Multicultural Lebanon Saat Ramadan

Lebanon dikenal juga dengan nama Republik Lebanese adalah negara di Timur Tengah, sepanjang Laut Tengah, berbatasan dengan Suriah di utara dan timur, dan Israel di selatan. Lebanon merupakan negara yang penuh dengan budaya dan agama, 54% penduduk Lebanon adalah Islam (terdiri atas 27% Sunni dan 27% Syi’ah), 40,5% Kristen, dan 1% Yahudi. Di Lebanon pun terdapat komunitas kecil, Kurdi biasa disebut pula sebagai Mhallami atau Mardinli.

Baca juga  PSBB Transisi di Jakarta, Bagaimana Protokolnya?

Banyaknya agama, membuat Lebanon menjadi negara yang sangat kaya akan etnis dan budaya. Agama Islam dan Kristen pun sangatlah harmonis. Jika bulan Ramadan datang, orang non-muslim pun ikut bergembira, mereka akan saling bantu – membantu dan jika waktu berbuka dan sahur tiba, mereka akan membuat makanan buka puasa dan sahur untuk orang yang berpuasa.

Baca juga  Behind The Scene Pembuatan Film “Surga yang Tak Dirindukan 3”

Semua toko – toko di pasar tetap buka seperti biasanya, sehingga yang muslim dan yang non-muslim dapat membeli kebutuhan mereka masing – masing. Tidak ada larangan untuk makan dan minum di tempat umum di Lebanon, tidak seperti negara Arab lainnya.

Saat Idul Fitri tiba semua komunitas akan turun ke jalan dan ikut parade keliling kota dalam menyambut Hari Raya.

Translate »