Scarflovers, pernahkah Anda merasa khawatir karena anak terlalu sering merengek minta susu kental manis (SKM)? Jika iya, Anda tidak sendirian. Fenomena anak yang tampak nagih dengan SKM bukan sekadar kebiasaan manja biasa, tapi bisa menjadi tanda kecanduan yang patut diwaspadai. Lantas, bagaimana cara mengenali tanda-tanda kecanduan dan apa solusi terbaik untuk mengatasinya?
Kenapa Anak Bisa Kecanduan Susu Kental Manis?
Melansir dari Alodokter, kecanduan susu kental manis sebenarnya bisa dijelaskan secara ilmiah. Rasa manis yang kuat dalam SKM dapat memicu pelepasan hormon dopamin di otak. Dopamin inilah yang menciptakan rasa senang dan puas, sehingga anak jadi ingin mengonsumsi SKM terus-menerus.
Dopamin memiliki efek “ketagihan” yang mirip dengan saat seseorang merasa senang setelah makan makanan favoritnya. Jika dikonsumsi terlalu sering, anak bisa terbiasa dengan lonjakan rasa senang tersebut dan cenderung mencarinya kembali lewat rasa manis.
Dampak Kesehatan Bila Anak Terlalu Sering Minum Susu Kental Manis
Meskipun namanya mengandung kata “susu”, kandungan utama SKM adalah gula. Bahkan, kadar gulanya bisa mencapai lima kali lipat lebih tinggi daripada susu sapi cair biasa. Jika dikonsumsi berlebihan, berikut beberapa dampak yang bisa terjadi.

Gigi Mudah Berlubang
Gula dalam SKM jadi makanan empuk bagi bakteri di mulut. Bakteri ini akan menghasilkan asam yang kemudian merusak lapisan gigi anak. Tanpa kebersihan gigi yang baik, risiko gigi berlubang akan meningkat.
Obesitas
SKM tinggi kalori dan mudah dicerna, membuat anak cepat lapar dan ingin makan lagi. Ini berisiko menyebabkan kelebihan berat badan bahkan obesitas, yang tentu berdampak pada kesehatan jangka panjang.
Resistensi Insulin
Terlalu sering konsumsi gula berlebih bisa membuat tubuh anak kesulitan memproses gula darah. Kondisi ini disebut resistensi insulin, yang dapat menjadi awal dari berbagai penyakit serius seperti diabetes tipe 2, kolesterol tinggi, dan bahkan penyakit jantung di masa depan.
Apa Solusinya?
Jika si kecil sudah telanjur terbiasa dengan SKM, berikut beberapa langkah yang bisa Anda coba:
- Perkenalkan buah-buahan segar sebagai sumber rasa manis alami.
- Jangan hentikan langsung. Kurangi takarannya perlahan agar anak tidak kaget.
- Ceritakan pada anak dengan bahasa sederhana bahwa terlalu banyak makan manis bisa bikin gigi sakit atau cepat lelah.
- Jika Anda ingin memberi susu tambahan, pilihlah susu UHT, susu formula, atau tetap prioritaskan ASI sampai usia 2 tahun.
Scarflovers, memberi yang terbaik untuk anak memang termasuk memahami apa yang masuk ke dalam tubuh mereka. Rasa manis boleh sesekali, tapi kesehatan jangka panjang jauh lebih penting. Mari bantu anak mengenal makanan dan minuman dengan cara yang sehat sejak dini, agar tumbuh kembangnya tetap optimal tanpa risiko yang tidak perlu.









