6 Aktivitas yang Bisa Dilakukan Orangtua Bersama Anak Sebelum Tidur

Jangan Langsung Tidur, Ini 6 Aktivitas yang Bisa Dilakukan Orangtua Bersama Anak pada Malam Hari

Rutinitas sebelum tidur bukan hanya membantu anak bersiap untuk beristirahat, tetapi juga bisa menjadi kesempatan bagi orangtua untuk membangun kedekatan emosional dengan si kecil. Di tengah kesibukan sehari-hari, momen menjelang tidur dapat dimanfaatkan untuk berkomunikasi, mengenalkan kebiasaan baik, hingga mendukung perkembangan anak.

Orangtua tidak harus menyiapkan aktivitas yang rumit. Kebiasaan sederhana yang dilakukan secara konsisten justru dapat membantu anak merasa lebih nyaman dan aman sebelum tidur. Lantas, apa saja kegiatan yang bisa dilakukan bersama anak pada malam hari?

1. Membacakan Buku Cerita atau Mendongeng

Membacakan buku cerita menjadi salah satu aktivitas yang bisa diperkenalkan sejak anak masih kecil. Orangtua dapat memilih buku bergambar, cerita fabel, atau dongeng sederhana yang sesuai dengan usia anak.

Selain menjadi kegiatan yang menyenangkan, membaca bersama dapat membantu memperkenalkan kosakata baru, merangsang imajinasi, serta mendukung perkembangan kemampuan berbahasa. Orangtua juga bisa mengajak anak berdiskusi tentang tokoh atau alur cerita untuk mendorong rasa ingin tahunya.

2. Mengobrol tentang Pengalaman Hari Ini

Sebelum tidur, luangkan waktu untuk bertanya tentang kegiatan yang dijalani anak sepanjang hari. Misalnya, pengalaman menyenangkan di sekolah, permainan yang disukai, atau hal yang membuatnya merasa sedih.

Berikan kesempatan kepada anak untuk bercerita tanpa langsung menghakimi atau mengoreksi jawabannya. Jika anak sedang menghadapi masalah, orangtua bisa mendengarkan terlebih dahulu sebelum memberikan saran.

Kebiasaan ini dapat membantu membangun komunikasi yang terbuka sehingga anak terbiasa menyampaikan perasaan dan pengalamannya kepada orangtua.

Baca juga  Jarang Diketahui, Ini Manfaat Makan Bersama Keluarga Bagi Anak!

3. Memberikan Pelukan dan Ungkapan Kasih Sayang

Sentuhan hangat, seperti pelukan atau usapan lembut, bisa menjadi cara sederhana untuk menunjukkan kasih sayang kepada anak. Orangtua juga dapat menyampaikan apresiasi atas usaha yang telah dilakukan si kecil sepanjang hari.

Contohnya, mengatakan, “Terima kasih sudah berusaha hari ini,” atau “Ibu senang kamu mau bercerita.” Ungkapan tersebut dapat membantu anak merasa diperhatikan dan dihargai.

Namun, tetap perhatikan kenyamanan anak. Jika ia tidak ingin dipeluk, orangtua bisa menunjukkan kasih sayang melalui kata-kata atau bentuk perhatian lain yang disukainya.

4. Berdoa Bersama Sebelum Tidur

Bagi keluarga Muslim, waktu menjelang tidur juga dapat dimanfaatkan untuk mengenalkan kebiasaan berdoa. Orangtua bisa mengajak anak membaca doa sebelum tidur, membiasakan zikir sederhana, atau mengingat hal-hal yang patut disyukuri hari itu.

Lakukan secara perlahan dan sesuaikan dengan usia anak agar ia dapat memahami kebiasaan tersebut tanpa merasa terbebani. Dengan pendampingan yang konsisten, aktivitas ini dapat menjadi bagian dari pembentukan rutinitas spiritual dalam keluarga.

5. Melakukan Aktivitas Relaksasi Sederhana

Jika anak masih terlihat aktif menjelang tidur, orangtua bisa mengajaknya melakukan kegiatan yang lebih tenang. Misalnya, menarik napas perlahan bersama, mendengarkan musik yang menenangkan dengan volume rendah, atau berbincang sambil meredupkan lampu kamar.

Sebaiknya, hindari permainan yang terlalu aktif dan penggunaan gadget menjelang waktu tidur karena stimulasi berlebihan dapat membuat anak lebih sulit bersiap untuk beristirahat.

Baca juga  Ingin Anak Jadi Hafidz dan Hafidzah? Lakukan Cara ini !

6. Membiasakan Rutinitas Persiapan Tidur

Kegiatan sederhana seperti menyikat gigi, mengenakan pakaian tidur, merapikan mainan, dan menyiapkan perlengkapan sekolah untuk esok hari juga bisa menjadi bagian dari rutinitas malam.

Orangtua dapat melibatkan anak sesuai kemampuannya agar ia terbiasa melakukan tugas sederhana secara mandiri. Lakukan kegiatan tersebut dengan urutan yang relatif sama setiap malam sehingga anak lebih mudah mengenali waktu untuk beristirahat.

Rutinitas yang konsisten juga membantu menciptakan suasana yang lebih teratur menjelang tidur.

Ciptakan Rutinitas Malam yang Nyaman bagi Anak

Membangun kebiasaan baik sebelum tidur tidak harus selalu dilakukan dengan banyak aktivitas sekaligus. Orangtua bisa memulainya dengan satu atau dua kegiatan yang paling disukai anak, kemudian menyesuaikannya dengan kebutuhan keluarga.

Hal yang tidak kalah penting adalah menjaga jadwal tidur yang teratur dan memberikan waktu istirahat sesuai usia anak. Sebagai panduan umum, anak usia 3–5 tahun membutuhkan sekitar 10–13 jam tidur per hari, anak usia 6–12 tahun sekitar 9–12 jam, sedangkan remaja usia 13–18 tahun membutuhkan sekitar 8–10 jam.

Pada akhirnya, waktu sebelum tidur bukan hanya tentang mempersiapkan anak untuk memejamkan mata. Momen ini juga dapat menjadi kesempatan untuk membangun komunikasi, menanamkan kebiasaan positif, dan membuat anak merasa didampingi sebelum mengakhiri harinya.

Translate »