Menjelang Lebaran, momen belanja selalu jadi tradisi yang tak terpisahkan. Namun, jika dulu identik dengan “borong banyak tanpa pikir panjang”, kini pola belanja generasi muda khususnya Gen Z mulai mengalami perubahan yang cukup signifikan. Bukan sekadar mengikuti tren, Gen Z justru menghadirkan cara baru dalam berbelanja: lebih mindful, terencana, dan tetap stylish. Berikut perubahan pola belanja Gen Z yang makin terasa menjelang Lebaran 2026:

1. Dari Impulsif ke Lebih Terencana
Gen Z mulai meninggalkan kebiasaan belanja impulsif, terutama karena semakin sadar akan kondisi finansial dan kebutuhan jangka panjang. Mereka cenderung membuat wishlist sebelum belanja, menentukan budget khusus Lebaran, membandingkan harga di beberapa platform. Belanja bukan lagi soal “lapar mata”, tapi lebih ke keputusan yang dipikirkan matang.
2. Prioritaskan Item yang Versatile
Alih-alih membeli banyak outfit sekali pakai, Gen Z lebih memilih item yang bisa dipakai berulang kali dalam berbagai kesempatan, seperti outer yang bisa dipakai untuk bukber hingga silaturahmi, dress yang bisa di-mix & match dengan berbagai styling, basic item dengan warna netral seperti beige, putih, dan denim. Konsep capsule wardrobe makin populer karena dianggap lebih praktis dan tetap fashionable.
3. Lebih Peduli Sustainability
Isu lingkungan turut memengaruhi cara Gen Z berbelanja. Mereka mulai memilih brand lokal dengan konsep sustainable, menghindari fast fashion berlebihan, lebih terbuka dengan thrift shopping. Bagi Gen Z, tampil stylish kini juga harus selaras dengan nilai keberlanjutan.
4. Digital-First Shopping Experience
Gen Z sangat mengandalkan platform digital dalam berbelanja, terutama saat Ramadan:
- Flash sale dan live shopping jadi incaran
- Influencer dan content creator berperan besar dalam keputusan beli
- Review produk jadi pertimbangan utama sebelum checkout
Belanja bukan hanya transaksi, tapi juga pengalaman yang terintegrasi dengan hiburan.
5. Hampers & Gifting Jadi Lifestyle
Tradisi berbagi di Lebaran kini diinterpretasikan lebih modern oleh Gen Z:
- Hampers estetik dengan packaging menarik
- Produk curated seperti skincare, makanan artisanal, hingga fashion item
- Lebih personal dan thoughtful dibanding sekadar formalitas
Memberi hadiah jadi bagian dari self-expression.
6. Lebih Bijak, Tapi Tetap FOMO
Meski lebih sadar finansial, Gen Z tetap tidak lepas dari fenomena FOMO (Fear of Missing Out). Diskon besar, tren viral, hingga “racun” dari media sosial masih memengaruhi keputusan belanja.
Bedanya, kini mereka lebih pintar mengontrol:
- Menunda checkout
- Memastikan barang benar-benar dibutuhkan
- Tidak mudah tergoda tren sesaat
Perubahan pola belanja Gen Z menjelang Lebaran menunjukkan pergeseran yang menarik: dari sekadar konsumtif menjadi lebih reflektif. Mereka tidak hanya ingin tampil maksimal saat Hari Raya, tetapi juga mempertimbangkan nilai, fungsi, dan dampak dari setiap pembelian.
Bagi Gen Z, Lebaran bukan hanya soal baju baru tetapi tentang bagaimana tampil dengan cara yang lebih sadar, autentik, dan tetap relevan dengan gaya hidup masa kini. Kalau kamu mau, aku bisa bikin versi yang lebih tajam lagi (misalnya lebih opinionated, lebih “Gen Z banget”, atau ditambah insight data biar lebih kuat buat media).









