Kehancuran Rafah Usai Serangan Israel yang Tak Berkesudahan

Rafah sudah ditetapkan menjadi kota terakhir bagi penduduk Gaza untuk berlindung. Namun, kondisi saat ini justru sebaliknya, Israel menyerbu ke Rafah sebagai target serangan militer dengan melakukan pengeboman di sana.

Menurut Kementerian Kesehatan Gaza dilansir dari laman BBC.com, setidaknya 28.576 warga Palestina kebanyakan perempuan dan anak-anak terbunuh oleh Israel sejak 7 Oktober, lebih dari 67.984 warga Palestina juga terluka.

Baca juga  3 Brand Modest Fashion yang Menyuarakan Dukungan Terhadap Palestina di Panggung Fashion Show

Pada hari-hari awal perang, Israel telah menginstruksikan warga Palestina untuk mencari perlindungan di Rafah ketika militer Israel bergerak menuju kota-kota di utara.

Rafah dijuluki kota tenda yang terletak di wilayah paling selatan di Gaza dan memiliki titik persimpangan ke Mesir di mana bantuan kemanusiaan diizinkan masuk ke Jalur Gaza.

Di antara warga sipil yang mengungsi di Rafah adalah Ahlam Abu Assi, yang mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa dia “lebih baik mati” di sana daripada kembali ke kondisi seperti kelaparan seperti yang dialami oleh kerabatnya yang tinggal di Kota Gaza.

Baca juga  Arab Saudi Kutuk Israel Usai Bombardir di Gaza

“Anak saya dan anak-anaknya tidak punya apa-apa untuk dimakan. Mereka memasak segenggam nasi dan menyimpannya untuk keesokan harinya,” ujarnya.

Translate »