Tak Lagi Serba Instan, Ini Arah Tren Perawatan Wajah Ramadan Lebaran 2026

Memasuki Ramadan hingga momen Lebaran 2026, standar kecantikan mengalami perubahan signifikan. Jika sebelumnya banyak orang mengejar hasil cepat demi tampil maksimal saat hari raya, kini perhatian beralih pada proses dan kesehatan kulit secara menyeluruh.

Puasa membawa perubahan besar pada tubuh. Metabolisme melambat, pola makan berubah, asupan cairan berkurang, dan kualitas tidur sering kali tidak seoptimal biasanya. Kondisi ini berdampak langsung pada kulit mulai dari rasa kering berlebihan, munculnya sensitivitas, hingga wajah yang terlihat lebih kusam dan lelah.

Image: ZAP

Tak heran, tren kecantikan Ramadan–Lebaran 2026 bergerak menuju pendekatan yang lebih mindful dan berkelanjutan. Perawatan tidak lagi sekadar soal efek instan, melainkan bagaimana kulit tetap sehat selama prosesnya.

Fokus pada Kesehatan Kulit Jangka Panjang

Percakapan di media sosial hingga laporan tren global menunjukkan perubahan preferensi konsumen. Berdasarkan Euromonitor – Voice of the Consumer: Beauty & Personal Care Survey 2024–2025, sebanyak 52% konsumen global kini lebih memilih produk dan treatment yang menunjang kesehatan kulit dalam jangka panjang dibandingkan hasil yang hanya terlihat cepat.

Ada tiga pendekatan utama yang mendominasi tren Ramadan Beauty 2026: regenerasi biologis, hidrasi mendalam sekaligus penguatan skin barrier, serta teknologi berbasis energi yang lebih aman dengan waktu pemulihan minimal.

Regenerasi dari Dalam: DNA-Based Skin Recovery

Selama berpuasa, proses pembaruan sel kulit bisa melambat. Hal ini mendorong meningkatnya minat pada perawatan berbasis DNA dan Polynucleotide (PN), yang bekerja membantu memperbaiki kualitas kulit dari dalam.

Baca juga  Jangan Menggunakan Bedak Bayi Sembarangan Pada Anak

Pendekatan ini menitikberatkan pada pemulihan alami, bukan sekadar memperbaiki tampilan luar. Treatment seperti Nucleofil dan Revok50 dikenal sebagai skin booster yang membantu kulit tampak lebih sehat, segar, dan tidak mudah terlihat lelah selama Ramadan. Hasilnya cenderung lebih stabil karena fokus pada perbaikan struktur kulit secara bertahap.

Collagen Stimulator: Hasil Natural yang Progresif

Selain regenerasi biologis, perawatan yang merangsang produksi kolagen alami juga semakin diminati. Collagen stimulator bekerja secara perlahan dengan menstimulasi pembentukan kolagen baru, sehingga tekstur kulit membaik secara bertahap.

Pendekatan ini membantu memperhalus pori-pori, meningkatkan elastisitas, serta memperbaiki kualitas kulit secara keseluruhan tanpa perubahan drastis. Salah satu treatment yang banyak dibicarakan adalah Juvelook, yang dikenal memberikan efek natural dan progresif cocok bagi mereka yang ingin tampil segar saat Lebaran tanpa terlihat “berlebihan”.

Hidrasi Intensif dan Teknologi Minim Downtime

Perubahan jam makan dan minum selama Ramadan membuat kulit lebih rentan mengalami dehidrasi. Karena itu, perawatan hidrasi berbasis medical-grade Hyaluronic Acid menjadi pilihan populer. Treatment seperti Xela Rederm membantu menjaga kelembapan, membuat kulit tetap kenyal dan tampak bercahaya meski sedang berpuasa.

Baca juga  Benarkah Minum Secangkir Kopi Dapat Menurunkan Resiko Penyakit Hati?

Menjelang Lebaran, teknologi berbasis energi dengan downtime minimal juga menjadi favorit. Yellow Laser dikenal membantu mencerahkan sekaligus menenangkan kulit yang kemerahan atau sensitif. Sementara itu, Ultraformer teknologi non-bedah dengan focused ultrasound memberikan efek lifting halus tanpa perlu waktu pemulihan panjang, sehingga cocok dilakukan mendekati hari raya.

Investasi Perawatan yang Lebih Terencana

Secara umum, perawatan medis yang banyak diminati selama Ramadan–Lebaran 2026 berada pada kisaran Rp3 juta hingga Rp8 juta per sesi, tergantung jenis teknologi dan kebutuhan kulit masing-masing individu. Menjelang periode ini, berbagai klinik biasanya menghadirkan paket atau bundling treatment dengan potongan harga yang bisa mencapai 60%.

Salah satu program yang hadir tahun ini adalah rangkaian perawatan Cantik Saat Lebaran (CSL) 2026 di ZAP Clinic, yang menawarkan treatment terkurasi sesuai kondisi kulit selama puasa.

Pada akhirnya, tren kecantikan Ramadan–Lebaran 2026 menegaskan satu hal: tampil segar saat hari raya bukan lagi tentang perubahan instan, melainkan tentang investasi kesehatan kulit yang dilakukan dengan lebih sadar dan terencana. Kulit yang dirawat dengan tepat selama Ramadan akan memancarkan kesegaran alami bukan sekadar glowing sesaat, tetapi sehat dalam jangka panjang.

Translate »