Jarang Diketahui, Maroko Ternyata Sangat Ramah bagi Wisatawan Muslim

Dari jejak peradaban Islam hingga kenyamanan beribadah selama perjalanan

Bagi banyak wisatawan Muslim, memilih destinasi luar negeri sering kali dibarengi kekhawatiran tentang kemudahan beribadah dan ketersediaan makanan halal. Namun, tidak banyak yang mengetahui bahwa Maroko justru menjadi salah satu negara yang sangat ramah bagi umat Islam. Keramahan ini bukan dibangun untuk kebutuhan pariwisata semata, melainkan lahir dari sejarah dan budaya Islam yang telah mengakar kuat dalam kehidupan masyarakatnya.

Sebagai negara dengan mayoritas penduduk Muslim, Maroko menjadikan nilai-nilai Islam sebagai bagian dari keseharian. Inilah yang membuat pengalaman berkunjung ke Maroko terasa lebih tenang dan nyaman, terutama bagi wisatawan Muslim.

Sejarah Islam yang Mengakar di Maroko

Islam masuk ke Maroko sejak abad ke-7 dan berkembang melalui peran ulama, kerajaan Islam, serta jalur perdagangan. Kota-kota seperti Fez dan Marrakesh tumbuh sebagai pusat ilmu pengetahuan dan peradaban Islam. Hingga kini, jejak sejarah tersebut masih terjaga melalui masjid, madrasah, dan tradisi keagamaan yang terus dijalankan.

Image: Pinterest

Universitas Al-Qarawiyyin di Fez, yang berdiri sejak abad ke-9, dikenal sebagai salah satu institusi pendidikan tertua di dunia. Keberadaannya mencerminkan peran Maroko sebagai pusat keilmuan Islam yang berpengaruh sejak masa lalu.

Baca juga  Hal yang Perlu Dipersiapkan Ketika Ingin Solo Travelling

Ramah bagi Wisatawan Muslim secara Alami

Maroko tidak perlu menyematkan label khusus untuk menjadi destinasi ramah Muslim. Masjid mudah ditemukan hampir di setiap kawasan, baik di pusat kota modern maupun di lorong-lorong medina. Waktu shalat menjadi penanda ritme aktivitas sehari-hari, dan suara adzan terdengar jelas di berbagai sudut kota.

Soal makanan, wisatawan tidak perlu khawatir. Hampir seluruh hidangan di Maroko disajikan secara halal. Restoran lokal, kafe, hingga pasar tradisional menyediakan makanan yang sesuai dengan syariat, sehingga wisatawan Muslim dapat menikmati kuliner tanpa rasa waswas.

Image: Pinterest

Masjid sebagai Bagian dari Kehidupan Sehari-hari

Di Maroko, masjid bukan hanya tempat beribadah, tetapi juga pusat kehidupan sosial. Masjid Hassan II di Casablanca, Masjid Koutoubia di Marrakesh, hingga masjid-masjid kecil di lingkungan sekitar menjadi bagian penting dari keseharian masyarakat. Keberadaan masjid yang mudah dijangkau memberikan kenyamanan tersendiri bagi wisatawan untuk tetap menjaga ibadah selama berada di luar negeri.

Baca juga  Fatimah binti Abbas, Ulama Muslimah Berpengaruh Dalam Sejarah Islam

Budaya, Busana, dan Kuliner yang Selaras Nilai Islam

Budaya Maroko menjunjung tinggi kesopanan dan nilai keluarga. Cara berpakaian masyarakat lokal yang relatif tertutup, terutama di area publik, membuat wisatawan Muslim merasa lebih nyaman. Bagi perempuan, suasana ini memberikan rasa aman dan leluasa selama beraktivitas.

Kuliner khas Maroko seperti tajine, couscous, dan harira menjadi daya tarik tersendiri. Selain halal, hidangan ini kaya akan rempah dan tradisi, mencerminkan kekayaan budaya yang diwariskan turun-temurun.

Image: Pinterest

Maroko dikenal dengan arsitektur Islam yang detail, kota-kota tua yang hidup, serta lanskap alam yang beragam, mulai dari gurun Sahara hingga Pegunungan Atlas. Perpaduan antara sejarah, spiritualitas, dan keindahan visual menjadikan Maroko destinasi yang lengkap bagi wisatawan Muslim.

Maroko menawarkan pengalaman berkunjung yang nyaman dan penuh makna. Kemudahan akses masjid, makanan halal yang mudah ditemukan, serta budaya yang selaras dengan kehidupan Muslim menjadikan negara ini destinasi yang layak dipertimbangkan. Bagi Anda dan Scarflovers yang ingin menjelajah dunia tanpa khawatir, Maroko bisa menjadi pilihan perjalanan yang menenangkan sekaligus berkesan.

Translate »