Menciptakan talenta fashion yang mampu bersaing di industri kreatif tidak hanya bergantung pada kreativitas individu, tetapi juga memerlukan dukungan ekosistem yang kuat. Kolaborasi antara pelaku industri, institusi pendidikan, hingga komunitas dinilai menjadi fondasi penting dalam melahirkan generasi fashion yang adaptif terhadap perubahan zaman.

Hal tersebut menjadi topik utama dalam TBF Fashion Business Forum bertajuk “Building Future Fashion Talent Through Strategic Partnership” yang digelar di Creative Stage, Indonesia Fashion Week (IFW) 2026, Jakarta International Convention Center (JICC), pada Jumat, 31 Juli 2026.
Sesi diskusi menghadirkan Melinda Babyanna, Founder & CEO TBF Consultant, Lira Krisnalisa, Founder Jenna & Kaia, serta Galuh Paskamagma, Program Manager Bakti Pendidikan Djarum Foundation. Ketiganya berbagi perspektif mengenai pentingnya kemitraan strategis dalam membangun ekosistem fashion yang berkelanjutan sekaligus mencetak talenta masa depan.
Dalam paparannya, Melinda Babyanna menekankan bahwa keberhasilan sebuah brand maupun talenta fashion tidak hanya ditentukan oleh kemampuan menciptakan desain yang menarik. Menurutnya, memahami siapa target konsumen dan membangun identitas brand merupakan langkah awal yang harus dimiliki setiap pelaku industri.
Ia mengingatkan bahwa konsumen saat ini tidak lagi membeli produk semata, melainkan mencari nilai yang dapat menjawab kebutuhan mereka.
“Customers don’t buy collections. They buy solutions, confidence, and relevance.”
Melinda menjelaskan bahwa sebuah brand harus mampu menghadirkan solusi, membangun rasa percaya diri, serta tetap relevan dengan perkembangan pasar. Tanpa pemahaman tersebut, koleksi yang dihadirkan akan sulit menciptakan hubungan jangka panjang dengan pelanggan.
“Untuk teman-teman hari ini yang masih brand-nya belum merasa siapa customer kita, atau segala macam, coba gali lagi, lihat identity-nya, kemudian apakah relevan dengan market,” jelas Melinda Babyanna dalam pemaparannya.
Pesan tersebut menjadi pengingat bagi para pelaku industri, khususnya brand yang sedang berkembang, untuk tidak hanya berfokus pada mengikuti tren. Sebaliknya, mereka perlu memperkuat identitas serta memahami karakter konsumennya agar strategi bisnis yang dijalankan lebih tepat sasaran.
Selain membahas pentingnya memahami customer, forum ini juga menyoroti peran strategic partnership dalam menciptakan talenta fashion yang siap menghadapi tantangan industri. Kolaborasi antara dunia pendidikan, pelaku usaha, mentor, hingga institusi pendukung dinilai mampu membuka lebih banyak ruang belajar, akses jaringan, serta peluang pengembangan karier bagi generasi muda.
Lira Krisnalisa dan Galuh Paskamagma turut berbagi pengalaman mengenai bagaimana kolaborasi lintas sektor dapat menjadi jembatan bagi talenta muda untuk memperoleh pendampingan, pengalaman industri, hingga kesempatan mengembangkan inovasi yang sesuai dengan kebutuhan pasar.
Melalui diskusi ini, TBF Fashion Business Forum menegaskan bahwa masa depan industri fashion tidak hanya dibangun melalui kreativitas, tetapi juga melalui kolaborasi yang saling menguatkan. Ketika talenta, brand, institusi pendidikan, dan mitra industri bergerak bersama, akan tercipta ekosistem fashion yang lebih inklusif, kompetitif, dan berkelanjutan.
Forum ini sekaligus menjadi ruang berbagi wawasan bagi para pelaku industri untuk memahami bahwa membangun brand maupun talenta fashion yang bertahan di masa depan dimulai dari satu hal mendasar: mengenali identitas, memahami kebutuhan customer, dan membuka peluang kolaborasi yang mampu menciptakan nilai lebih bagi industri fashion Indonesia.








