Atlet Judo Indonesia Didiskualifikasi Karena Hijab

Usai dinyatakan didiskualifikasi dari pertandingan judo dalam Asian Para Games 2018, nama Miftahul Jannah menjadi sorotan. Pasalnya atlet judo peraih medali emas Pekan Paralimpik Nasional XV 2016 ini, didiskualifikasi karena menolak melepas hijabnya, yang dianggap wasit menyalahi aturan pertandingan.

Miftahul Jannah merupakan salah satu atlet Indonesia dalam Asian Para Games 2018 yang akan bertanding dalam kelas 52 kg putri Blind Judo, untuk melawan atlet asal Mongolia Gantulga Oyun. Akan tetapi menjelang pertandingan, wasit meminta Miftahul Jannah agar melepas hijabnya, karena dianggap melanggar peraturan pertandingan. Karena Miftahul tetap bersikeras tidak mau melepas hijabnya, maka ia dianggap gugur dan Gantulga menang tanpa harus bertanding.

Baca juga  Menhub Gandeng Jepang Guna Percepat Proyek Transportasi

Akibat kejadian ini, Miftahul Jannah banyak mendapatkan dukungan dari masyarakat Indonesia. Perempuan asal Aceh ini mengaku kecewa tapi bangga pada dirinya sendiri yang bisa melawan egonya. “Saya punya prinsip tak mau dipandang terbaik di mata dunia, tapi di mata Allah, ” ujar Miftahul kepada para wartawan .

Ketua National Paralympic Committee (NPC), Senny Marbun juga telah menyatakan permintaan maafnya. Menurutnya hal ini terjadi akibat keteledoran dari pihaknya dalam memahami regulasi. Aturan mengenai penutup kepala sudah tercantum dalam peraturan yang dikeluarkan Federasi Judo Internasional, di mana dinyatakan bahwa kepala tidak boleh tertutup apapun, kecuali untuk alasan medis. Jadi memang tidak boleh menggunakan penutup kepala apapun bentuknya. Aturan inilah yang tidak dipahami dengan baik oleh pelatih maupun pihak NPC.

Baca juga  Ini Dia Wajah Baru Waze yang Terlihat Lebih Menarik

“Tidak ada yang salah dengan keputusan wasit, karena memang seperti itu regulasi internasionalnya. Kami minta maaf dengan mendalam. Semoga di kemudian hari tidak terjadi  lagi, bagaimana pun ini cukup memalukan bagi Indonesia,” ungkap Senny dalam konferensi pers di GBK Arena.

Mengenai alasan kenapa penutup kepala tidak diperbolehkan dalam pertandingan judo, Penanggung Jawab Tim Judo Indonesia, Ahmad Bahar menyebutkan bahwa aturan ini diterapkan demi keselamatan atlet sendiri. “Ditakutkan pada saat main bawah atau newaza, penutup kepala bisa tertarik dan menyebabkan tercekik,” jelas Ahmad. (DC)

Translate »