Hidup Lowkey Kini Jadi Pilihan Banyak Orang, Kenapa Ya?

Tidak lagi sibuk mencari validasi, banyak orang mulai menikmati hidup sederhana yang terasa lebih tenang dan bermakna.

Berbagai anak muda pasti sering banget mendengar kalau kita harus punya “ciri khas” biar stand out. Mulai dari feeds Instagram yang estetik, personal branding yang terlihat menarik, sampai tuntutan untuk selalu tampil unik dan berbeda di media sosial. Hal itu sebenarnya tidak salah, karena di era sekarang media sosial memang seperti “Portofolio” Apa pun terasa harus terlihat, karena kalau tidak terlihat, kadang muncul perasaan seperti tidak eksis.

Tapi pernah kepikiran, apakah hidup memang harus selalu jadi pusat perhatian untuk bisa punya dampak besar?

Belakangan ini, justru semakin banyak orang mulai memilih hidup lowkey. Tidak terlalu banyak menunjukkan kehidupan pribadi, tidak merasa perlu mengunggah semua pencapaian, dan lebih nyaman menikmati hidup tanpa validasi berlebihan dari media sosial. Tren ini muncul karena banyak orang mulai merasa lelah dengan tekanan untuk selalu terlihat sempurna di internet.

Image: Pinterest

Tanpa sadar, media sosial membuat banyak orang terus membandingkan hidupnya dengan orang lain. Ada tekanan untuk terlihat produktif, punya circle yang seru, relationship goals, karier yang sukses, sampai lifestyle yang tampak ideal. Padahal, di balik semua unggahan itu, tidak sedikit orang yang sebenarnya juga sedang merasa capek secara mental.

Baca juga  AWAS! Kebiasaan Anda di Pesawat Dapat Membahayakan Keselamatan!

Karena itu, hidup lowkey mulai dianggap sebagai bentuk self care baru. Bukan berarti anti sosial atau tidak punya ambisi, tetapi lebih kepada memilih hidup yang terasa tenang dan cukup untuk diri sendiri. Banyak orang sekarang mulai sadar bahwa tidak semua hal harus diumbar agar dianggap berharga.

Fenomena ini juga terlihat dari gaya hidup anak muda saat ini. Banyak yang mulai lebih menikmati quality time sederhana, mengurangi oversharing, menjaga privasi relationship, hingga memilih circle yang kecil namun sehat. Bahkan dalam dunia fashion dan lifestyle, tren quiet luxury dan effortless classy look ikut merepresentasikan gaya hidup lowkey yang sederhana tapi tetap elegan.

Image: Pinterest

Menariknya, konsep hidup seperti ini sebenarnya punya sedikit keterkaitan dengan nilai dalam Islam. Dalam ajaran Islam, sikap sederhana dan tidak berlebihan memang dianjurkan. Begitu juga dengan menjaga diri dari riya atau keinginan untuk selalu dipuji dan diperhatikan orang lain.

Baca juga  6 Tips Penjualan dan Pemasaran Secara Online

Bukan berarti seseorang tidak boleh membagikan kebahagiaan atau pencapaiannya. Namun, ada kalanya hidup terasa lebih ringan ketika kita tidak terlalu sibuk membuktikan sesuatu kepada banyak orang. Kadang, hal-hal yang dijaga tetap private justru terasa lebih tenang dan bermakna.

Pada akhirnya, hidup lowkey bukan tentang menjauh dari dunia atau berhenti berkembang. Justru, banyak orang mulai memilih hidup lebih tenang agar bisa lebih fokus pada diri sendiri, kesehatan mental, hubungan yang tulus, dan hal-hal yang benar-benar penting dalam hidup. Di tengah dunia yang semakin bising, ternyata hidup sederhana dan tidak selalu ingin terlihat bisa menjadi bentuk kebahagiaan tersendiri.

Kalau menurut Scarflovers sendiri, di era sekarang lebih nyaman hidup yang serba terlihat atau justru mulai memilih hidup lebih lowkey?

Translate »