbeda

Sering hadir pada wallet, pouch, hingga aksesori premium, ternyata keduanya memiliki tekstur dan karakter yang cukup berbeda.

Kulit bukan hanya digunakan untuk pakaian atau aksesori fashion. Dalam produk lifestyle, material kulit juga banyak ditemukan pada berbagai barang sehari-hari, mulai dari wallet, card holder, pouch, laptop sleeve, bag, hingga aksesori lainnya. Penggunaan jenis kulit yang berbeda pun dapat memberikan karakter yang berbeda pada setiap produk.

Salah satunya adalah exotic leather, yaitu jenis kulit yang berasal dari hewan non-konvensional dan memiliki tekstur khas yang tidak ditemukan pada kulit sapi biasa. Dalam dunia fashion dan aksesori premium, crocodile leather dan ostrich leather menjadi dua jenis yang cukup dikenal.

Meski sama-sama termasuk exotic leather, keduanya memiliki karakter yang cukup berbeda, mulai dari tekstur, tampilan, hingga cara perawatannya. Lantas, apa yang membedakan kulit croco dan ostrich?

Croco Leather

Crocodile leather atau kulit buaya dikenal dengan pola permukaannya yang khas. Teksturnya terdiri dari susunan seperti kotak atau ubin dengan ukuran yang tidak selalu sama, sehingga setiap bagian kulit dapat memiliki pola yang terlihat berbeda.

Selain tampilannya, kulit crocodile juga dikenal dapat mengalami patina seiring pemakaian. Patina merupakan perubahan alami pada warna dan tampilan kulit yang terjadi setelah digunakan dan dirawat dalam jangka waktu tertentu. Pada kulit buaya, proses ini dapat membuat warna terlihat semakin dalam dan permukaannya semakin berkarakter.

Baca juga  Haru, Erick Thohir Wujudkan Keinginan Sang Ayah Bangun Masjid

Namun, crocodile leather juga membutuhkan perhatian lebih dalam perawatannya. Paparan air dalam waktu lama sebaiknya dihindari karena dapat memengaruhi kondisi kulit. Penggunaan produk perawatan yang memang ditujukan untuk kulit reptil juga dapat membantu menjaga kelembapan dan tampilannya.

Ostrich Leather

Sementara itu, ostrich leather atau kulit burung unta memiliki karakter yang cukup berbeda. Jika crocodile leather memiliki struktur yang lebih tegas, ostrich dikenal dengan teksturnya yang lebih lembut dan lentur.

Image: Pinterest

Ciri paling mudah dikenali dari ostrich leather adalah pola titik-titik kecil yang disebut quill. Titik tersebut merupakan bekas tempat tumbuhnya bulu pada kulit burung unta dan menjadi salah satu karakter yang membuat material ini begitu khas.

Pola quill tidak muncul di seluruh permukaan kulit. Karena itu, bagian yang memiliki pola tersebut menjadi area yang banyak dihargai dalam pembuatan produk berbahan ostrich leather. Semakin terlihat karakter quill pada permukaannya, semakin menonjol pula tampilan khas material tersebut.

Baca juga  Pilihan Menu Vegan Resto Cepat Saji, Nikmat juga Sehat!

Namun, sifatnya yang lembut juga membuat ostrich leather membutuhkan perhatian saat digunakan. Permukaannya relatif lebih mudah menunjukkan goresan atau bekas noda dibandingkan kulit yang memiliki permukaan lebih keras. Cairan yang mengenai permukaannya juga dapat lebih mudah terlihat.

Apa Bedanya Croco dan Ostrich Leather?

Meski sama-sama termasuk exotic leather, crocodile dan ostrich menawarkan karakter yang berbeda. Croco memiliki pola kotak khas dengan struktur yang lebih tegas dan dapat mengembangkan patina seiring waktu. Sementara itu, ostrich lebih dikenal dengan permukaannya yang lembut, lentur, serta pola quill berupa titik-titik khas.

Perbedaan tersebut juga membuat keduanya memberikan kesan yang berbeda ketika diaplikasikan pada aksesori. Croco cenderung memberikan tampilan yang lebih structured dan klasik, sedangkan ostrich menawarkan karakter yang lebih soft dengan tekstur yang menjadi daya tarik utamanya.

Jadi, ketika menemukan aksesori berbahan exotic leather, jangan hanya melihat jenis produknya. Perhatikan juga karakter materialnya, karena setiap jenis kulit memiliki tekstur, tampilan, dan kebutuhan perawatan yang berbeda.

Translate »