Empat Jurnalis dan Aktivis Indonesia Dilaporkan Diculik Saat Bawa Bantuan ke Gaza

Kapal Bantuan Gaza Diadang Israel

Situasi kemanusiaan di Gaza kembali menjadi sorotan dunia internasional. Sembilan warga negara Indonesia (WNI), termasuk empat jurnalis dan satu aktivis, dilaporkan mengalami intersepsi oleh tentara Israel saat menjalankan misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 menuju Gaza.

Insiden tersebut disebut terjadi di perairan internasional dekat Siprus ketika rombongan membawa bantuan kemanusiaan untuk masyarakat Palestina di Gaza.

Image: Republikaonline/Instagram

Dua Jurnalis Republika Ada dalam Rombongan

Pemimpin Redaksi Republika, Andi Muhyiddin, mengungkapkan bahwa terdapat sembilan relawan asal Indonesia dalam rombongan Global Sumud Flotilla.

Di antara rombongan tersebut terdapat dua jurnalis Republika, yakni Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, yang sedang menjalankan tugas jurnalistik sekaligus misi kemanusiaan.

Menurut Andi, keselamatan seluruh relawan Indonesia kini menjadi perhatian serius.

“Dalam rombongan, terdapat sembilan relawan asal Indonesia, termasuk dua jurnalis Republika, Bambang Noroyono dan Thoudy Badai, yang menjalankan tugas jurnalistik dan kemanusiaan. Keselamatan mereka menjadi perhatian serius kami,” ujarnya dalam unggahan media sosial Republika.

Intersepsi Israel Dikecam

Andi Muhyiddin juga mengecam tindakan intersepsi yang dilakukan militer Israel terhadap kapal bantuan kemanusiaan tersebut.

Baca juga  Mengenal Sisi Perempuan dengan Tema "Kita Bisa" With Bella Attamimi

Menurutnya, tindakan tersebut dinilai sebagai pelanggaran serius terhadap hukum internasional, prinsip kemanusiaan universal, serta kebebasan sipil masyarakat dunia yang membawa bantuan untuk warga Gaza.

“Kami mengecam keras tindakan intersepsi yang dilakukan militer zionis Israel terhadap kapal misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla di perairan internasional,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa misi tersebut merupakan bentuk solidaritas kemanusiaan bagi masyarakat Palestina yang hingga kini masih menghadapi krisis berkepanjangan.

Baca juga  PP Penyelenggaraan Bidang Perindustrian Akan Penuhi Kebutuhan UU Ciptaker

Misi Kemanusiaan untuk Gaza

Global Sumud Flotilla 2026 diketahui merupakan misi internasional yang bertujuan membawa bantuan kemanusiaan menuju Gaza di tengah situasi konflik yang masih berlangsung.

Rombongan terdiri dari berbagai relawan, aktivis, hingga jurnalis dari sejumlah negara yang ikut menyuarakan solidaritas bagi warga sipil Palestina.

Kasus ini pun memicu perhatian publik karena melibatkan relawan sipil serta pekerja media yang sedang menjalankan misi kemanusiaan.

Keselamatan Relawan Jadi Sorotan

Hingga kini, kondisi dan keberadaan para relawan Indonesia masih menjadi perhatian berbagai pihak.

Insiden tersebut juga kembali memunculkan sorotan global terkait keamanan misi kemanusiaan di wilayah konflik serta perlindungan terhadap jurnalis dan relawan sipil di perairan internasional.

Translate »