Ini Cara Menerapkan Gaya Minimalis yang Timeless

Minimalis Bukan Berarti Membosankan

Bagi Scarf Lover, gaya minimalis sering kali identik dengan tampilan yang sederhana, warna netral, dan potongan pakaian yang klasik. Namun, konsep minimalist fashion ternyata lebih dari sekadar soal penampilan. Gaya ini juga menjadi cara berpakaian yang lebih sadar, fungsional, dan sesuai dengan kepribadian masing-masing.

Melansir dari laman Vogue, fashion minimalis bukan hanya sebuah estetika, melainkan juga filosofi dalam berpakaian. Creative director sekaligus stylist Ali Pew menjelaskan bahwa minimalisme menghadirkan rasa nyaman yang dapat dilihat sekaligus dirasakan. Menurutnya, setiap pilihan busana dibuat dengan penuh pertimbangan dan memiliki tujuan yang jelas.

Buat Scarf Lover yang ingin mulai menerapkan gaya minimalis, berikut beberapa langkah yang bisa dicoba.

1. Investasi pada pakaian esensial yang tak lekang oleh waktu

Fashion designer Jenni Kayne menyarankan untuk membangun lemari pakaian yang berisi item-item klasik yang dapat digunakan dalam jangka panjang.

Beberapa item yang bisa menjadi andalan antara lain kemeja putih, sweater rajut berwarna navy, celana hitam berpotongan klasik, hingga celana jeans dengan model yang timeless.

Baca juga  Tidak Membuang-buang Pakaian Harus Mulai Diterapkan

Sementara itu, Ali Pew menyarankan untuk menentukan “fondasi lemari pakaian” dan lebih disiplin saat berbelanja. Fokuslah membeli pakaian yang benar-benar disukai dan nyaman dikenakan, bukan sekadar mengikuti tren yang cepat berganti.

2. Pilih palet warna netral favoritmu

Warna netral memang menjadi ciri khas gaya minimalis karena mudah dipadupadankan dan tetap relevan digunakan sepanjang waktu.

Ali Pew mengaku lebih sering menggunakan warna hitam, navy, abu-abu, cokelat, biru lembut, dan sesekali merah sebagai aksen. Sedangkan Jenni Kayne banyak mengandalkan warna ivory, oatmeal, navy, dan motif garis-garis.

Namun, Scarf Lover tak perlu terpaku pada warna beige atau krem saja. Konsep minimalis justru memberi kebebasan untuk menentukan warna andalan yang paling merepresentasikan diri sendiri.

3. Jangan takut bermain dengan aksesori

Banyak orang menganggap gaya minimalis harus tampil polos tanpa aksesori. Padahal, aksesori justru bisa menjadi elemen yang memperkuat keseluruhan penampilan.

Baca juga  Intip 5 Brand Streetwear Lokal yang Stylish Dipakai Oleh Hijaber

Mulailah dengan item sederhana seperti cincin vintage, tas klasik, jam tangan, atau anting berdesain simpel. Kehadiran aksesori dapat memberikan tekstur dan karakter tanpa membuat tampilan terlihat berlebihan.

Menariknya, Ali Pew juga menegaskan bahwa tidak memakai aksesori sama sekali pun tetap bisa memberikan kesan yang kuat. Kuncinya adalah mengenakan sesuatu yang membuat diri sendiri merasa nyaman dan percaya diri.

4. Maksimalkan mix and match dari item yang sama

Salah satu keunggulan memiliki lemari pakaian minimalis adalah kemudahannya untuk diolah menjadi berbagai gaya baru.

Scarf Lover bisa bereksperimen dengan item favorit yang sudah dimiliki, lalu menatanya kembali dengan kombinasi yang berbeda agar terlihat segar tanpa harus terus membeli pakaian baru.

Pada akhirnya, minimalisme bukan tentang membatasi kreativitas, melainkan menemukan gaya personal yang paling autentik. Sebab, esensi utama dari fashion minimalis adalah mengenakan sesuatu yang benar-benar mencerminkan diri sendiri, bukan sekadar mengikuti tren yang sedang populer.

Translate »