Perempuan Haid di Ramadhan? Ini Amalan yang Tetap Bisa Dilakukan

Meski tidak berpuasa dan shalat, ada banyak cara untuk tetap meraih keberkahan dan menjaga kedekatan dengan Allah di bulan suci.

Bulan Ramadhan selalu menjadi momen yang paling dinanti oleh umat Muslim. Suasananya penuh ketenangan, keberkahan, dan kesempatan untuk memperbanyak amal ibadah. Di bulan suci ini, setiap kebaikan dilipatgandakan pahalanya, dan doa-doa terasa lebih dekat untuk dikabulkan. Namun, Scarflovers, bagaimana jika seorang perempuan sedang mengalami haid di bulan Ramadhan?

Perempuan yang sedang haid atau nifas memang tidak diperbolehkan menjalankan puasa dan shalat untuk sementara waktu. Kondisi ini sering kali membuat sebagian perempuan merasa sedih, seolah kehilangan kesempatan untuk beribadah secara maksimal.

Kabar baiknya, meskipun tidak bisa berpuasa dan shalat, ada banyak amalan lain yang tetap dapat dilakukan untuk mengisi Ramadhan dengan pahala. Berikut beberapa amalan yang dapat dikerjakan perempuan yang sedang haid atau nifas, dilansir dari NU Online.

1. Bersedekah, Sekecil Apa pun Tetap Bernilai Besar

Sedekah adalah amalan yang sangat dianjurkan dalam Islam, dan tidak membutuhkan kondisi suci untuk melakukannya. Bahkan di bulan Ramadhan, pahala sedekah menjadi berlipat ganda.

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Baqarah ayat 261:

مَّثَلُ ٱلَّذِينَ يُنفِقُونَ أَمۡوَٰلَهُمۡ فِي سَبِيلِ ٱللَّهِ كَمَثَلِ حَبَّةٍ أَنۢبَتَتۡ سَبۡعَ سَنَابِلَ فِي كُلِّ سُنۢبُلَةٖ مِّاْئَةُ حَبَّةٖۗ وَٱللَّهُ يُضَٰعِفُ لِمَن يَشَآءُۚ وَٱللَّهُ وَٰسِعٌ عَلِيمٌ

Artinya:
“Perumpamaan orang-orang yang menginfakkan hartanya di jalan Allah adalah seperti sebutir biji yang menumbuhkan tujuh tangkai, pada setiap tangkai ada seratus biji. Allah melipatgandakan pahala bagi siapa saja yang Dia kehendaki.”
(QS. Al-Baqarah: 261)

Image: Freepik

2. Melakukan Kerja Sosial dan Membantu Sesama

Ramadhan juga menjadi bulan penuh kebersamaan dan kepedulian. Perempuan yang sedang haid tetap dapat mengisinya dengan kerja sosial, seperti membantu menyiapkan buka puasa, ikut berbagi makanan, atau menolong orang-orang yang membutuhkan.

Baca juga  Hati-Hati dengan Kandungan Bumbu Japanese Food yang Tidak Halal!

Allah SWT berfirman dalam Surah Al-Maidah ayat 2:

وَتَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡبِرِّ وَٱلتَّقۡوَىٰۖ وَلَا تَعَاوَنُواْ عَلَى ٱلۡإِثۡمِ وَٱلۡعُدۡوَٰنِۚ

Artinya:
“Dan tolong-menolonglah kamu dalam kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan permusuhan.”
(QS. Al-Maidah: 2)

3. Menuntut Ilmu dan Mengajarkannya

Menuntut ilmu juga termasuk ibadah yang sangat mulia. Perempuan haid tetap dapat mengikuti kajian, membaca buku islami, atau mempelajari hal-hal bermanfaat.

Dalam kitab Tanbihul Ghafilin, disebutkan:

وَعَنْ مُعَاذِ بْنِ جَبَلٍ رَضِيَ اللَّهُ تَعَالَى عَنْهُ، قَالَ: ‌تَعَلَّمُوا ‌الْعِلْمَ ‌فَإِنَّ ‌تَعَلُّمَهُ حَسَنَةٌ، وَطَلَبَهُ عِبَادَةٌ، وَمُذَاكَرَتَهُ تَسْبِيحٌ، وَالْبَحْثُ عَنْهُ جِهَادٌ وَتَعْلِيمَهُ مَنْ لَا يَعْلَمَهُ صَدَقَةٌ، وَبَذْلَهُ لِأَهْلِهِ قُرْبَةٌ

“Belajar ilmu adalah kebaikan, mencarinya adalah ibadah, dan mengajarkannya kepada yang belum tahu adalah sedekah.”

Ramadhan bisa menjadi waktu yang tepat untuk memperkaya pengetahuan sekaligus mendekatkan diri kepada Allah.

4. Memberi Makan Orang yang Berbuka Puasa

Salah satu amalan istimewa di bulan Ramadhan adalah memberi makan orang yang berbuka puasa. Meski tidak berpuasa, perempuan haid tetap bisa mendapatkan pahala besar dari amalan ini.

Rasulullah SAW bersabda:

عَنْ زَيْدِ بْنِ خَالِدٍ الجُهَنِيِّ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: ‌مَنْ ‌فَطَّرَ ‌صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلُ أَجْرِهِ، غَيْرَ أَنَّهُ لَا يَنْقُصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْئًا

Baca juga  Tradisi Henna Tattoo Saat Lebaran

“Barangsiapa memberi makanan kepada orang yang berbuka puasa, maka ia mendapatkan pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang tersebut sedikit pun.”
(HR. At-Tirmidzi)

5. Memperbanyak Dzikir Sepanjang Hari

Dzikir adalah amalan yang dapat dilakukan kapan saja, termasuk saat sedang haid. Scarflovers bisa memperbanyak tasbih, tahmid, takbir, atau dzikir lainnya di sela aktivitas sehari-hari.

Ramadhan adalah bulan penuh keberkahan, apalagi terdapat malam Lailatul Qadar yang nilainya lebih baik dari seribu bulan.

6. Memperbanyak Doa, Terutama di Malam-Malam Terakhir

Doa juga merupakan ibadah yang tidak dibatasi kondisi fisik. Perempuan yang sedang haid tetap bisa berdoa sebanyak mungkin, terutama di sepuluh malam terakhir Ramadhan.

Doa yang dianjurkan Rasulullah SAW adalah:

اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ الْعَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي

Artinya:
“Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai maaf, maka maafkanlah aku.”

Scarflovers, meskipun perempuan yang sedang haid tidak dapat menjalankan puasa dan shalat, bukan berarti kehilangan kesempatan untuk meraih pahala di bulan Ramadhan. Ada banyak amalan sederhana yang tetap bisa dilakukan, mulai dari sedekah, membantu sesama, menuntut ilmu, memberi makan orang berbuka, berdzikir, hingga memperbanyak doa.

Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar dan haus, tetapi juga tentang memperbanyak kebaikan dengan cara apa pun yang Allah mudahkan. Semoga kita semua dapat mengisi bulan suci ini dengan sebaik-baiknya, meraih keberkahan, ridha, dan ampunan dari Allah SWT.

Translate »