Parfum bukan hanya soal wangi. Buat Scarflovers yang suka mencoba berbagai wewangian, setiap parfum punya karakter dan cerita yang berbeda. Mulai dari pilihan notes, cara parfum dibuat, sampai siapa yang berada di balik produksinya.
Kalau selama ini Scarflovers sering mendengar istilah parfum niche dan designer, keduanya memang sama-sama hadir di dunia wewangian. Namun, ternyata ada beberapa hal yang membuat keduanya cukup berbeda.
Parfum niche biasanya dikenal karena karakter aromanya yang lebih spesifik dan tidak terlalu pasaran. Sementara itu, parfum designer hadir dari rumah mode atau brand yang juga dikenal lewat produk fashion dan kecantikan. Lalu, apa saja yang membedakan parfum niche dan designer?

1. Berasal dari Brand yang Berbeda
Hal pertama yang membedakan parfum niche dan designer adalah pihak yang memproduksinya. Parfum niche umumnya dibuat oleh rumah parfum yang memang fokus pada wewangian. Karena itu, proses kreatifnya lebih banyak berpusat pada karakter aroma dan eksplorasi berbagai bahan parfum.
Berbeda dengan parfum designer yang biasanya berasal dari rumah mode atau brand yang juga memiliki lini fashion, aksesori, hingga produk kecantikan. Jadi, parfum menjadi salah satu bagian dari keseluruhan identitas brand tersebut.
2. Harga Parfum Niche Cenderung Lebih Tinggi
Kalau berbicara soal harga, parfum niche umumnya berada di price range yang lebih tinggi dibandingkan parfum designer. Salah satu alasannya adalah penggunaan bahan atau komposisi aroma tertentu yang lebih spesifik.
Meski begitu, bukan berarti semua parfum designer memiliki harga yang murah. Beberapa koleksinya juga bisa dibanderol dengan harga tinggi, bahkan berada di kisaran yang sama dengan parfum niche.
Jadi, harga saja sebenarnya belum cukup untuk menentukan apakah sebuah parfum termasuk niche atau designer, ya, Scarflovers.

3. Distribusinya Tidak Sama
Scarflovers juga bisa melihat perbedaannya dari tempat parfum tersebut dijual. Parfum niche biasanya memiliki distribusi yang lebih terbatas. Wewangian jenis ini lebih sering ditemukan di butik khusus parfum, gerai resmi, atau retailer tertentu.
Sementara itu, parfum designer umumnya lebih mudah ditemukan karena memiliki jaringan distribusi yang lebih luas. Mulai dari department store, gerai resmi, hingga berbagai platform e-commerce.
4. Karakter Aromanya
Nah, bagian ini mungkin yang paling menarik untuk para pencinta parfum.
Parfum niche biasanya lebih berani mengeksplorasi aroma. Perpaduan notes-nya bisa terasa lebih unik, tidak biasa, atau bahkan berbeda dari wangi yang selama ini sering ditemui. Karena itu, beberapa parfum niche memiliki karakter yang cukup kuat dan mudah dikenali.
Sementara itu, parfum designer cenderung menawarkan aroma yang lebih familiar dan mudah diterima oleh banyak orang. Tidak heran kalau beberapa parfum designer memiliki karakter aroma yang terasa lebih crowd pleasing.
Namun, pada akhirnya, pilihan parfum kembali lagi pada selera masing-masing. Ada yang senang dengan aroma unik dan eksperimental dari parfum niche, ada juga yang lebih nyaman dengan karakter parfum designer yang familiar.
Jadi, Scarflovers lebih tertarik mencoba parfum niche atau designer?








